home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Untuk Keramas, Harus Berapa Hari Sekali Sih?

Untuk Keramas, Harus Berapa Hari Sekali Sih?

Keramas (cuci rambut) dilakukan dengan cara membilas kulit kepala dan rambut dengan sampo yang dicampur air. Kemudian, rambut akan dibilas dengan air hingga bersih. Namun, Anda mungkin bertanya-tanya, berapa hari sekali keramas harus dilakukan?

Faktor penentu keramas berapa hari sekali

jerawat di kulit kepala

Pada dasarnya, kebutuhan keramas setiap orang berbeda-beda. Beberapa orang mungkin baik-baik saja tidak keramas beberapa hari. Sementara itu, tidak sedikit yang rambutnya akan bau atau lepek saat tidak keramas meski hanya satu hari.

Walaupun demikian, rata-rata orang biasanya keramas setidaknya 2 – 3 hari sekali. Bila dilakukan dengan benar, aturan keramas berapa hari sekali akan sangat membantu merawat rambut.

Beberapa orang menyiasati permasalahan rambut bau dan lepek dengan menggunakan sampo yang memiliki kandungan parfum mawar dengan formulasi busa lembut. Hal ini agar rambut dapat wangi tahan lama dan tampak lembut hingga 48 jam setelah keramas.

Untuk hasil terbaik, kenali dahulu apa saja faktor yang menentukan seberapa sering Anda harus keramas di bawah ini.

1. Kadar minyak pada kulit kepala

Minyak merupakan alasan terbesar mengapa rambut dianggap karena bisa menyebabkan rambut lepek berminyak. Namun, ada sejumlah faktor yang memengaruhi kadar minyak (sebum) yang dihasilkan oleh kulit kepala, seperti:

  • usia,
  • faktor genetik,
  • jenis kelamin, dan
  • lingkungan.

Sebagai contoh, anak dan lansia biasanya tidak memproduksi sebum sebanyak remaja atau orang dewasa antara usia 20-an hingga 30-an. Meski Anda pernah memiliki kulit kepala yang berminyak, bagian ini akan menjadi lebih kering seiring usia.

Selain itu, kebanyakan orang hanya menghasilkan minyak yang cukup untuk dibersihkan setiap beberapa hari sekali. Jadi, Anda tidak perlu keramas setiap hari meski memiliki jenis kulit kepala berminyak.

2. Jenis rambut

Salah satu faktor penentu aturan keramas berapa hari sekali yakni jenis rambut yang Anda miliki. Tekstur atau jenis rambut memengaruhi kecepatan sebum atau minyak pada rambut dan kulit kepala, menuju akar rambut.

Rambut keriting dan bergelombang

Bila memiliki rambut yang kasar atau keriting, Anda dianjurkan mencuci rambut tiga hari sekali. Pemilik rambut keriting tidak direkomendasikan keramas lebih dari dua kali dalam seminggu guna mencegah kerontokan rambut.

Hal tersebut juga berlaku pada tekstur rambut yang bergelombang karena perlu mencuci rambut setidaknya tiga kali seminggu.

Rambut lurus

Lain halnya dengan rambut keriting dan bergelombang, jenis rambut lurus ternyata harus keramas lebih sering.

Hal ini dikarenakan rambut lurus lebih mudah dilapisi oleh sebum, sehingga lebih cepat berminyak. Guna mencegah tampilan rambut berminyak, pemilik rambut lurus perlu mencuci rambutnya sesering mungkin.

3. Jenis aktivitas yang dilakukan

Keringat yang dihasilkan setelah menjalani aktivitas berat menjadi faktor besar berapa hari sekali keramas. Menurut ahli dermatologi, Shilpi Khetarpal MD pada Cleveland Clinic, Anda tidak perlu keramas setiap hari meski sering berolahraga.

Meski begitu, kebiasaan ini masih memerlukan banyak pertimbangan seperti jenis rambut, tekstur, dan jumlah produksi minyak harian.

Hal ini dikarenakan keringat dapat menyebarkan sebum dan membuat rambut tampak kotor, serta berbau tidak sedap. Bila hal ini mengganggu Anda, sebaiknya cuci rambut setelah olahraga, setiap menggunakan topi, atau sehabis helm dalam waktu lama.

4. Ketebalan rambut

Selain jenisnya, setiap orang memiliki ketebalan rambut yang berbeda, mulai dari tipis dan sangat halus hingga sangat tebal. Sebagai contoh, penggemar olahraga atau orang yang tinggal di tempat lembap dianjurkan untuk lebih sering keramas.

Pasalnya, kedua kategori tersebut lebih rentan menghasilkan lebih banyak minyak pada kulit kepala mereka. Itu sebabnya, mereka perlu mengurangi minyak dengan keramas setidaknya dua kali sehari untuk mencegah rambut tampak lepek berminyak.

Bila Anda termasuk pemilik rambut yang tipis atau tebal, cobalah untuk keramas beberapa hari sekali agar rambut tidak terlalu kering.

5. Cara menata rambut

Di era modern seperti ini, banyak orang, terutama wanita, yang mencoba berbagai gaya rambut baru dengan sejumlah produk, seperti:

Bila Anda sering melakukan penataan rambut, sangat direkomendasikan untuk tidak sering keramas. Hal ini dikarenakan rambut yang terpapar panas dari alat atau bahan kimia lebih mudah kering.

Ciri-ciri keramas terlalu sering

kesalahan saat keramas

Setelah mengetahui berapa hari sekali keramas perlu dilakukan, Anda perlu mengenali ciri-ciri rambut yang terlalu sering dicuci, seperti:

Jika hal ini terjadi, Anda mungkin lebih berisiko terhadap kerontokan rambut.

Bagaimana dengan jarang mencuci rambut?

Di sisi lain, tidak mencuci rambut sesuai kebutuhan bisa menyebabkan masalah ketombe dan dermatitis seboroik pada beberapa kasus.

Umumnya, pengobatan dermatitis seboroik dilakukan dengan sampo obat yang bisa didapatkan di apotek atau lewat resep dokter.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar berapa hari sekali keramas perlu dilakukan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Dirty Truth About Washing Your Hair. (2018). Cleveland Clinic. Retrieved 28 April 2021, from https://health.clevelandclinic.org/the-dirty-truth-about-washing-your-hair/ 

Tips for Healthy Hair. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 28 April 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/hair-scalp-care/hair/healthy-hair-tips 

Safe Hair Care Spares Hair, Johns Hopkins Dermatologists Report. (2016). John Hopkins. Retrieved 28 April 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/news/media/releases/safe_hair_care_spares_hair_johns_hopkins_dermatologists_report 

African American Hair: Tips for Everyday Care. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 28 April 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/hair-scalp-care/hair/care-african-american 

D’Souza, P., & Rathi, S. K. (2015). Shampoo and Conditioners: What a Dermatologist Should Know?. Indian journal of dermatology, 60(3), 248–254. https://doi.org/10.4103/0019-5154.156355. Retrieved 28 April 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Luthfiya Rizki Diperbarui 6 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro