Bongkar 4 Mitos Seputar Keramas yang Tidak Perlu Lagi Anda Percaya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Semua orang ingin memiliki rambut sehat dan indah. Sayangnya, masih banyak orang yang cara merawat rambutnya ternyata keliru karena terus percaya dengan berbagai mitos seputar keramas.

Berbagai mitos tentang keramas yang ternyata salah besar

Memiliki rambut sehat tidak hanya jadi impian. Anda bisa memilikinya jika Anda merawat rambut dengan benar dan tekun. Anda perlu rutin membersihkannya dengan produk perawatan rambut yang tepat, dan mengurangi berbagai aktivitas yang merusak rambut, seperti mewarnai rambut.

Bukan hanya itu, Anda juga perlu meninggalkan mitos seputar perawatan rambut yang tidak jelas buktinya. Mitos ini bisa menimbulkan kesalahpahaman dan berisiko merusak kesehatan rambut.

Berikut beberapa mitos seputar keramas dan penggunaan sampo yang tidak perlu Anda percaya lagi.

1. Mitos: sering keramas bikin rambut panjang

Sebagian besar orang percaya kalau keramas sering-sering membuat rambut cepat panjang. Namun kenyataannya, dua hal ini tidak berhubungan. Memanjangkan rambut dengan sering keramas hanyalah mitos belaka.

Merangkum WebMD, rambut memiliki fase pertumbuhannya sendiri. Rambut akan tumbuh sendiri, umumnya 15 cm per tahun atau 0,44 mm per hari. Namun, setiap orang memiliki laju pertumbuhan rambut yang berbeda-beda.

Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan sering keramas dapat mempercepat pertumbuhan rambut. Faktanya, tujuan keramas bukan untuk memanjangkan rambut, melainkan membersihkan rambut dari kotoran.

2. Mitos: sering keramas merusak rambut

“Jangan sering keramas, nanti rambutmu rusak, lho!” Ungkapan ini pasti familiar di telinga Anda. Sayang, ini tidak sepenuhnya benar.

Bagi orang yang berketombe, sering berkeramas dapat menjaga rambut dan kulit kepala tetap bersih. Begitu juga dengan orang yang mudah berkeringat dan memiliki rambut berminyak, seperti yang disarankan American Academy of Dermatology.

Jika orang berketombe dan kondisi rambutnya berminyak kemudian jarang keramas, kondisi rambutnya akan semakin parah. Rambut menjadi lembap dan kotor karena kulit kepala yang mengelupas terus menumpuk. Kondisi rambut seperti ini pasti membuat Anda jadi tidak nyaman, bukan? Jadi, orang dengan masalah ini malah disarankan untuk sering keramas.

Namun, sering keramas memang bisa mendatangkan masalah bagi yang tipe rambutnya normal. Paparan bahan kimia bisa membuat rambut jadi kering. Jadi, seberapa sering keramas bergantung pada kebutuhan dan kondisi rambut Anda.

3. Mitos: tubuh akan kebal dengan sampo yang biasa Anda pakai untuk keramas

Tahukah alasan kenapa sampo yang sama terus-menerus tidak efektif untuk merawat rambut? Sebagian besar orang percaya ini terjadi karena tubuh Anda kebal dengan bahan aktif yang ada di sampo. Layaknya, cara kerja obat antibiotik dengan bakteri tertentu di dalam tubuh.

Meskipun kelihatannya benar, ini hanya mitos. Sampo yang sudah lama Anda gunakan memang tidak terus-menerus memberikan efek yang maksimal dalam merawat rambut. Alasannya, karena kondisi rambut Anda yang terus berubah. Baik itu dipengaruhi oleh usia, cuaca, aktivitas, dan kondisi medis tertentu.

4. Mitos: keramas dengan sampo yang banyak busa itu lebih bersih

Mitos terakhir yang tidak perlu lagi Anda percaya, yakni semakin banyak busa sampo yang dihasilkan saat keramas artinya lebih efektif membersihkan rambut.

Perlu Anda ketahui bahwa busa hanya komponen tambahan untuk memberi tahu area rambut yang sudah terkena sampo. Namun, tidak semua produk sampo dilengkapi dengan agen penghasil busa. Jadi, jangan lagi memilih sampo yang cocok untuk rambut berdasarkan banyaknya busa.

Sudah tahu mitos apa saja yang beredar mengenai keramas dengan sampo? Nah, diharapkan Anda tidak lagi salah menerapkan perawatan rambut dan menggunakan sampo dengan benar.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca