Generalized Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Umum)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi generalized anxiety disorder

Apa itu generalized anxiety disorder?

Generalized anxiety disorder (GAD) atau gangguan kecemasan umum adalah kondisi kecemasan yang berlebihan hingga cenderung tidak terkendali.

Orang dengan GAD bukan merasakan kecemasan biasa, ia bahkan bisa sangat gelisah meskipun sedang tidak berada dalam situasi yang menegangkan alias ketika tidak ada apa-apa.

Itu sebabnya, kondisi ini sering disebut sebagai kecemasan kronis. Bagi mereka, rasa cemas ibarat musuh yang bisa dengan mudah menyerang dalam kondisi apapun.

Meski sulit untuk menenangkan diri, orang yang sedang mengalami GAD umumnya hanya bisa merasakan kekhawatirannya sendiri tanpa mampu mengungkapkannya pada orang lain. Nantinya, kecemasan berlebihan tanpa alasan ini hanya akan menghambat aktivitas sehari-hari.

Seberapa umum generalized anxiety disorder?

Kondisi ini tergolong cukup umum terjadi pada orang dewasa. Meski begitu, wanita memiliki kecenderungan lebih besar mengalami kondisi ini dibandingkan pria. Jika Anda mengalami salah satu dari jenis gangguan kecemasan ini, segera periksakan diri ke dokter ahli kesehatan mental.

Tanda & gejala generalized anxiety disorder

Generalized anxiety disorder (GAD) adalah kondisi yang berkembang secara perlahan. Awalnya, kondisi ini dimulai sejak masa remaja atau usia muda. Namun, lambat laun, tanpa penanganan ahli, kondisi ini bisa semakin parah.

Gejala umum yang mungkin timbul

Untuk dapat mengatasinya, Anda perlu peka dan waspada terhadap berbagai gejala dari jenis gangguan kecemasan ini, di antaranya:

  • Memiliki rasa khawatir yang terlalu berlebihan tentang permasalahan sehari-hari.
  • Tidak bisa mengontrol rasa khawatir atau rasa cemas yang dimiliki.
  • Menyadari bahwa kekhawatiran yang dirasakan sebenarnya berlebihan.
  • Tidak bisa santai dan rileks.
  • Tidak bisa berkonsentrasi.
  • Mudah terperanjat atau terkejut.
  • Tidak bisa tidur nyenyak.
  • Sering kali merasa lelah.
  • Sakit kepala, nyeri otot, kram perut, dan berbagai rasa sakit yang tidak ada penyebabnya.
  • Kesulitan mengunyah makanan.
  • Mudah merasa marah dan kesal.
  • Mudah berkeringat, kepala terasa ringan, dan kehabisan napas.

Gejala lanjutan yang perlu diperhatikan

Jika hal ini terjadi pada anak-anak, sering kali anak akan terlalu khawatir akan beberapa hal berikut:

  • Khawatir nilai jelek atau takut kalah dalam pertandingan olahraga.
  • Khawatir akan bencana alam, seperti gempa atau banjir.

Sementara itu, pada orang dewasa, rasa khawatir yang muncul secara berlebihan biasanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya:

  • Performa dalam bekerja.
  • Kesehatan diri dan keluarga.
  • Kondisi keuangan.
  • Pekerjaan rumah dan berbagai tanggung jawab lainnya.

Baik anak-anak maupun orang dewasa yang mengalami GAD biasanya mengalami gejala fisik yang membuatnya kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

Penyebab generalized anxiety disorder

Sama halnya dengan berbagai gangguan kesehatan mental lainnya, penyeab dari generalized anxiety disorder terjadi karena berbagai faktor, baik biologis maupun lingkungan, seperti:

  • Adanya perbedaan fungsi dan zat kimia pada otak.
  • Faktor genetik atau keturunan.
  • Proses tumbuh kembang dan karakteristik.
  • Cara pandang masing-masing individu terhadap ancaman.

Faktor risiko generalized anxiety disorder

Dibandingkan pria, wanita memang lebih sering didiagnosis mengalami generalized anxiety disorder. Ada beberapa faktor risiko pendukung terhadap hal tersebut, seperti:

1. Karakteristik diri

Jika Anda sering merasa sungkan dan tidak enak hati terhadap orang lain, risiko Anda mengalami kondisi ini biasanya lebih besar dibanding orang lain. Apalagi, karena memiliki sifat-sifat tersebut, Anda cenderung lebih suka lari dari masalah karena tidak berani menghadapinya.

2. Faktor keturunan

Apabila ada anggota keluarga yang mengalami gangguan kecemasan, khususnya GADpotensi untuk mengalami kondisi yang sama tentu lebih besar. Pasalnya, kondisi ini bisa diturunkan di dalam keluarga.

3. Pengalaman tertentu dalam hidup

Pengalaman hidup orang memang berbeda-beda. Namun, sebagian orang mengalami trauma hebat di dalam hidupnya, perubahan yang tidak terduga, dan berbagai pengalaman pahit yang tidak atau belum tentu dialami oleh orang lain.

Pengalaman-pengalaman yang memberikan dampak negatif kepada kehidupan ini bisa saja menjadi pemicu terjadinya gangguan kecemasan umum ini.

Diagnosis & pengobatan generalized anxiety disorder

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana generalized anxiety disorder didiagnosis?

Ada beberapa hal yang mungkin akan dilakukan oleh dokter untuk memeriksa dan mendiagnosis kondisi Anda:

  • Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu adanya gejala yang mungkin berkaitan dengan penggunaan obat atau kondisi medis tertentu.
  • Tes darah dan tes urine jika diduga ada kondisi medis tertentu yang menjadi penyebab gangguan kecemasan umum ini.
  • Bertanya secara mendalam dan mendetil tentang gejala yang muncul dan riwayat kesehatan yang dimiliki.
  • Meminta Anda untuk kuisioner mengenai kondisi psikologis Anda untuk menentukan diagnosis yang tepat.

Apa saja pilihan pengobatan untuk generalized anxiety disorder?

Menurut National Institute of Mental Health, ada beberapa pilihan pengobatan untuk jenis gangguan kecemasan yang satu ini, di antaranya:

1. Psikoterapi

Salah satu jenis psikoterapi yang disebut cognitive behavioral therapy (CBT) biasanya akan dilakukan untuk mengatasi generalized anxiety disorder.

Terapi CBT ini akan membantu pasien untuk memiliki pola pikir, sikap, dan merespons situasi-situasi tertentu dengan cara yang berbeda. Biasanya, hal ini membantu pasien untuk tidak mudah merasa cemas dan khawatir secara berlebihan.

2. Penggunaan obat-obatan

Dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan obat-obatan tertentu untuk mengatasi kondisi ini jika dirasa menjalani terapi saja tidak cukup untuk mengatasinya. Ada beberapa kelompok obat-obatan, termasuk obat antidepresi, yang mungkin akan diresepkan untuk pasien, seperti:

  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs).
  • Serotonin-norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs).
  • Obat-obatan serotonergic lainnya.
  • Obat-obatan benzodiazepine.

Penggunaan obat-obatan depresi ini juga bisa digunakan untuk meredakan gejala dari GAD. Meski begitu, obat ini baru bisa benar-benar bekerja jika dikonsumsi selama beberapa minggu.

Perawatan rumah untuk generalized anxiety disorder

Untuk mendukung proses pengobatan GAD, lakukan beberapa hal berikut ini di rumah:

  • Rutin berolahraga.
  • Tidur yang cukup.
  • Lakkukan relaksasi.
  • Konsumsi makanan sehat.
  • Hindari penggunaan obat-obatan terlarang.
  • Kurangi konsumsi alkohol.
  • Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi kafein.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Menahan Diri untuk Tidak Berlebihan Memikirkan Sesuatu (Overthinking)

Berpikir berlebihan bisa membuang-buang waktu dan menimbulkan stres. Yuk, contek cara berikut ini untuk mengatasi sikap overthinking.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Alasan Perasaan Cemas Bikin Seseorang Tidak Selera Makan

Cemas dan gugup adalah perasaan yang manusiawi, tetapi ketika hal tersebut mengganggu kesehatan, seperti tidak selera makan tentu menjadi masalah, bukan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 9 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Postnatal Anxiety, Ketakutan Berlebih Ibu Baru Saat Merawat Bayi

Berbeda dengan baby blues syndrome, seorang ibu yang mengalami postnatal anxiety tak bisa berhenti mencemaskan keadaan bayinya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Melahirkan, Kehamilan 6 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

serangan panik atau panic attack

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gangguan kecemasan anxiety disorder

Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
gangguan tidur berat badan

Kenapa Gangguan Cemas Seringkali Berkaitan dengan Gangguan Tidur?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 4 menit