backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Ice Burn, Ketika Suhu Dingin Memicu Kulit Terbakar

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Adelia Marista Safitri · Tanggal diperbarui 02/08/2022

Ice Burn, Ketika Suhu Dingin Memicu Kulit Terbakar

Anda mungkin mengenal kondisi kulit terbakar matahari (sunburn). Namun, suhu dingin dari es juga bisa menyebabkan hal yang sama. Saking dinginnya, kulit bisa meradang hingga muncul sensasi terbakar setelah menyentuh es batu atau disebut ice burn.

Apa itu ice burn?

Ice burn adalah kondisi radang dingin akibat es batu atau suhu yang sangat dingin.

Memang, baik suhu panas maupun suhu dingin sama-sama dapat memengaruhi kesehatan kulit.

Radang dingin (frostbite) merupakan kondisi saat jaringan tubuh membeku dan rusak oleh paparan suhu rendah (dingin).

Pada awalnya, kulit akan terasa sangat dingin, kemerahan, perih, dan lama-lama mati rasa. Rasa perih yang timbul mirip seperti kulit terbakar.

Hal ini umumnya terjadi pada bagian tangan, kaki, hidung, dan telinga. Bagian-bagian tersebut seringnya tidak terlindungi pakaian sehingga lebih rentan terkena perubahan suhu dari luar.

Ice burn bisa terjadi ketika menggenggam es batu terlalu lama atau langsung menempelkan es batu pada kaki yang keseleo tanpa dibalut kain.

Tanda dan gejala ice burn

gejala alergi dingin

Orang yang sering memegang es batu, terutama es kering atau biang es, lebih berisiko mengalami masalah kulit yang satu ini. 

Bukan hanya es batu, hal ini juga bisa terjadi jika Anda terkena paparan angin yang sangat dingin, cepat, dan terjadi dalam waktu yang lama.

Pada dasarnya, gejala ice burn mirip seperti akibat sengatan matahari. 

Cara termudah untuk mendeteksinya yakni dengan melihat adanya perubahan pada warna kulit, seperti kulit berubah kemerahan, warna jadi putih pucat atau kuning keabu-abuan.

Tanda dan gejala radang dingin lainnya meliputi:

  • kulit dingin dan menyengat,
  • nyeri dan gatal pada kulit,
  • tekstur kulit berubah jadi lebih keras atau justru lembek seperti lilin, serta
  • kebas atau mati rasa.
  • Kapan harus ke dokter?

    Segera ke dokter bila mengalami gejala berikut ini.

    • Kulit membiru atau menghitam.
    • Membengkak.
    • Tidak mampu lagi merasakan panas, dingin, atau nyeri.
    • Demam.
    • Kulit terasa keras setelah dihangatkan.
    • Gerakan tubuh tak teratur akibat otot dan sendi kaku.
    • Nyeri tak tertahankan.
    • Muncul lentingan nanah atau cairan pada area yang mengalami cold burn.
    • Keluhan lainnya yang tak bisa dijelaskan.
    • Timbul lepuhan darah.

    Mengapa paparan suhu dingin membuat kulit terbakar?

    radang dingin, ice burn

    Saat mengalami kram otot atau cedera, kompres dingin dengan es batu biasanya menjadi pertolongan pertama yang paling sering dilakukan.

    Cara ini memang dapat membantu melemaskan otot-otot yang kaku.

    Meski demikian, jika langsung menempelkannya pada kulit tanpa dibalut dengan kain terlebih dahulu, kulit Anda justru bisa meradang.

    Mengutip studi terbitan jurnal Burns & Trauma (2016), hal ini dapat terjadi karena perbedaan suhu pada kulit dan es.

    Suhu kulit cenderung hangat, sedangkan suhu es sangat rendah alias dingin. 

    Ketika es batu bersentuhan dengan permukaan kulit, panas di kulit hanya bisa dilepaskan sesaat.

    Akibatnya, kandungan air di dalam sel-sel kulit jadi membeku dan mulai merusak struktur sel di bawahnya.

    Suhu dingin dari es juga membuat pembuluh darah di dekat kulit menyempit.

    Hal tersebut menyebabkan aliran darah menuju area kulit yang meradang jadi semakin berkurang dan memperparah kerusakan pada kulit. 

    Kulit pun terasa perih menyengat seperti terbakar. Inilah kondisi yang disebut dengan ice burn.

    Hal ini juga bisa terjadi ketika Anda terkena paparan suhu udara yang dingin dan ekstrem.

    Rangkuman

    Perbedaan suhu ekstrem antara kulit dengan paparan suhu rendah membuat air di dalam sel kulit membeku. Suhu dingin juga mempersempit pembuluh darah. Kedua hal inilah yang menyebabkan sensasi terbakar dan kerusakan kulit.

    Apa saja faktor risiko ice burn?

    Ada beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terkena ice burn. Mengutip buku terbitan StatPearls (2021), inilah faktor risiko cold burn.

    • Berada di dataran tinggi.
    • Terpapar suhu dingin dalam waktu lama.
    • Memiliki malnutrisi.
    • Tidak bergerak dalam jangka waktu lama.
    • Memiliki artritis.
    • Mengalami hipotiroidisme.
    • Tidak memiliki tempat berlindung atau tunawisma.
    • Atlet yang tampil pada suhu dingin atau musim salju.

    Beberapa kondisi yang menyebabkan penyempitan atau kerusakan pembuluh darah juga bisa meningkatkan risiko terkena ice burn, seperti:

    Anak-anak dan lansia juga lebih rentan terkena cold burn karena tubuhnya kesulitan mengatur suhu dengan baik dan cenderung lebih mudah kedinginan.

    Orang yang menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan pun biasanya akan kehilangan kesadaran, sehingga tidak segera bereaksi bila suhu dingin ekstrem terkena kulitnya.

    Apakah ice burn ini berbahaya?

    Sama halnya dengan sunburn, efek akibat suhu ekstrem dari es batu umumnya dapat ditangani dengan mudah. 

    Misalnya saja, radang dingin ringan atau frostnip cenderung tidak menyebabkan kerusakan kulit permanen.

    Namun, jika kulit Anda terasa semakin sakit dan meradang, ini artinya suhu dingin dari es sudah mulai merusak kulit lebih dalam hingga ke jaringan, otot, atau bahkan tulang.

    Radang dingin yang parah dapat memicu komplikasi berupa infeksi, kerusakan saraf, dan kematian jaringan lebih lanjut jika tidak cepat-cepat ditangani. 

    Maka dari itu, segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala ice burn yang berat.

    Bagaimana pengobatan ice burn?

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani ice burn. Inilah beberapa tahapan yang harus Anda ikuti.

    • Pindahkan pasien ke tempat yang lebih hangat.
    • Ganti pakaian basah dengan pakaian kering agar tubuh tidak kehilangan panas.
    • Jangan gosok-gosok bagian yang terkena cold burn.
    • Hindari paparan panas langsung, seperti penghangat atau api unggun. Ini justru meningkatkan risiko luka.
    • Beri minum air putih untuk menghidrasi tubuh.
    • Hangatkan seluruh tubuh menggunakan selimut tebal.
    • Bersihkan bagian kulit dengan ice burn.

    Setelah suhu tubuh kembali normal, bagian yang terkena ice burn harus dihangatkan untuk menghindari kerusakan jaringan yang lebih parah. 

    Ikuti cara berikut ini.

    • Berendam di bathtub dengan air mengalir atau baik air dengan suhu 40 – 42 °Celsius.
    • Gunakan kompres hangat dengan suhu yang sama bila tidak ada bak.
    • Pakaikan perban kering ke bagian tubuh yang mengalami cold burn dan pastikan bagian tubuh tidak bergerak banyak.
    • Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas.

    Pencegahan ice burn

    Satu-satunya cara untuk mencegah ice burn adalah dengan menjaga kondisi tubuh agar tidak kedinginan. 

    Saat suhu udara rendah, pastikan Anda menggunakan pakaian tebal dengan kain yang hangat. Tutupi bagian tangan, kaki, telinga.

    Saat menggunakan kompres es, pastikan Anda tidak menempelkan es langsung ke kulit. Lapisi es dengan handuk atau menggunakan pembungkus kompres khusus.

    Ice burn adalah reaksi kulit terbakar akibat paparan suhu dingin yang ekstrem.

    Kondisi ini bisa terjadi akibat terkena kompres es tanpa pelapis tertentu hingga berada di suhu yang sangat dingin.

    Kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi yang bahaya sehingga perlu penanganan segera.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Andreas Wilson Setiawan

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Adelia Marista Safitri · Tanggal diperbarui 02/08/2022

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan