Berbagai Penyebab Kadar Natrium Rendah Dalam Tubuh Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama ini mungkin yang sering Anda dengar adalah “jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung natrium karena bisa menyebabkan tekanan darah tinggi”. Namun, ternyata kadar natrium rendah dalam tubuh juga tidak baik bagi kesehatan Anda. Ini bisa menyebabkan Anda mengalami kelelahan, pusing, mual, muntah, kram otot, kejang otot, dan kebingungan. Lalu, bagaimana kadar natrium dalam darah bisa rendah?

Fungsi natrium dalam  tubuh

Natrium merupakan mineral dan juga elektrolit yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh normal. Sebesar 85% natrium dalam tubuh ditemukan dalam darah dan cairan getah bening. Mineral ini membantu dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Natrium juga berperan dalam kerja otot dan saraf. Serta, berperan dalam menjaga tekanan darah.

Kadar natrium dalam tubuh dikontrol oleh hormon aldesteron. Hormon ini akan memberi tahu ginjal kapan harus mengeluarkan natrium melalui urine dan kapan harus menahan natrium dalam tubuh. Selain melalui urine, sejumlah kecil natrium juga keluar dari tubuh melalui keringat. Inilah cara tubuh dalam menjaga keseimbangan natrium dalam tubuh.

Natrium bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang Anda makan, seperti makanan yang mengandung garam meja, pengawet, baking soda, dan natrium dalam bentuk lainnya. Selain itu, berbagai obat-obatan juga mengandung natrium, seperti obat pencahar, aspirin, pasta gigi, dan lainnya.

Penyebab kadar natrium rendah dalam tubuh

Walaupun kadar natrium dalam darah diatur oleh hormon aldesteron, namun kadar natrium dalam darah juga bisa rendah. Hal ini disebut dengan hiponatremia. Kadar natrium rendah bisa terjadi ketika cairan dan natrium dalam tubuh tidak seimbang, bisa karena terlalu banyak cairan dalam tubuh atau karena kadar natrium dalam tubuh tidak cukup.

Perlu Anda ketahui, kadar natrium normal dalam tubuh adalah antara 135-145 milliequivalents per liter (mEq/L). Kadar natrium darah dikatakan rendah atau Anda mengalami hiponatremia jika kadar natrium darah di bawah 135 mEq/L.

Kadar natrium dalam darah yang rendah ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti:

  • Perubahan hormon dalam tubuh. Penyakit Addison dapat menyebabkan ketidakcukupan kelenjar adrenal dalam tubuh. Sehingga hal ini dapat memengaruhi kelenjar adrenal dalam menghasilkan hormon yang membantu dalam menjaga keseimbangan natrium, kalium, dan cairan dalam tubuh. Kadar hormon tiroid yang rendah juga dapat menyebabkan kadar natrium menjadi rendah dalam tubuh.
  • Minum terlalu banyak air. Hal ini membuat tubuh menjadi kelebihan cairan, sehingga kadar natrium menjadi rendah dalam darah.
  • Dehidrasi. Kebalikan dari kelebihan cairan, kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi juga dapat menyebabkan kadar natrium rendah. Saat dehidrasi, tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit (kadar natrium juga ikut rendah).
  • Muntah atau diare berat. Muntah atau diare dapat menyebabkan Anda mengalami kehilangan banyak cairan dan elektrolit dalam tubuh, sehingga kadar natrium pun menjadi rendah dalam darah.
  • Masalah jantung, ginjal, dan hati. Masalah jantung (seperti gagal jantung kongestif), gagal ginjal, atau penyakit hati dapat memengaruhi kerja ginjal dan hati. Masalah ini dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang kemudian dapat mengakibatkan kadar natrium dalam darah menjadi rendah.
  • Syndrome of inappropriate anti-diuretic hormone (SIADH). Pada kondisi ini, hormon antidiuretik diproduksi dalam kadar yang tinggi oleh tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh lebih banyak menahan air dalam tubuh bukan mengeluarkannya melalui urine. Sehingga tubuh Anda bisa mengalami kelebihan cairan dan kemudian kadar natrium menjadi rendah.
  • Diabetes insipidus. Diabetes insipidus dapat menyebabkan tubuh tidak mampu dalam menghasilkan hormon antidiuretik yang cukup. Akibatnya, tubuh lebih banyak mengeluarkan cairan melalui urine, kemudian tubuh kekurangan cairan dan kadar natrium dalam darah menjadi rendah.
  • Obat-obatan tertentu. Beberapa obat-obatan, seperti obat diuretik, antidepresan, dan obat nyeri dapat menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil atau berkeringat lebih banyak. Sehingga, meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kekurangan cairan dan hiponatremia.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hipertensi, Kesehatan Jantung 4 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Kondisi Hipertensi Emergensi dan Urgensi yang Perlu Diwaspadai

Tekanan darah dapat meningkat cepat dan parah, sehingga perlu diwaspadai. Kondisi ini disebut krisis hipertensi, terdiri dari hipertensi emergensi dan urgensi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Kesehatan Jantung 14 Mei 2019 . Waktu baca 11 menit

4 Efek Samping yang Mungkin Terjadi Kalau Anda Kelamaan Sauna

Satu kali sesi sauna idealnya tidak boleh lebih dari 10 menit. Lebih lama dari itu, akan ada efek samping sauna yang mungkin bisa terjadi. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit

Penyebab dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi pada Anak Muda

Hipertensi atau tekanan darah tinggi pada remaja dan anak muda Indonesia terus meningkat. Apa penyebab hal tersebut dan apa bahanya pada masa mendatang?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Kesehatan Jantung 31 Oktober 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tekanan darah normal tensi normal tekanan darah rendah tekanan darah tinggi tekanan darah ibu hamil tekanan darah wanita tekanan darah berdasarkan usia

Berapa Tekanan Darah yang Masih Dianggap Normal?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 8 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
senam hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit