Mengenal 5 Jenis Gangguan Kecemasan (Mungkin Salah Satunya Anda Alami)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dalam kadar normal, rasa cemas tidak akan berdampak negatif pada kondisi psikologis seseorang. Namun, rasa cemas berlebih yang mengganggu aktivitas sehari-hari bisa menjadi tanda gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan sendiri wujudnya berbeda-beda pada setiap orang. Yuk, kenali lebih jauh lima jenis gangguan kecemasan yang mungkin saja Anda alami berikut ini.

Lima jenis gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan adalah istilah umum untuk kecemasan berlebihan yang tidak bisa dikendalikan oleh pengidapnya. Nah, ternyata kecemasan itu ada banyak jenisnya. Tergantung pada gejala apa saja yang dialami serta pemicunya. Simak penjelasannya di bawah ini.  Cemas adalah suatu perasaan yang wajar. Anda mungkin pernah atau malah sedang harap-harap cemas menunggu giliran wawancara kerja, golnya proyek di kantor, atau menunggu hasil ujian akhir di sekolah. Tapi cemas yang terjadi terus menerus tanpa alasan bisa semakin menggerogoti tubuh, sehingga tidak lagi dianggap cemas biasa dan harus segera ditangani. Pasalnya, cemas berlebihan bisa menjadi gangguan kecemasan yang merupakan sebuah bentuk gangguan mental.

1. Generalized anxiety disorder (GAD)

GAD adalah jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan kecemasan kronis serta rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Gejala-gejala ini bisa muncul bahkan ketika Anda sedang tidak menghadapi situasi yang menegangkan sama sekali.

Ini tentu berbeda dengan kecemasan biasa yang muncul misalnya saat Anda mau presentasi di depan orang banyak atau sedang menghadapi wawancara kerja. Orang dengan GAD bisa tiba-tiba sangat cemas ketika tidak ada apa-apa.

2. Gangguan obsesif kompulsif (OCD)

Anda mungkin sudah pernah dengar soal jenis gangguan kecemasan yang satu ini. OCD adalah munculnya pikiran yang membuat seseorang jadi sangat terobsesi akan suatu hal dan akan melakukannya berulang-ulang kali (kompulsif). Bila tidak dilakukan, orang dengan OCD akan merasa sangat cemas tak terkendali.

Contoh tindakan obsesif kompulsif yaitu menata pensil dan alat tulis dalam urutan tertentu (misalnya dari panjang ke pendek). Namun, kalau sudah ditata rapi pun ia akan mengulang-ulang lagi tindakan tersebut tanpa henti.

Contoh lainnya yaitu mengecek apakah pintu rumah sudah terkunci. Meskipun ketika meninggalkan rumah Anda sudah mengunci pintu, pikiran obsesif bahwa pintu tadi belum dikunci terus menghantui Anda. Akibatnya, Anda pun kembali lagi ke rumah dan mengecek pintu lagi dan lagi sehingga aktivitas Anda terhambat.  

3. Gangguan panik

Tidak seperti kecemasan biasa, gangguan panik bisa menyerang tiba-tiba dan menunjukkan gejala-gejala fisik yang sering disalahartikan sebagai serangan jantung.

Tanda munculnya gangguan panik antara lain rasa takut yang benar-benar intens, nyeri dada, detak jantung tidak teratur (palpitasi), napas memburu, pusing, dan sakit perut.

4. Post-traumatic stress disorder (PTSD)

PTSD atau gangguan stres pascatrauma umumnya terjadi setelah seseorang mengalami kejadian yang mengerikan, mengancam nyawa, membahayakan keselamatan, dan kejadian ekstrem lainnya.  

Tak heran kalau jenis gangguan kecemasan ini sering sekali ditemui pada veteran perang, tentara, korban kekerasan, korban bencana alam, atau korban kecelakaan.

Orang dengan PTSD terus menerus mengalami kilas balik atau flashback soal kejadian yang membuatnya trauma. Terutama saat ada pemicu yang mirip dengan kejadian traumatis yang dialaminya.

Misalnya seorang korban gempa bumi mungkin akan mengalami kecemasan dan ketakutan yang berlebihan ketika merasakan guncangan sedikit saja (meskipun penyebabnya bukan gempa).

5. Fobia sosial (gangguan kecemasan sosial)

Gugup ketika bertemu orang lain (terutama orang asing atau orang yang cukup penting) itu wajar saja. Namun, ketika Anda selalu merasa gugup dan takut berada di lingkungan baru hingga berkeringat dan merasa mual, Anda mungkin mengalami kecemasan sosial.

Kecemasan ini hadir karena kekhawatiran bahwa perilaku Anda akan mempermalukan diri sendiri, menyinggung perasaan orang lain, atau kehadiran Anda ditolak. Kondisi ini tentu akan membuat Anda kesulitan untuk membangun hubungan dengan orang lain.

Namun, fobia lainnya juga bisa masuk dalam jenis gangguan kecemasan. Misalnya agorafobia, yaitu ketakutan akan tempat-tempat yang ramai dan terbuka. Ini karena orang yang punya fobia juga menunjukkan gejala kecemasan berlebihan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Lidah buaya dan cuka apel adalah dua obat alami yang sering digunakan untuk penyakit psoriasis. Seberapa efektif kerja obat herbal psoriasis ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit