home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ternyata Kulit Ikan Nila Ampuh untuk Mengobati Luka Bakar. Caranya?

Ternyata Kulit Ikan Nila Ampuh untuk Mengobati Luka Bakar. Caranya?

Pernahkah Anda mengalami luka bakar? Mungkin hampir semua dari Anda pasti pernah mengalaminya. Misalnya saat terkena percikan dari minyak goreng saat memasak atau ketika secara tidak sengaja kaki Anda menyenggol knalpot motor yang masih panas. Pasti terbayang bagaimana rasa perihnya. Ada obat luka bakar yang diklaim sangat mujarab tanpa menggunakan obat salep melainkan menggunakan kulit ikan tilapia atau yang di Indonesia dikenal dengan ikan nila.

Benarkah kulit ikan nila bisa jadi obat luka bakar?

Ide menggunakan kulit ikan sebagai obat luka bakar diawali dengan sulitnya stok jaringan kulit babi beku atau jaringan dari kulit manusia (mengandung kolagen) yang biasanya dipakai dalam mengobati luka bakar. Keadaan sulit ini pun mengharuskan para peneliti Brasil mencari alternatif lainnya. Maka salah satu pengobatan yang ditemukan untuk mengobati luka tersebut adalah menggunakan kulit ikan tilapia atau nila.

Sebelumnya para peneliti di China telah meneliti tentang hal ini dan mempraktikkannya pada tikus. Bedanya di Brasil, peneliti mereka langsung menggunakannya kepada para pasien. Pada saat dilakukan penelitian, sebanyak 56 pasien yang mengalami luka bakar tingkat dua dan tiga diuji dengan menggunakan pengobatan tersebut. Hasilnya d iluar dugaan, kulit ikan tilapia menyembuhkan luka bakar bahkan lebih cepat dibandingkan pengobatan yang menggunakan salep.

Metode pengobatan luka bakar dengan menggunakan kulit ikan tilapia, atau ikan nila, dilakukan oleh tim dokter di Dr Jose Frota Institute Burns Unit di Fortaleza, sebuah wilayah di timur laut Brasil. Obat luka bakar dengan ikan nila ini juga diyakini merupakan yang pertama dalam sejarah kesehatan.

Penelitian ini sudah mulai dikembangkan oleh suatu tim peneliti yang dikepalai oleh Dr Odrico Moraes sejak dua tahun yang lalu, di Nucleus of Research and Development of Medicines (NPDM) di Federal University of Ceara (UFC). Para peneliti ini menemukan bahwa ternyata kulit ikan tilapia mengandung pelembap, kolagen dan lebih tahan dari penyakit. Padahal biasanya kulit ikan ini sering dibuang begitu saja, setelah dagingnya dikonsumsi.

Bagaimana cara mengobati luka bakar dengan kulit ikan nila?

Pengobatan luka bakar menggunakan ikan nila tergolong sangat mudah. Kulit ikan tilapia yang telah diproses sedemikian rupa agar steril dan aman untuk digunakan untuk penanganan medis selanjutnya ditempelkan secara langsung pada bagian yang terkena luka bakar kemudian ditutup dengan perban. Ketika digunakan kulit ikan tidak perlu diganti.

Setelah 10 hari, dokter yang akan melepas perban tersebut. Kulit ikan tersebut sudah mengering dan luka bakar pun diklaim sembuh. Rasa sakit pada pasein luka bakar diklaim akan langsung jauh berkurang ketika ditempeli kulit ikan tilapia. Jadi pasien tidak akan akan bergantung pada obat penahan sakit lagi.

Bagaimana kulit ikan nila bisa mengobati luka bakar?

Nah, Anda pasti penasaran kenapa ikan nila bisa jadi obat luka bakar. Sebenarnya kulit ikan tilapia mengandung kolagen yang tinggi sehingga memberi kelembapan yang lebih lama. Hal ini berguna untuk membuat jaringan baru untuk menggantikan jaringan yang terbakar. Selain itu, kulit ini juga kaya akan omega 3 yang merupakan antioksidan. Komponen ini dapat menenangkan peradangan yang terjadi sehingga pasien pun dapat merasa lebih nyaman selama proses penyembuhan. Penggunaannya pun aman karena kulit ini biokompatibel dengan kulit manusia.

Alasan lain kenapa pengobatan luka bakar di Brasil mempopulerkan pemakaian sisik ikan tilapia adalah karena jumlah populasi dari ikan ini yang sangat besar. Tentunya dengan sumber daya ikan yang begitu banyak membuat harga pengobatan menggunakan ikan ini jauh lebih murah dibandingkan metode pengobatan lainnya.

Selain itu pengobatan menggunakan kulit lebih efektif karena cukup sekali pemakaiaan dan setelah seminggu, kulit ikan dibuang. Jelas dengan harga yang murah ini, metode pengobatan ini akan sangat membantu masyarakat. Kira-kira, apakah metode ini akan juga digunakan di Indonesia?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can fish skin help treat burns?. http://www.bbc.com/news/av/world-latin-america-40054374/can-fish-skin-help-treat-burns. Accessed 12/07/2017.

Why this Brazilian city uses tilapia fish skin to treat burn victims

http://www.pbs.org/newshour/rundown/brazilian-city-uses-tilapia-fish-skin-treat-burn-victims/.  Accessed 12/07/2017.

Brazilian doctors use fish skin to treat burn victims.

https://www.aol.com/article/news/2017/05/26/brazilian-doctors-use-fish-skin-to-treat-burn-victims/22109162/. Accessed 12/07/2017.

https://www.emaxhealth.com/13644/fish-skin-graft-novel-treatment-burn-victims-hard-heal-wound-and-more

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari Diperbarui 06/09/2017
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x