Kalau Mau Menurunkan Berat Badan, Lebih Baik Makan Tahu Atau Tempe?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/12/2019 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Tahu dan tempe adalah makanan lokal yang sangat terkenal di Indonesia. Selain mudah ditemukan dan harganya juga terjangkau, dua makanan yang terbuat dari kacang kedelai ini juga bergizi tinggi sehingga punya banyak manfaat bagi tubuh. Lalu jika mau menurunkan berat badan, apakah tempe dan tahu cocok dijadikan menu makan sehari-hari?

Kandungan gizi tempe dan tahu

Berdasarkan data komposisi pangan Indonesia dari Kementrian Kesehatan RI, 100 gram tempe dan tahu memiliki kandungan gizi yang berbeda.

Kandungan gizi dalam 100 gram tempe:

  • Energi: 150 kal
  • Protein: 14 gram
  • Lemak: 7,7 gram
  • Karbohidrat: 9,1 gram
  • Serat : 1,4 gram
  • Kalsium: 517 mg
  • Natrium: 7 mg
  • Fosfor: 202 mg

Kandungan gizi dalam 100 gram tahu:

  • Energi: 80 kal
  • Protein: 10,9 gram
  • Lemak: 4,7 gram
  • Karbohidrat: 0,8 gram
  • Serat : 0,1 gram
  • Kalsium: 223 mg
  • Natrium: 2 mg
  • Fosfor: 183 mg

Meski sama-sama terbuat dari kedelai, bisa dilihat dari informasi di atas bahwa secara kandungan gizi, tempe lebih padat nutrisi dibandingkan tahu. Jumlah alori, protein, karbohidrat, dan lemak dalam tempe lebih banyak daripada tahu. Tempe juga memiliki serat yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahu.

Sementara itu, tahu mengandung lebih banyak mineral yang berasal dari senyawa koagulan yang memadatkan sari kedelai. Kandungan vitamin tempe lebih banyak berasal dari hasil fermentasi.

Lalu, mana yang lebih cocok untuk menurunkan berat badan?

Tempe dan tahu keduanya pada dasarnya adalah sumber protein nabati yang baik untuk mengendalikan berat badan. Maka dari itu, keduanya sah-sah saja jika dimakan untuk Anda yang sedang menurunkan berat badan.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa pola makan tinggi protein nabati dapat meningkatkan kerja metabolisme tubuh untuk membakar kalori yang lebih banyak setiap kali makan.

Makan makanan berprotein tinggi juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan dengan membuat Anda merasa kenyang lebih cepat dan lebih lama sehingga mengurangi rasa lapar. Sebuah penelitian bahkan mencatat bahwa protein kedelai sama efektifnya seperti protein hewani untuk menekan nafu makan.

Meski begitu, dilansir dari Livestrong, protein kedelai memiliki efek yang lebih besar pada penurunan berat badan dibandingkan jenis protein lainnya. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang mendapatkan asupan protein hanya dari makanan olahan kedelai mengalami penurunan massa lemak tubuh dan penurunan kolesterol daripada orang-orang yang mendapatkan asupan proteinnya dari daging.

Selain itu, tempe dan tahu juga termasuk makanan yang rendah lemak dan rendah kalori. Maka, tidak heran jika makan tempe dan tahu tidak membuat berat badan mudah naik.

Namun tentunya, pastikan cara pengolahan tempe dan tahu Anda sudah tepat jika ingin menurunkan berat bada. Jangan masak tahu dan tempe dengan menggorengnya dalam minyak banyak, tapi cukup dengan dipepes, ditumis, direbus, dipanggang, atau dikukus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan yang Terbukti Ampuh

Tanpa perlu diet ketat atau olahraga mati-matian, Anda sebenarnya bisa menurunkan berat badan dengan sehat asalkan mengetahui cara yang tepat. Ini caranya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 20/12/2019 . 4 mins read

Mengenal Diet Ular yang Ditafsir Bisa Turunkan Berat Badan

Diet ular dipercaya dapat menurunkan berat badan melalui aturan puasa yang ekstrim. Namun, apakah diet ini aman untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 20/11/2019 . 4 mins read

Olahraga Rutin, Benarkah Bisa Lebih Cepat Menurunkan Berat Badan?

Olahraga sering dikaitkan dengan salah satu kunci menurunkan berat badan. Tetapi, apa benar olahraga secara rutin dapat mempercepat prosesnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kebugaran, Hidup Sehat 03/11/2019 . 5 mins read

Apakah Ampuh Menurunkan Berat Badan dengan Pola Makan Vegan?

Diet vegan bisa menjadi pertimbangan tersendiri untuk membantu menurunkan berat badan. Namun, sebenarnya ampuh atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 14/09/2019 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat dan risiko makan tahu mentah

Manfaat Makan Tahu Mentah dan Risiko yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020 . 4 mins read
bayi obesitas

Berbeda dengan Orang Dewasa, Ini Penyebab dan Penanganan Obesitas pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020 . 8 mins read
pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/03/2020 . 4 mins read
diet telur

Diet Telur, Alternatif Cara untuk Menurunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/02/2020 . 5 mins read