4 Hal yang Dapat Menyebabkan Gigi Lansia Mudah Copot

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Gigi dapat lebih mudah tanggal seiring bertambahnya usia jika Anda merokok dan kurang menjaga kebersihan gigi. Namun, ada beberapa penyebab lain yang nyatanya juga dapat meningkatkan risiko lansia mengalami gigi ompong. Apa saja?

Kenapa lansia rentan punya gigi ompong?

1. Penyakit gusi

Penyakit gusi atau sering juga disebut dengan periodontitis merupakan salah satu penyebab utama gigi lansia mudah copot. Periodontitis merupakan infeksi gusi berat yang disebabkan karena penumpukan plak, yaitu lapisan lengket bakteri yang terbentuk di sela-sela gigi. Infeksi parah inilah yang kemudian merusak jaringan dan tulang di dalam gusi.

Selain bisa menyebabkan gigi copot, bakteri yang ada di dalam jaringan gusi juga bisa masuk ke aliran darah dan menyerang organ tubuh lainnya, misalnya paru-paru dan jantung. Kondisi ini tidak boleh dianggap enteng dan harus segera diobati.

2. Trauma

Trauma akibat terkena benturan keras atau pukulan yang mengenai sekitaran mulut bisa mengakibatkan gigi copot. Walaupun benturan itu tidak langsung menyebabkan gigi copot, tapi benturan tersebut bisa menimbulkan kerusakan gigi serius yang lambat laun menyebabkan gigi ompong atau harus dicabut.

Trauma memang seringnya disebabkan karena kecelakaan. Namun, trauma gigi juga bisa dipicu dari kebiasaan sehari-hari, seperti membuka tutup botol atau kemasan plastik menggunakan gigi, mengigit-gigit ujung pensil, mengunyah es batu, ataupun keseringan pakai tusuk gigi.

3. Kebiasaan menggemeretak gigi

Beberapa orang mungkin tanpa sadar mengepalkan rahang kuat-kuat dan menggemeretakkan gigi secara bersamaan saat stres atau cemas. Dalam istilah medis, kebiasaan tersebut disebut dengan bruxism. Jika dilakukan terus-terusan, bruxism dapat menyebabkan gigi geraham aus sehingga melonggarkan gigi dari kantung gusinya dan tulang pendukungnya ikut hancur.

Efeknya tidak hanya gigi lansia mudah copot, sekaligus juga meningkatkan risiko Anda terkena sindrom TMJ. Sindrom TMJ adalah gangguan persendian rahang yang menyebabkan rasa sakit luar biasa, yang bisa menjalar hingga ke wajah dan telinga.

4. Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis tertentu nyatanya berkontribusi sebagai penyebab gigi ompong di usia tua. Kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko gigi copot di antaranya, diabetes, osteomielitis, darah tinggi, rematik, dan penyakit autoimun.

Menurut American Diabetes Association, orang dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit gusi periodontitis. Hal ini karena diabetes mempengaruhi kemampuan Anda untuk melawan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi gusi. Penyakit gusi juga dapat mempengaruhi kontrol gula darah di dalam tubuh.

Tips merawat gigi di usia tua agar tak cepat ompong

Rutin menyikat gigi dan flossing gigi merupakan kunci penting untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Pada lansia, plak bisa terbentuk dengan cepat di gigi, terutama jika Anda tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik. Hal ini tidak hanya bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi, tapi juga bisa menyebabkan penyakit gusi yang pada akhirnya bisa menyebabkan gigi lansia mudah copot.

Untuk menjaga kesehatan mulut yang baik, penting bagi semua orang – tanpa memandang usia – untuk:

  • Menyikat gigi setidaknya dua kali sehari (saat bangun pagi dan sebelum beranjak tidur) dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Tidak menyikat gigi dengan terlalu keras. Hal tersebut tidak hanya bisa menyebabkan gusi robek, tapi juga mengikis enamel gigi yang relatif tipis. Akibatnya, gigi Anda jadi lebih senstif.
  • Melakukan flossing gigi setidaknya sekali sehari.
  • Hindari mengonsumsi makanan manis. Tidak perlu menghentikan konsumsi gula sama sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Anda hanya perlu membatasi konsumsinya.
  • Berkumur dengan obat kumur yang mengandung antiseptik sekali atau dua kali sehari. Menurut American Dental Association, Penggunaan obat kumur yang mengandung antiseptik dan antibakteri dapat mengurangi bakteri penyebab plak dan penyakit gusi.
  • Rutin konsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk melakukan pembersihan gigi dan cek gigi secara keseluruhan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 27, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 26, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca