4 Cara Mengontrol Berat Badan di Usia Lanjut Supaya Mencegah Kehilangan Massa Otot

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menurunkan berat badan bisa jadi salah satu cara untuk menurunkan risiko atau keparahan penyakit. Contohnya saja risiko patah tulang karena penyakit osteoporosis lebih bisa dicegah jika berat badan tidak berlebih. Namun, jika Anda mempunyai berat badan berlebih di usia lanjut, tampaknya mengurangi asupan makan atau melakukan diet bukan merupakan cara terbaik. Diet yang dilakukan untuk mengontrol berat badan di usia lanjut mungkin agak berbeda dengan diet biasanya.

Jangan terlalu fokus untuk menurunkan berat badan

Penurunan berat badan memang dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit serta meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan. Namun, bagi para lansia, penurunan berat badan yang cukup besar mungkin bukan merupakan suatu hal yang baik.

Orang lanjut usia dapat mengalami kehilangan massa otot yang lebih besar jika melakukan penurunan berat badan yang berlebihan. Hal ini membuat lansia mengalami keterbatasan fisik untuk melakukan berbagai aktivitas.

Untuk itu, sebaiknya orang usia lanjut jangan terlalu fokus untuk menurunkan berat badan. Yang harus dilakukan adalah mengontrol berat badan agar tidak mengalami kenaikan, serta mencegah kelebihan lemak tubuh dan meningkatkan massa otot.

Lalu, bagaimana cara mengontrol berat badan di usia lanjut?

Dua hal utama yang harus dilakukan untuk mengontrol berat badan di usia lanjut adalah menjaga asupan makan dan melakukan olahraga teratur. Beberapa tips yang bisa membantu Anda dalam mengontrol berat badan adalah:

1. Lakukan olahraga yang melatih kekuatan otot

Melakukan olahraga dapat membakar lebih banyak kalori yang masuk ke tubuh melalui makanan. Dengan begitu, tidak akan terjadi penumpukan kalori di tubuh. Lama-kelamaan, hal ini juga bisa menurunkan berat badan sedikit demi sedikit.

Pilihlah jenis olahraga yang melatih kekuatan otot Anda. Hal ini dilakukan untuk mencegah kehilangan massa otot. Dengan begitu, tubuh juga akan membakar kalori lebih banyak. Semakin banyak massa otot yang Anda miliki, semakin banyak juga kalori yang dapat dibakar tubuh. Contoh olahraga yang bisa Anda lakukan untuk melatih kekuatan otot adalah yoga dan pilates.

2. Makan banyak protein

Salah satu cara untuk mempertahankan massa otot di usia lanjut adalah dengan mengonsumsi banyak makanan berprotein tinggi. Setidaknya, Anda harus mengonsumsi makanan sumber protein sebanyak 1 gr per kg berat badan Anda. Misalnya, berat badan Anda 65 kg maka Anda harus mengonsumsi protein sebanyak 65 gr.

Contoh makanan berprotein tinggi adalah daging, ayam, ikan, dan telur. Tak hanya untuk mempertahankan massa otot, protein juga dapat membuat Anda kenyang lebih lama, sehingga mencegah Anda dari makan berlebih.

3. Batasi makanan tinggi kalori dan gula

Makanan tinggi kalori dan tinggi gula dapat menyumbang kalori berlebih pada tubuh Anda, sehingga hal ini justru dapat membuat Anda mengalami kenaikan berat badan. Selain itu, makanan yang tinggi kalori dan gula biasanya juga tidak mengandung banyak nutrisi penting. Sehingga, tidak memberikan manfaat apapun untuk kesehatan Anda.

Konsumsilah banyak sayuran dan buah-buahan karena mengandung banyak nutrisi. Sayur dan buah juga mengandung karbohidrat dan tinggi serat yang dapat membantu Anda kenyang lebih lama. Serat juga dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan Anda.

4. Minum banyak air

Seiring pertambahan usia, mungkin Anda semakin tidak menyadari jika diri Anda haus. Padahal, Anda membutuhkan banyak air untuk mempertahankan fungsi tubuh yang normal. Minum air juga mencegah Anda dari kelaparan berlebih.

Setidaknya, Anda harus minum air putih sebanyak 8 gelas per hari. Anda bisa memeriksa warna urine Anda untuk melihat apakah Anda sudah cukup minum atau belum. Jika warna urin Anda kuning agak pekat, artinya Anda masih harus minum lebih banyak air lagi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

Menikmati hidup dapat meningkatkan kebugaran lansia, dan kebugaran juga dibutuhkan untuk bisa menikmati hidup. Caranya? Terapkan gaya hidup sehat ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
gaya hidup sehat lansia
Kebugaran, Hidup Sehat 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (infeksi saluran kencing) adalah ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Apa gejalanya? Bagaimana menangani kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Meski timbangan menunjukkan berat badan Anda 3 kg lebih ringan, kalau dietnya salah, jangan-jangan jumlah lemak tubuh tidak berkurang sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
osteoarthritis adalah

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
diet tinggi serat

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit