home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Social Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Sosial)

Definisi social anxiety disorder|Tanda & gejala social anxiety disorder |Penyebab social anxiety disorder|Faktor risiko social anxiety disorder|Komplikasi social anxiety disorder|Diagnosis & pengobatan social anxiety disorder|Pencegahan social anxiety disorder
Social Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Sosial)

Definisi social anxiety disorder

Apa itu social anxiety disorder?

Social anxiety disorder atau gangguan kecemasan sosial adalah rasa takut dan cemas diberi penilaian buruk, dianggap remeh, atau bahkan tidak diterima dalam berbagai situasi sosial.

Dasar dari gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial ini adalah ketakutan akan diamati, dinilai oleh mata publik, atau mempermalukan diri sendiri di depan umum.

Rasa takut bisa muncul karena berpikir bahwa orang akan berpikir buruk tentang diri Anda. Selain itu, ada rasa khawatir bahwa Anda tidak akan tampil atau bekerja sebaik yang diharapkan atau setara dengan orang lain.

Hal ini menyebabkan Anda berusaha sebisa mungkin menghindari berbagai situasi sosial. Namun, saat Anda tidak berhasil menghindarinya, rasa cemas dan stres berlebihan pun muncul.

Biasanya, orang yang mengalami jenis gangguan kecemasan yang satu ini akan menunjukkan gejala-gejala fisik tertentu. Sebenarnya, Anda mungkin menyadari perasaan cemas dan takut yang muncul terlalu berlebihan. Akan tetapi, Anda tidak tahu bagaimana mengatasinya.

Oleh sebab itu, apabila Anda mengalami kondisi ini, segera hubungi dokter. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memberikan dampak yang buruk terhadap kehidupan sosialnya.

Tanda & gejala social anxiety disorder

Memiliki rasa malu atau tak nyaman pada situasi-situasi sosial tertentu tidak lantas membuat Anda mengalami social anxiety disorder. Pasalnya, rasa nyaman dalam situasi sosial yang dimiliki masing-masing orang bisa berbeda-beda.

Pada orang yang mengalami kondisi ini, rasa malu dan tak nyaman biasanya juga disertai dengan rasa takut, khawatir, cemas, dan ingin terus-menerus menghindari situasi-situasi sosial tersebut.

Nah, hal ini sampai-sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti tidak mau pergi ke tempat kerja, tidak mau sekolah, dan tidak mau melakukan aktivitas lainnya.

Umumnya, kondisi ini dimulai pada awal remaja, meski bisa juga terjadi sejak Anda masih anak-anak atau justru baru muncul saat sudah memasuki usia dewasa.

Gejala umum dari social anxiety disorder

Gejala emosional dari fobia sosial, termasuk:

  • Takut berada di dalam situasi sosial di mana Anda mungkin akan dinilai oleh orang lain.
  • Terlalu khawatir akan mempermalukan diri sendiri di hadapan orang lain.
  • Rasa takut yang amat sangat untuk berinteraksi dengan orang asing.
  • Rasa takut orang lain akan menyadari bahwa Anda merasa cemas.
  • Rasa takut tubuh bereaksi saat merasa malu, seperti pipi memerah, muncul keringat berlebih, tubuh bergetar, atau suara yang gemetar.
  • Menghindari berbicara dengan orang lain karena malu.
  • Menghindari berbagai kondisi yang memungkinkan Anda menjadi pusat perhatian.
  • Berusaha untuk berada di situasi sosial tertentu tapi dengan rasa cemas dan takut yang berlebihan.
  • Menghabiskan waktu untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi kekurangan diri sendiri setiap baru menghadapi situasi sosial tertentu.
  • Selalu mengira akan terjadi hal yang buruk pada dirinya saat berada pada situasi sosial.

Gejala fisik yang tampak pada social anxiety disorder

Selain gejala umum, ada pula gejala fisik dari fobia sosial, termasuk:

  • Wajah memerah atau blushing.
  • Napas pendek-pendek.
  • Sakit perut, mual.
  • Gemetar, termasuk suara yang bergetar.
  • Jantung berdebar atau dada terasa nyeri.
  • Berkeringat atau hot flashes.
  • Merasa pusing atau ingin pingsan.

Kondisi yang sering dihindari penderita social anxiety disorder

Jika memang mengalami social anxiety disorder, Anda akan merasa kesulitan jika harus menghadapi kondisi-kondisi berikut ini:

  • Berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal.
  • Menghadiri acara atau pesta.
  • Pergi ke tempat kerja atau pergi ke sekolah.
  • Memulai percakapan terlebih dahulu.
  • Bertatapan mata dengan lawan bicara.
  • Berkencan.
  • Memasuki ruangan yang sudah ada orang di dalamnya.
  • Mengembalikan barang ke toko.
  • Makan di hadapan orang lain.
  • Menggunakan toilet umum.

Penyebab social anxiety disorder

Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana seseorang bisa mengalami social anxiety disorder. Kondisi ini biasanya terjadi karena berbagai faktor yang berbeda. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat memicu seseorang mengalami gangguan kecemasan yang satu ini:

1. Faktor keturunan

Gangguan kecemasan atau anxiety disorder memiliki kecenderungan untuk diturunkan di dalam keluarga. Oleh sebab itu, jika ada anggota keluarga yang mengalami kondisi ini, Anda memiliki potensi untuk mengalami berbagai jenis gangguan kecemasan, termasuk social anxiety disorder.

Meski begitu, masih belum dapat diketahui dengan pasti seberapa besar pengaruh genetik atau keturunan terhadap penyakit mental yang satu ini.

2. Struktur otak

Struktur otak yang disebut amigdala berperan dalam mengontrol respons terhadap rasa takut yang Anda miliki. Jika amigdala pada otak bekerja terlalu aktif, respons terhadap rasa takut akan semakin meningkat. Hal tersebut yang dapat menyebabkan rasa cemas berlebih.

3. Lingkungan

Social anxiety disorder merupakan kondisi yang mungkin terjadi akibat menghadapi pengalaman yang tidak menyenangkan atau memalukan sebelumnya.

Ditambah lagi, social anxiety disorder juga dapat terjadi akibat pola asuh orangtua yang salah. Saat orangtua sendiri menanamkan rasa khawatir dirinya dan terlalu mengontrol serta terlalu protektif pada anak, hal ini bisa menjadi penyebab munculnya gangguan kecemasan sosial.

Faktor risiko social anxiety disorder

Ada beberapa faktor dalam diri Anda yang mungkin meningkatkan risiko mengalami gangguan kecemasan sosial, di antaranya:

1. Riwayat kesehatan keluarga

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, risiko mengalami gangguan kecemasan sosial akan semakin meningkat, apabila Anda memiliki anggota keluarga yang mengalami kondisi ini.

Apalagi jika anggota keluarga yang menjadi penderita dari kondisi ini adalah orang-orang terdekat, seperti orangtua kandung dan saudara kandung.

2. Pengalaman buruk

Tidak ada orang yang ingin mengulang pengalaman buruk yang pernah terjadi pada dirinya. Pengalaman seperti masalah keluarga yang besar, trauma, dan kekerasan fisik maupun verbal bisa meningkatkan risiko Anda mengalami gangguan kecemasan sosial.

Hal ini juga berlaku jika Anda pernah mengalami perundungan atau bullying pada masa kanak-kanak atau remaja, jugapenolakan, dipermalukan, hingga digoda dan dijadikan bahan ejekan di depan umum pada masa tersebut. Kejadian-kejadian itu bisa menimbulkan trauma hingga menyebabkan Anda mengalami kondisi ini.

3. Watak

Seseorang memiliki watak, perangai, atau karakteristik diri yang sama sejak masih kecil. Watak atau perangai bisa berupa anak yang sudah pemalu sejak kecil, sudah pendiam sejak kecil, dan lain sebagainya.

Watak yang dimiliki sejak kecil ini bisa memperbesar potensi Anda untuk mengalami gangguan kecemasan ini.

4. Tuntutan sosial atau pekerjaan

Gejala dari gangguan kecemasan ini biasanya sudah terlihat sejak Anda masih duduk di bangku sekolah atau saat masih berusia remaja. Meski begitu, kondisi ini bisa saja muncul karena adanya tuntutan sosial atau pekerjaan yang baru Anda alami di usia dewasa.

Sebagai contoh, bertemu dengan banyak orang baru, memberikan pidato di hadapan khalayak ramai, hingga melakukan presentasi penting saat bekerja bisa menjadi awal dari gangguan kecemasan yang Anda alami.

Komplikasi social anxiety disorder

Jika kondisi ini dibiarkan tanpa diatasi, kehidupan sehari-hari akan semakin terganggu. Apalagi, gangguan kecemasan bisa menghambat aktivitas di sekolah, di tempat kerja, hingga hubungan Anda dengan orang lain.

Bahkan, Anda bisa jadi tidak bisa menikmati hidup. Selain itu, Anda mungkin akan mengalami hal-hal berikut ini:

  • Tidak percaya diri.
  • Tidak bisa tegas dalam berbagai situasi.
  • Sering mengkritik diri sendiri.
  • Terlalu sensitif terhadap kritik apapun yang diberikan orang lain.
  • Tidak memiliki kemampuan bersosial.
  • Sering menyendiri dan tidak bisa membangun hubungan yang baik dengan orang lain.
  • Tidak memiliki pencapaian apapun.
  • Penggunaan obat-obatan terlarang atau minum alkohol secara berlebihan.
  • Percobaan bunuh diri.

Diagnosis & pengobatan social anxiety disorder

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana social anxiety disorder didiagnosis?

Dokter mungkin akan mencari tahu apakah ada kondisi kesehatan lain yang Anda miliki, yang bisa menjadi sumber penyebab dari gangguan kecemasan sosial yang dialami.

Beberapa hal yang akan dilakukan oleh dokter biasanya meliputi:

  • Tes fisik untuk membantu dokter menganalisis kondisi kesehatan atau penggunaan obat tertentu yang mungkin menjadi pemicu munculnya gejala cemas.
  • Dokter akan bertanya mengenai gejala apa saja yang dirasakan, seberapa sering gejala tersebut muncul, dan pada kondisi seperti apa Anda merasakan gejala tersebut.
  • Meminta Anda mengisi kuisioner mengenai berbagai gejala dari fobia sosial.

Apa saja pilihan pengobatan untuk social anxiety disorder?

Ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan sosial ini, di antaranya:

1. Psikoterapi

Salah satu jenis psikoterapi yang bisa dijalani oleh orang yang mengalami kondisi ini adalah cognitive behavioral therapy (CBT) atau terapi kognitif dan perilaku.

Terapi ini sangat bermanfaat untuk para pasien yang mengalami gangguan kecemasan sosial. Pasalnya, terapi ini membantu pasien untuk membentuk cara berpikir, bersikap, dan bereaksi terhadap berbagai situasi sosial yang sebelumnya membuat pasien merasa takut dan cemas.

Selain itu, dengan mengikuti CBT, pasien bisa belajar dan mempraktekkan berbagai macam kemampuan bersosialisasi bersama dengan orang lain. Mengingat CBT dilakukan secara berkelompok atau bersama dengan orang lain, terapi ini akan sangat membantu.

2. Support group

Tidak sedikit orang yang mengalami social anxiety disorder merasa nyaman untuk mengikuti support group. Menurut National Institute of Mental Health, adanya grup ini dapat membantu para pasien untuk menerima penilaian yang jujur untuk dirinya.

Artinya, Anda bisa perlahan menerima dan belajar bahwa pikiran dan penilaian buruk yang Anda berikan kepada diri sendiri tidak benar adanya.

Anda juga bisa mempelajari bagaimana orang lain yang memiliki kondisi yang sama menghadapi berbagai situasi sosial yang sebelumnya ditakuti.

3. Penggunaan obat-obatan

Ada beberapa jenis golongan obat yang bisa menjadi pilihan utama saat melakukan pengobatan untuk kondisi ini. Sebagai contoh, selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) seperti paroxetine dan sertraline.

Tak hanya itu, dokter bisa juga merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi obat golongan serotonin and norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI), seperti venlafaxine (Effexor XR).

Namun, ada beberapa jenis obat lain yang mungkin akan direkomendasikan dokter untuk mengurangi gejala dari gangguan kecemasan sosial, seperti:

  • Obat-obatan antidepresan lainnya.
  • Obat anticemas, seperti benzodiazepine.
  • Obat-obatan beta-blockers.

Pencegahan social anxiety disorder

Sebenarnya, Anda tidak bisa memastikan kondisi seperti apa yang bisa menyebabkan social anxiety disorder yang dialami. Maka itu, langkah pencegahan ini mungkin bisa Anda ambil untuk mengurangi dampak dari gejala yang mungkin muncul jika Anda merasa cemas, seperti:

  • Segera mencari pertolongan, karena semakin lama akan semakin susah diatasi.
  • Mulai menulis jurnal atau buku harian untuk membantu memahami kejadian apa yang mungkin menyebabkan timbulnya stres dan rasa cemas.
  • Pilah dan pilih hal positif yang ingin Anda pikirkan. Artinya, fokus kepada hal-hal yang membuat Anda merasa bahagia.
  • Hindari penggunaan obat-obatan terlarang, alkohol, dan merokok.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Social anxiety disorder (social phobia). Retrieved 14 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/social-anxiety-disorder/symptoms-causes/syc-20353561

Social Anxiety Disorder: More Than Just Shyness. Retrieved 14 January 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/publications/social-anxiety-disorder-more-than-just-shyness/index.shtml#pub5

Social Anxiety Disorder. Retrieved 14 January 2021, from https://adaa.org/understanding-anxiety/social-anxiety-disorder

Social anxiety (social phobia). Retrieved 14 January 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/social-anxiety/

Social Anxiety Disorder. Retrieved 14 January 2021, from https://www.helpguide.org/articles/anxiety/social-anxiety-disorder.htm

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal diperbarui 25/01/2021
x