Seberapa Sering Sih, Kita Harus Keramas?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Salah satu aktivitas yang paling sering dilakukan saat mandi adalah keramas. Keramas alias cuci rambut merupakan perawatan terhadap rambut dengan cara mencuci rambut dan kulit kepala dengan shampo yang dicampurkan dengan air, kemudian dibilas menggunakan air hingga bersih. Namun, Anda mungkin pernah bertanya-tanya seberapa sering Anda perlu untuk keramas. Setiap hari, dua hari sekali, atau bahkan seminggu sekali?

Untuk mengetahui seberapa sering keramas perlu dilakukan, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai shampo dan frekuensi keramas yang perlu Anda lakukan.

Bagaimana cara kerja shampo?

Saat keramas, shampo yang Anda gunakan akan menangkap minyak yang ada pada rambut dan kulit kepala Anda, sehingga jika Anda keramas dengan shampo terlalu sering (misalkan satu hari satu kali), maka hal tersebut akan menyebabkan rambut Anda kering dan rentan terhadap kerusakan rambut. Yang harus Anda ketahui adalah bahwa rambut Anda memproduksi minyak alami yang dikenal dengan istilah sebum; dan shampo yang Anda gunakan akan menangkap minyak, kotoran, dan residu produk yang berlebihan yang ada sehingga dapat membersihkan rambut dan kulit kepala Anda.

Fakta lainnya adalah bahwa setiap orang memproduksi sebum atau minyak pada rambut dan kulit kepala Anda. Produksi sebum tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormon. Bahkan ternyata, hormon tersebut bertanggung jawab untuk terjadinya lonjakan produksi sebum selama masa pubertas, yang akan menyebabkan Anda memiliki banyak rambut berminyak dan jerawat.

Bagaimana cara menentukan apakah saya harus keramas setiap hari atau tidak?

Kebutuhan keramas setiap orang berbeda-beda. Mungkin akan ada orang yang akan baik-baik saja kalau tidak keramas beberapa hari; namun ada juga orang yang rambutnya akan bau atau lepek saat tidak keramas bahkan hanya dalam satu hari saja. Namun, rata-rata orang biasanya keramas setidaknya 2-3 hari sekali.

Oleh karena itu berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda pahami sebelum memutuskan untuk menentukan frekuensi keramas Anda.

1. Tekstur/jenis Rambut

Tekstur rambut Anda ternyata mempengaruhi kecepatan sebum atau minyak pada rambut dan kulit kepala Anda, menuju akar rambut. Pada rambut yang kasar atau keriting, sebum akan lebih lambat dalam mencapai akar rambut, sehingga jika Anda memiliki rambut yang kasar atau keriting, Anda dianjurkan untuk keramas tiga hari. Tidak dianjurkan untuk keramas lebih dari dua kali dalam seminggu pada orang dengan rambut sangat keriting, untuk mencegah kerontokan rambut.  

Bagi Anda yang memiliki rambut bergelombang, Anda dianjurkan untuk keramas tiga kali seminggu. Dan bagi Anda yang memiliki rambut lurus, Anda harus keramas lebih sering, yaitu setiap hari.

2. Ketebalan rambut

Orang yang memiliki tipe rambut yang tipis dan sangat halus, orang yang sering berolahraga, atau orang yang tinggal di tempat lembab dianjurkan untuk sering keramas. Alasannya sederhana, yaitu karena orang-orang tersebut lebih rentan untuk memiliki minyak pada rambut dan kulit kepala yang berlebih, sehingga untuk menguranginya perlu untuk keramas dengan shampo setiap hari. Jika tidak, maka rambut mereka akan terlihat sangat berminyak atau lepek. Lalu, jika Anda termasuk orang yang memiliki tipe rambut tipis dan tebal, maka Anda diperbolehkan untuk keramas beberapa hari sekali.

3. Jenis kulit rambut

Seberapa sering Anda perlu keramas sangat bergantung pada jenis kulit rambut Anda. Menurut American Academy of Dermatology, jika kulit kepala Anda secara alami sangat berminyak, Anda dapat mencuci rambut Anda lebih sering, bahkan setiap hari, tanpa perlu khawatir hal tersebut akan merusak rambut Anda. Jika jenis kulit dan rambut Anda adalah normal (tidak super berminyak dan tidak super kering) atau cenderung kering, Anda hanya perlu keramas sekali atau dua kali dalam seminggu. Jika Anda memiliki kulit kepala berminyak namun tidak berlebihan, Anda bisa keramas setidaknya dua hari sekali.

Selain itu, faktor umur ternyata berperan dalam mempengaruhi jumlah sebum yang dihasilkan, karena semakin bertambah tua, maka kulit kepala Anda akan menghasilkan lebih sedikit sebum, sehingga Anda tidak perlu sering keramas seperti dulu.

4. Penataan rambut

Tidak jarang, di era yang modern seperti ini banyak orang terutama wanita mencoba berbagai gaya rambut yang baru dengan berbagai styling rambut seperti mewarnai rambut, meluruskan rambut, dan sebagainya. Tentunya, jika Anda termasuk orang yang melakukan styling rambut, Anda dianjurkan untuk tidak sering melakukan keramas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Kalau muncul migrain atau sakit kepala setelah keramas, Anda mungkin bertanya-tanya apa artinya. Nah, ini dia berbagai penyebabnya. Simak baik-baik, ya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Bulu mata membantu membangun karakter wajah seseorang. Tidak heran jika bulu mata rontok bisa bikin Anda minder. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Pori-pori wajah yang besar dan tidak rata bisa mengganggu penampilan. Masker alami bisa mengecilkan pori-pori, Anda bisa memilih sesuai dengan tipe kulit.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hypertrichosis, hipertrikosi, werewolf syndrom

Hipertrikosis, Kelainan Langka yang Membuat Sekujur Tubuh Ditumbuhi Bulu Lebat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
skincare anti-aging usia 50 tahun

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tips waxing di rumah

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara menghilangkan hitam di leher

Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit