home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Agoraphobia

Agoraphobia
Definisi agoraphobia|Tanda & gejala agoraphobia|Penyebab agoraphobia|Faktor risiko agoraphobia|Komplikasi agoraphobia|Diagnosis & pengobatan agoraphobia|Pengobatan agoraphobia di rumah|Pencegahan agoraphobia

Definisi agoraphobia

Apa itu agoraphobia?

Agoraphobia adalah jenis gangguan kecemasan yang membuat seseorang merasa cemas dan takut berlebihan pada situasi yang membuat pengidapnya sulit melarikan diri dan tidak bisa meminta tolong.

Kebanyakan orang dengan kondisi ini mengalami satu kali atau lebih serangan panik. Kondisi ini membuat mereka semakin takut mengalami kondisi yang sama, sehingga sebisa mungkin menghindari tempat atau situasi tertentu yang memicu gejala.

Beberapa tempat yang biasanya dihindari orang dengan kecemasan ini adalah ruangan yang luas terbuka atau tertutup, saat naik transportasi umum, atau ketika berada di tengah keramaian. Ketakutan tersebut akhirnya mereka sering kali merasa tidak aman di tempat umum dan membutuhkan kerabat atau teman untuk mendampingi.

Pada kasus parah, pengidapnya merasa sangat terbebani dengan rasa takut, sehingga tidak mau meninggalkan rumah.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Agoraphobia adalah gangguan kecemasan yang cukup langka terjadi. Dilansir dari laman Cleveland Clinic, kondisi ini lebih umum terjadi pada remaja dan orang dewasa, khususnya wanita usia 35 tahun. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan jika kondisi ini juga menyerang anak-anak.

Tanda & gejala agoraphobia

Orang dengan agoraphobia biasanya menunjukkan gejala ketakutan yang khas, di antaranya adalah:

  • Tidak mau di rumah sendirian.
  • Merasa takut di kerumunan atau ketika mengantri.
  • Tidak mau atau takut di dalam ruangan tertutup, seperti bioskop atau elevator.
  • Berusaha menghindari di ruangan terbuka luas, seperti mall, jembatan panjang, atau tempat parkir.
  • Sering menolak atau tidak mau menggunakan pesawat, kereta, bus, atau transportasi masal lainnya.

Rasa takut dan cemas hampir selalu muncul setiap kali terpapar situasi. Sebisa mungkin pengidapnya menghindari situasi tertentu atau membutuhkan orang yang dikenal untuk menemani. Di samping itu, orang dengan gangguan kecemasan ini juga mengalami tekanan atau masalah pada pekerjaan dan kehidupan sosial.

Pengidap agoraphobia yang juga mengalami serangan panik, akan mengalami gejala fisik berikut ini:

  • Denyut jantung menjadi lebih cepat dari biasanya.
  • Tubuh berkeringat dingin, tubuh gemetar, dan pusing.
  • Tubuh bisa terasa kesemutan atau bahkan mati rasa.
  • Kesulitan bernapas kadang diikuti nyeri dada, tak jarang gejala serangan panik dianggap sebagai serangan jantung.
  • Sakit perut atau diare.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, setidaknya selama 6 bulan atau lebih, segera periksa ke dokter. Dokter akan menanyakan bagaimana perasaan dan emosi Anda ketika menghadapi situasi-situasi tertentu.

Penyebab agoraphobia

Penyebab agoraphobia tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, kondisi ini sering dikaitkan dengan serangan panik. Serangan panik menyebabkan rasa takut berlebihan singkat tapi intens karena alasan tertentu.

Sepertiga jumlah kasus serangan panik, terjadi bersamaan dengan fobia ini. Akan tetapi, ada juga pengidap fobia ini yang tidak memiliki serangan panik.

Faktor risiko agoraphobia

Meski penyebabnya tidak diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risikonya, seperti:

  • Sebelumnya memiliki serangan panik atau fobia lainnya.
  • Pernah mengalami peristiwa traumatis, seperti menjadi korban kekerasan seksual, penyerangan fisik, atau ditinggalkan orang-orang yang dicintai.
  • Riwayat anggota keluarga dengan fobia serupa.
  • Pada dasarnya memang mudah cemas dan gugup.

Komplikasi agoraphobia

Orang dengan fobia ini akan membatasi aktivitas hidupnya. Semakin parah kondisinya, pengidapnya sampai tidak ingin meninggalkan rumah.

Tanpa pengobatan, orang yang memiliki kondisi ini akan kesulitan untuk berhubungan dengan orang di sekitar. Bahkan, sulit untuk pergi ke sekolah atau bekerja. Akibatnya, mereka akan semakin bergantung pada orang lain.

Jika semakin parah, agoraphobia bisa menyebabkan komplikasi di antaranya adalah:

Diagnosis & pengobatan agoraphobia

Tidak ada tes laboratorium untuk mendiagnosis agoraphobia. Namun, dokter akan melakukan beberapa hal ini untuk menegakkan diagnosis:

  • Mengamati tanda dan gejala.
  • Memberikan pertanyaan pada pasien lebih mendalam mengenai kondisinya.
  • Melakukan Pemeriksaan fisik lebih lanjut untuk menyingkirkan masalah kesehatan lain.

Biasanya dokter akan menggunakan DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, sebagai panduan untuk menentukan penyakit mental.

Apa saja pengobatan untuk agoraphobia?

Berikut ini adalah pengobatan yang biasanya direkomendasikan dokter untuk penderita agoraphobia:

1. Psikoterapi

Salah satu jenis psikoterapi, yakni terapi perilaku kognitif merupakan terapi yang paling efektif untuk gangguan kecemasan, seperti fobia.

Umumnya, pengobatan ini dilakukan jangka pendek dengan fokus mengajarkan keterampilan khusus untuk mengatasi kecemasan. Dalam terapi ini, pasien juga akan mempelajari faktor pemicu dan menghindari cara tidak sehat dalam mengatasi kecemasan maupun meringankan stres.

2. Minum obat-obatan

Selain terapi, ada beberapa pasien agoraphobia yang mungkin membutuhkan obat dalam menangani gejala. Obat-obatan yang biasanya diresepkan, antara lain:

  • Antidepresan tertentu seperti inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI), seperti fluoxetine (Prozac) dan sertraline (Zoloft), digunakan untuk pengobatan gangguan panik dengan agoraphobia.
  • Obat anti kecemasan, seperti benzodiazepin dalam keadaan tertentu, mungkin diresepkan oleh dokter untuk meredakan gejala kecemasan untuk jangka pendek. Obat ini tidak boleh digunakan secara berlebihan karena bisa menyebabkan kecanduan benzodiazepin.

Pengobatan agoraphobia di rumah

Selain menjalani pengobatan dokter, pasien dengan gangguan kecemasan ini juga perlu melakukan perubahan gaya hidup yang meliputi:

  • Hindari alkohol dan batasi kafein, contohnya kopi, soda, atau minuman berenergi.
  • Belajar untuk menenangkan diri, dengan meditasi atau latihan pernapasan.
  • Minta bantuan keluarga, sahabat, atau teman jika Anda ingin bepergian keluar rumah dan berlatih mengatasi rasa takut.

Pencegahan agoraphobia

Tidak ada cara pasti untuk mencegah agoraphobia. Akan tetapi, jika Anda memiliki kecemasan ringan pergi ke tempat-tempat tertentu, cobalah untuk memberanikan diri mengunjungi tempat tersebut beberapa kali.

Tujuannya, untuk menepiskan kecemasan yang selama ini Anda khawatirkan akan terjadi. Jika rasa cemas juga tidak membaik, konsultasi ke psikolog sangat disarankan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Agoraphobia – Symptoms, and causes. (2017, November 18). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/agoraphobia/symptoms-causes/syc-20355987 [Accessed on February 1st, 2021]

Agoraphobia. (2017, October 20). NHS.uk. https://www.nhs.uk/conditions/agoraphobia/ [Accessed on February 1st, 2021]

Agoraphobia: Symptoms, causes & treatments. (n.d.). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15769-agoraphobia [Accessed on February 1st, 2021]

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 24/02/2021
x