6 Obat Pelancar Haid untuk Anda yang Sering Telat Datang Bulan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tidak semua wanita mestruasinya selalu teratur. Sebagian wanita sering telat haid karena alasan tertentu. Siklus mens yang tidak teratur umumnya tidak selalu mengkhawatirkan. Namun jika Anda berencana hamil, mungkin ada baiknya mulai “membereskan” siklus haid Anda dari sekarang. Selain dengan membiasakan hidup lebih sehat, dokter biasanya dapat merekomendasikan obat pelancar haid untuk Anda minum. Apa saja pilihannya?

Pilihan obat pelancar haid yang biasa diresepkan dokter

obat antibiotik untuk diare

Obat pelancar haid sebenarnya adalah obat penyubur kandungan. Obat ini membantu tubuh memproduksi hormon-hormon yang mengatur pelepasan sel telur. Selain itu, obat pelancar mens juga menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh yang kerap menghambat ovulasi.

Obat-obatan ini bekerja seperti hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH) yang alami diproduksi tubuh untuk memicu proses ovulasi.

Namun sebelum menemukan obat pelancar haid yang tepat, Anda perlu tahu dahulu apa penyebab haid tidak teratur. Untuk mengetahuinya, tentu saja Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.

Setelah tahu pasti, barulah dokter akan merekomendasikan pilihan obat pelancar haid seperti:

1. Clomiphene atau serophene

Obat clomiphene citrate (Clomid) atau serophene sering diberikan pada wanita yang ovulasinya tidak teratur.

Obat ini dikenal sebagai obat penghambat estrogen. Ketika estrogen terhambat, kelenjar hipotalamus dan hipofisis di otak melepaskan hormon GnRH (gonadotropin-releasing hormone), FSH (follicle-stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone). Ketiga hormon ini berfungsi merangsang ovarium menghasilkan lebih banyak sel telur.

Sekitar 60-80% wanita yang minum clomiphene akan berovulasi dalam 7 hari setelah dosis terakhir.  Ketika ovulasi mulai teratur, siklus haid akan lebih lancar dan peluang kehamilan pun meningkat.

Berbagai gejala yang biasanya muncul sebagai efek samping obat pelancar haid ini yaitu mual, kembung, sakit kepala, dan hot flashes (sensasi panas dalam tubuh). Namun, tak perlu khawatir karena efeknya termasuk ringan.

2. Gonadotropin

Beberapa obat pelancar menstruasi juga ada yang berupa hormon gonadotropin sintetis untuk disuntikkan ke dalam tubuh. Jenis yang paling sering digunakan adalah human chorionic gonadotropin (hCG), Follicle-stimulating hormone (FSH), atau Gonadotropin-releasing hormone agonist (GnRH agonist).

Ketiga hormon ini sebenarnya diproduksi alami oleh tubuh, tapi jumlahnya tidak mencukupi sehingga butuh asupan tambahan. Hormon-hormon tersebut bekerja merangsang indung telur lebih aktif untuk memproduksi dan melepaskan sel telur agar menstruasi Anda lebih lancar. Hormon hCG misalnya berguna untuk mematangkan telur dan memicu pelepasannya saat ovulasi.

Efek sampingnya bervariasi, tapi umumnya adalah bengkak dan memar kemerahan sementara pada area kulit yang disuntik. Selain itu, obat ini juga bisa menyebabkan rahim jadi lebih lunak karena penumpukan cairan.

3. Pil KB

Selain mencegah kehamilan, pil KB juga bisa digunakan sebagai obat pelancar haid.

Dilansir dari Health Direct selaku laman milik Kementerian Kesehatan Australia, haid akan kembali lancar setelah 6 bulan minum pil KB secara teratur dan tepat. Dengan begitu, Anda bisa lebih akurat memprediksi jadwal haid berikutnya.

Obat ini bekerja meningkatkan produksi protein globulin yang mengikat hormon seks. Protein ini mampu mengikat hormon androgen utama yaitu testosteron di dalam darah. Dari berbagai kemungkinan penyebab haid tidak teratur, salah satu faktornya adalah kelebihan hormon androgen. Dengan mengurangi aktivitas testosteron, otomatis haid yang tidak teratur bisa mulai tertata kembali.

Selain memperlancar haid, obat ini juga bisa mengurangi nyeri PMS yang meliputi kram perut, jerawat, dan pertumbuhan rambut halus berlebih di wajah.

Akan tetapi, Anda juga tak boleh menutup mata akan efek samping yang mungkin muncul. Berbagai efek samping dari pil KB yaitu:

  • Mood atau suasana hati yang mudah berubah
  • Kenaikan atau penurunan berat badan yang cukup banyak
  • Perut kembung
  • Nyeri pada payudara
  • Perdarahan tidak teratur

4. Progestin

Progestin adalah hormon buatan yang memiliki fungsi sama dengan progesteron. Progesteron adalah hormon yang diproduksi di ovarium, plasenta, dan kelenjar adrenalin. Hormon ini berguna untuk mempersiapkan tubuh menuju pembuahan, mengendalikan hasrat seks, dan mengatur siklus haid bulanan.

Jika haid tidak lancar, progestin bisa jadi obat pelancar haid untuk menyeimbangkan kadar estrogen dalam tubuh. Banyak wanita merasa terbantu dengan progestin dosis rendah untuk mengembalikan jadwal haid yang semestisnya.

Perlu diketahui bahwa progestin termasuk obat yang bisa menimbulkan berbagai efek samping seperti:

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Perut kembung
  • Keputihan
  • Hilangnya hasrat seks
  • Nyeri pada payudara

Jika efek samping yang dirasakan bertambah dan semakin parah, segera konsultasikan ke dokter untuk dicari alternatif lainnya. Pasalnya, respon tubuh tiap wanita terhadap pil KB berbeda-beda.

Progestin juga menjadi bahan aktif dalam suntik KB dan KB spiral atau IUD Mirena.

5. Metformin

Metformin adalah obat yang sebenarnya ditujukan untuk merangsang sensitivitas insulin dan mengendalikan diabetes. Namun, obat ini juga berguna untuk menyeimbangkan hormon estrogen dan androgen pada wanita pengidap PCOS.

PCOS adalah salah satu faktor penyebab yang membuat menstruasi menjadi tidak teratur. PCOS merupakan kondisi di mana kadar hormon androgen di dalam tubuh terlalu tinggi sehingga mengacaukan kerja hormon lainnya.

Selain itu, wanita dengan PCOS terutama yang memiliki indeks massa tubuh di atas 35 atau tergolong obesitas kemungkinan mengalami resistensi insulin. Resistensi inilah yang menambah masalah pada proses ovulasi yang menyebabkan haid jadi tidak teratur. Metformin membantu untuk melawan resistensi insulin ini.

Untuk mengatasi PCOS, dokter membutuhkan obat yang bisa mengembalikan keseimbangan hormon di dalam tubuh. Ketika kedua hormon ini seimbang, tubuh mulai bisa berovulasi dengan teratur sehingga haid pun menjadi lancar.

6. Bromociptine (Parlodel)

Bromociptine adalah obat untuk mengobati gangguan akibat kelebihan prolaktin. Gejala-gejalanya termasuk haid yang tidak lancar, keluarnya cairan dari puting susu, turunnya minta seks, hingga sulit hamil. Oleh karenanya obat ini juga bisa digunakan sebagai pelancar haid.

Bromociptine tersedia dalam bentuk kapsul dan tablet. Untuk dosisnya, dokter akan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh Anda. Umumnya dokter akan memberikan dosis yang rendah terlebih dahulu dan kemudian dinaikkan secara bertahap.

Usahakan untuk minum obat di waktu yang sama setiap hari agar obat bisa bekerja maksimal. Jangan menghentikan pengobatan jika belum ada arahan dari dokter.

Efek samping bromociptine yang paling utama yaitu perubahan pada gula darah, bisa rendah bisa juga tinggi. Beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai yaitu:

  • Mual
  • Muntah
  • Mulas
  • Diare
  • Sembelit
  • Kram perut
  • Selera makan hilang
  • Sakit kepala
  • Keliyengan atau pusing
  • Lemas

Apa pun obat yang Anda gunakan, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Jangan asal minum obat karena tiap produk bisa memberikan reaksi berbeda pada tiap orang yang tak selalu positif.

Untuk menghindari berbagai kemungkinan negatif yang akan muncul, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Anda juga tidak perlu sungkan untuk berbicara dengan dokter jika obat pelancar haid yang diberikan ternyata tidak berdampak apa pun.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca