6 Tanda Kelainan Mental Pada Anak-anak yang Tak Boleh Diabaikan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/03/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tidak mudah untuk mengidentifikasi penyakit mental pada anak-anak, karena gejalanya berbeda dengan pada orang dewasa. Terkadang, Anda menemukan sesuatu yang tidak normal pada anak, namun sulit untuk membedakannya dari perilaku normal anak-anak. Semakin orangtua mengerti permasalahan anak, semakin mudah menemukan perawatan yang tepat bagi anak Anda. Hal ini dapat memastikan perkembangan dan pertumbuhan anak yang tetap berjalan lancar.

Berikut adalah 6 tanda-tanda peringatan terhadap penyakit mental yang tidak boleh Anda abaikan:

Perubahan perilaku

Perubahan yang berkaitan dengan perilaku paling mudah ditemukan melalui aktivitas sehari-hari mereka. Ada beberapa perubahan besar pada perilaku dan kepribadian anak-anak. Anda mungkin menyadari anak Anda perlahan-lahan cenderung menjadi kasar, sering bertengkar dan menggunakan senjata secara sering, atau bahkan mengatakan perkataan yang menyakitkan orang lain. Mereka mudah marah dan frustrasi pada orang lain.

Perubahan mood

Mood pada anak-anak cenderung berubah secara konstan dan tiba-tiba. Perasaan sedih dapat berlangsung setidaknya 2 minggu, dan menyebabkan masalah pada hubungan dengan teman dan keluarga. Perubahan mood adalah gejala umum dari depresi atau kelainan bipolar.

Kesulitan berkonsentrasi

Anak-anak yang menderita dari penyakit mental sulit fokus atau memperhatikan dalam waktu yang lama. Selain itu, mereka juga memiliki kesulitan untuk duduk diam dan membaca. Gejala ini dapat menyebabkan performa di sekolah yang menurun, serta perkembangan otak yang ikut menurun.

Penurunan berat badan

Tidak hanya penyakit fisik yang menyebabkan penurunan berat badan, masalah mental juga dapat menyebabkan efek negatif yang serius pada kesehatan anak-anak. Gejala umumnya meliputi kehilangan napsu makan yang berlanjut, muntah, dan gangguan makan.

Perubahan pada gejala fisik

Penyakit mental dapat menyebabkan sakit kepala atau sakit perut pada anak-anak. Anak-anak ini juga lebih mudah mengalami flu, demam, atau penyakit lainnya dibanding dengan anak-anak yang normal dan sehat. Kadang kala, kondisi kesehatan mental menyebabkan anak melukai diri sendiri, seperti memotong atau membakar diri sendiri. Pada kasus yang serius, anak mungkin memiliki pikiran untuk bunuh diri atau bahkan mencoba untuk bunuh diri.

Perasaan yang intens

Anak-anak kadang menghadapi perasaan ketakutan yang berlebihan tanpa alasan. Tanda-tandanya meliputi menangis, berteriak atau mual disertai dengan perasaan yang sangat intens. Hal ini merupakan tanda-tanda umum dari depresi atau kecemasan. Perasaan yang intens dapat menyebabkan beberapa efek fisik, seperti kesulitan bernapas, jantung yang berdebar atau bernapas dengan cepat, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa yang harus saya lakukan jika saya menduga gangguan kesehatan mental pada anak saya?

Saran terbaik untuk kasus ini adalah berkonsultasi dengan dokter anak mengenai gejala dan tanda-tanda pada anak Anda. Dokter akan memberikan Anda rekomendasi untuk perawatan atau pengobatan anak jika dibutuhkan. Selain itu, memperhatikan perilaku anak dan menjaga anak dengan baik adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan. Kemungkinan, anak Anda memerlukan kasih sayang dan perhatian dari orangtua, teman-teman serta guru untuk memperbaiki kondisi mereka.

Pertimbangkan untuk berbicara pada guru, teman atau anggota keluarga lainnya untuk memperhatikan perubahan fisik dan mental pada anak Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

    Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

    Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

    Pandemi COVID-19 memberikan dampak beragam, beberapa orang berisiko mengalami PTSD akibat melewati peristiwa mengguncang ini. Siapa saja yang berisiko?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

    Selain itu studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) terus menerus bisa meningkatkan risiko demensia. Apa bisa dicegah?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Hidup Sehat, Fakta Unik 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

    Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    tips menjaga kesehatan mental

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental untuk Melawan Penyakit Kritis

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    pria tangguh bunuh diri

    Para ‘Pria Tangguh’ Lebih Berisiko Bunuh Diri, Mengapa Begitu?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . Waktu baca 4 menit