home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Madu Bisa Membuat Luka Sembuh Lebih Cepat?

Benarkah Madu Bisa Membuat Luka Sembuh Lebih Cepat?

Mungkin tidak mengherankan apabila madu disebut sebagai salah satu bahan makanan paling ajaib. Manfaat madu tidak hanya untuk kesehatan pencernaan dan kecantikan kulit, ternyata madu juga bisa membantu mempercepat penyembuhan luka.

Bahan yang kerap dijadikan pemanis alami ini telah sejak lama digunakan untuk mengatasi luka sayat hingga luka bakar. Lantas, apakah klaim ini telah terbukti secara ilmiah?

Manfaat madu untuk penyembuhan luka

Fungsi madu ternyata tidak sebatas menjadi pemanis alami bagi makanan ataupun bahan masker untuk memperhalus kulit wajah.

Mengutip tinjauan ilmiah dalam jurnal Wounds, madu memiliki sederet komponen yang punya manfaat untuk mengobati luka.

Berikut adalah khasiat madu yang bisa membantu proses pemulihan, baik luka terbuka maupun luka tertutup, di dalam tubuh:

1. Menghambat infeksi pada luka

Madu mengandung banyak senyawa antibakteri, di antaranya nitrogen monoksida dan hidrogen peroksida. Manfaat madu ini bisa mencegah risiko terjadinya infeksi pada luka.

Nitrogen monoksida bekerja dengan cara memicu respons kekebalan tubuh, meredakan peradangan, serta menghambat pergerakan bakteri.

Sementara itu, hidrogen peroksida dapat membunuh bakteri di sekitar area luka, merangsang pembelahan sel baru, serta memancing munculnya makrofag.

Makrofag adalah sel darah putih yang ‘memakan’ bakteri ataupun zat asing lain yang dianggap mengancam tubuh.

2. Mempercepat pemulihan luka

Manfaat madu untuk luka berasal dari nilai pH-nya yang rendah, yakni antara 3,2 hingga 4,5 pH.

Nilai pH menggambarkan tingkat keasaman suatu larutan. Semakin rendah nilai pH, semakin asam sifat larutan tersebut.

Ketika dioleskan pada luka, pH madu yang rendah mencegah kinerja enzim protease. Hal ini sangat penting bagi pemulihan luka.

Sebab jika terdapat protease, enzim ini akan memecah protein sehingga luka menjadi sulit disembuhkan.

madu untuk luka

3. Meredakan pembengkakan

Gula alami dalam madu dapat menarik air dari jaringan yang rusak akibat luka.

Efek ini dapat meredakan pembengkakan serta merangsang aliran getah bening menuju area tersebut. Cairan getah bening akan membawa sel darah putih untuk mencegah infeksi.

Tidak hanya itu, gula dalam madu juga menarik air keluar dari sel bakteri. Dengan begitu, bakteri tidak bisa berfungsi ataupun memperbanyak diri.

Lambat laun, bakteri di sekitar area luka akan mati sehingga luka terlindungi dari infeksi.

4. Mencegah bekas luka

Manfaat lain yang jarang diketahui dari madu adalah mencegah munculnya bekas luka. Peradangan pada luka bisa memicu pembentukan radikal bebas.

Seiring waktu, radikal bebas akan merangsang produksi kolagen berlebih sehingga terbentuk bekas luka menonjol atau keloid.

Kandungan antioksidan pada madu dapat menangkal radikal bebas pada jaringan luka dan mencegah pembentukan keloid.

Saat dioleskan pada luka, kandungan antioksidan dapat merangsang pembelahan sel sehingga terbentuk jaringan kulit yang lebih halus.

Manfaat madu yang satu ini sangat penting untuk pemulihan luka bakar yang bisa menyebabkan bekas luka bakar yang sulit hilang.

Jenis luka yang bisa diobati dengan madu

luka terasa perih

Tidak semua luka dapat diobati dengan madu. Agar penanganannya tepat, berikut jenis-jenis luka yang bisa diobati dengan madu:

  • luka karena trauma atau cedera seperti lecet atau luka potong,
  • jenis luka bakar derajat rendah,
  • luka karena terlalu lama berbaring di kasur,
  • jenis luka tertutup akibat aliran darah yang tidak lancar, dan
  • luka kaki pada pengidap diabetes.

Cara mengobati luka dengan madu

Sebelum menggunakan bahan alami ini, pastikan luka pada kulit Anda tidak terlalu dalam, tidak termasuk untuk luka bakar berat, serta tidak mengeluarkan nanah.

Selain madu murni, Anda bisa memilih madu Manuka. Jenis madu ini mengandung senyawa methylgloxal yaitu senyawa yang bersifat sitotoksik (membunuh bakteri).

Madu Manuka juga memiliki molekul berukuran kecil. Dengan begitu, zat aktif bisa lebih mudah masuk ke kulit untuk membunuh bakteri pada luka.

Madu sebagai obat batuk alami untuk anak

Berikut adalah langkah-langkah menggunakan madu untuk menyembuhkan luka:

  • Cuci kedua tangan Anda dengan air mengalir dan sabun. Pastikan penutup luka, seperti kain kassa dan kapas, dalam keadaan bersih.
  • Oleskan madu murni atau madu Manuka pada kapas, lalu tempelkan pada kulit yang terluka.
  • Tutup kapas tersebut dengan perban bersih, kemudian rekatkan ujungnya dengan plester agar madu tidak berceceran.
  • Ganti perban dengan rutin, bisa dilakukan satu hari sekali.
  • Cuci kembali tangan Anda hingga bersih.

Madu memiliki manfaat besar dalam mengatasi luka ringan. Kandungan antibakteri, antioksidan, dan nilai pH-nya efektif menghambat pertumbuhan bakteri sehingga luka lekas pulih tanpa risiko infeksi.

Meski demikian, Anda tetap perlu memantau perkembangan luka setelah menggunakan pemanis alami ini pada kulit.

Segera hentikan pemakaian apabila muncul reaksi alergi terhadap madu atau luka tidak kunjung sembuh setelah beberapa hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Jull, A., Cullum, N., Dumville, J., Westby, M., Deshpande, S., & Walker, N. (2015). Honey as a topical treatment for wounds. Cochrane Database Of Systematic Reviews. doi: 10.1002/14651858.cd005083.pub4

Molan, P., Rhodes, T. (2015). Honey: A Biologic Wound Dressing. Wounds, 27(6), 141-151.

Alam, F., Islam, M. A., Gan, S. H., & Khalil, M. I. (2014). Honey: a potential therapeutic agent for managing diabetic wounds. Evidence-based complementary and alternative medicine: eCAM, 2014, 169130. doi:10.1155/2014/169130.

Stewart, J. A., McGrane, O. L., & Wedmore, I. S. (2014). Wound care in the wilderness: is there evidence for honey?Wilderness & environmental medicine25(1), 103-110.

Vijaya, K. K., & Nishteswar, K. (2012). Wound healing activity of honey: A pilot study. Ayu, 33(3), 374–377. doi:10.4103/0974-8520.108827.

Foto Penulis
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 27/04/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x