Keputihan Sebelum Haid, Normal Atau Tidak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sebagian besar wanita mengalami keputihan sebelum haid, tetapi kondisi ini tidak akan memengaruhi siklus maupun durasi haid itu sendiri. Lantas, apakah kondisi ini merupakan kondisi yang normal atau justru membahayakan?

Penyebab keputihan sebelum haid

Ciri utama dari keputihan adalah keluarnya lendir dari vagina. Lendir tersebut diproduksi oleh kelenjar pada mulut rahim. Fungsinya adalah untuk membersihkan vagina dari bakteri dan melindunginya dari kuman penyebab penyakit.

Lendir keputihan mengandung cairan yang berasal dari sel-sel vagina, bakteri, air, serta hormon reproduksi. Rata-rata, seorang wanita memproduksi lendir vagina sebanyak 4 mililiter atau setara dengan satu sendok teh.

Produksi lendir vagina dapat meningkat saat Anda berolahraga, menjalani kegiatan berat, mengalami stres, serta melakukan hubungan intim. Produksi lendir saat berhubungan intim juga penting untuk melindungi vagina dari gesekan selama penetrasi.

Keputihan yang Anda alami sebelum haid, merupakan bagian dari siklus menstruasi. Sebelum sel telur dilepaskan dari ovum (ovulasi), produksi lendir vagina meningkat secara drastis. Inilah yang membuat banyak wanita mengalami keputihan sebelum masa haid dimulai.

Selama periode ini, produksi hormon estrogen turut meningkat. Estrogen membuat lendir vagina tampak lebih jernih dan encer. Pada 2-3 hari setelah haid, lendir vagina akan tampak lebih kental dan berwarna putih akibat peningkatan hormon progesteron.

Beberapa hari setelahnya, produksi hormon progesteron kembali normal. Lendir vagina akan tampak jernih dan sedikit kental hingga Anda kembali memasuki masa ovulasi dan mengulang siklus menstruasi.

Walaupun demikian, normal atau tidaknya keputihan tergantung dari jumlah dan warna lendir yang keluar dari vagina.

Ciri keputihan yang tidak normal

keputihan berdarah apakah normal?

Ada berbagai tipe lendir yang keluar dari vagina saat wanita mengalami keputihan. Untuk memastikan keputihan yang Anda alami sebelum haid terbilang normal atau tidak, Anda perlu memerhatikan warna dan kekentalannya.

Berikut adalah beberapa tipe keputihan dan penyebabnya:

1. Berwarna putih

Lendir kental berwarna putih menandakan keputihan yang normal. Kondisi ini dapat terjadi sebelum maupun sesudah menstruasi. Keduanya sama-sama normal selama tidak disertai dengan gejala lain.

Akan tetapi, Anda perlu waspada bila lendir tampak berwarna putih dan menggumpal. Kondisi keputihan seperti ini dapat menjadi gejala dari infeksi jamur. Segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Tampak jernih

Lendir vagina yang tampak jernih juga menandakan keputihan normal. Jika lendir tampak kental, besar kemungkinan Anda sedang mengalami ovulasi. Ini berarti Anda akan mengalami menstruasi dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, lendir vagina yang jernih dan encer dapat terjadi kapan saja di luar periode ovulasi. Hal ini sepenuhnya normal selama Anda tidak mengalami gejala lain.

3. Berwarna kuning atau hijau

Keputihan sebelum haid bisa menjadi tidak normal apabila lendir vagina tampak berwarna kuning atau hijau. Biasanya, lendir vagina juga tampak sangat kental, menggumpal, dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Lendir berwarna kuning dan hijau dapat menandakan infeksi bakteri trikomoniasis. Namun, ada pula beberapa wanita yang mengalami keputihan seperti ini setelah mengonsumsi suplemen tertentu.

4. Merah atau cokelat

Keputihan dengan warna merah atau cokelat tergolong normal apabila terjadi selama menstruasi atau beberapa hari setelahnya. Keputihan yang disertai sedikit bercak darah juga normal dan disebut sebagai spotting.

Meski begitu, waspadalah jika Anda terus-menerus mengalami keputihan seperti ini di luar periode menstruasi. Keputihan berwarna merah dan cokelat dapat menandakan pertumbuhan jaringan fibroid pada rahim atau kanker serviks.

Selama lendir vagina tampak normal, keputihan sebelum haid bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan. Hal ini sepenuhnya menandakan bahwa Anda sedang mengalami ovulasi menjelang haid.

Apabila Anda masih merasa ragu, Anda dapat mendiskusikan masalah ini dengan dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan terhadap lendir vagina untuk mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca