home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Antara Tahu dan Tempe, Mana yang Lebih Bergizi?

Antara Tahu dan Tempe, Mana yang Lebih Bergizi?

Tahu dan tempe sudah menyatu dengan kuliner Indonesia. keduanya juga dikonsumsi oleh berbagai golongan masyarakat karena merupakan sumber protein nabati yang baik dan juga harganya yang terjangkau.

Kedua makanan olahan ini memiliki bahan baku yang sama, yakni kacang kedelai. Akan tetapi, proses produksinya menghasilkan produk akhir yang berbeda. Apakah ada perbedaan kandungan gizi antara keduanya? Simak ulasan di bawah ini.

Tahu

Produk dari susu kedelai yang dipadatkan ini punya rasa tawar, lembut, dan mampu menyerap cita rasa dari bumbu lain. Tahu memiliki tekstur yang beragam, tergantung proses pembuatan dan kandungan airnya. Ada yang lunak, ada pula yang cukup keras.

Tempe

Tempe dibuat dengan cara fermentasi, bukan dipadatkan. Kacang kedelai yang sudah dimasak akan difermentasi dengan bantuan jamur Rhizopus oligosporus. Setelah difermentasikan, kedelai tersebut baru akan ditekan ke dalam cetakan tempe.

Tahu dan tempe, mana yang lebih sehat?

tiramin memicu migrain

Tahu mengandung lebih banyak kandungan mineral yang berasal dari senyawa koagulan (senyawa pengubah sari kedelai menjadi padat). Sementara itu, tempe memiliki lebih banyak kandungan vitamin yang berasal dari hasil fermentasi.

Tempe lebih padat nutrisi dibandingkan tahu. Tempe memiliki kandungan kalori lebih tinggi, dengan kandungan karbohidrat, protein, dan lemak yang juga lebih tinggi. Tempe juga memiliki kadar serat yang jauh lebih tinggi daripada tahu.

Kacang kedelai, bahan baku kedua makanan ini, memiliki senyawa antinutrien yang salah satunya yaitu asam fitat. Antinutrien merupakan senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat gizi tertentu dalam tubuh.

Senyawa tersebut tidak dapat dihilangkan melalui proses koagulasi (pemadatan). Maka itu, tahu memiliki kandungan antinutrien lebih banyak. Dengan kata lain, zat gizi pada tempe akan lebih efektif diserap tubuh dibandingkan tahu.

Kedua makanan ini mengandung senyawa isoflavon. Isoflavon diperkirakan memiliki berbagai manfaat kesehatan, salah satunya untuk menangkal kanker. Tempe memiliki kandungan isoflavon yang lebih tinggi.

Meski fermentasi dapat menurunkan kandungan isoflavon pada tempe, penyerapan kandungan tersebut pada tempe umumnya masih lebih tinggi dibandingkan tahu.

Senyawa isoflavon yang terkandung pada tahu berkisar antara 4 – 67 mg/100 gram, sementara pada tempe sebesar 103 mg/100 gram. Diperkirakan sebesar 30 – 50 mg konsumsi senyawa isoflavon setiap hari cukup untuk memberikan manfaat pada tubuh.

Tempe memang lebih bernutrisi, tapi…

tahu dan tempe

Tempe lebih padat akan zat gizi. Proses fermentasi tempe akan menambah kandungan gizi serta menghilangkan senyawa yang menghambat penyerapan gizi.

Akan tetapi, lebih rendahnya nilai kalori dan kandungan zat gizi pada tahu menjadikan tahu dapat dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan tempe untuk mencapai nilai nutrisi yang sama.

Penting dicatat, nilai gizi yang terkandung dalam kedua bahan makanan ini mungkin berbeda-beda tergantung jenis, proses pembuatan, dan cara memasaknya.

Bila Anda memasak tempe yang kaya nutrisi dengan cara digoreng dan ditambahkan banyak garam, tetap saja makanan sehat ini akan jadi berisiko untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Jadi, bukan berarti Anda disarankan makan tempe saja. Bila Anda sedang mencoba menurunkan berat badan atau membatasi asupan kalori, tahu bisa jadi pilihan yang lebih baik. Pastikan juga Anda mengolah keduanya dengan cara yang sehat.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. The Alternative Daily. (2015). Tofu vs. tempeh: there is a clear winner. Available at: http://www.thealternativedaily.com/tofu-vs-tempeh/ (Accessed: 24 October 2017)
  2. Wang HL. Tofu and tempeh as potential protein sources in the western diet. J Am Oil Chem Soc. 1984; 61: 528
  3. National Cancer Control Policy. (2013). Position statement – soy, phyto-oestrogens and cancer prevention. Available at: http://wiki.cancer.org.au/policy/Position_statement_-_Soy,_phyto-oestrogens_and_cancer_prevention (Accessed: 24 October 2017)
  4. Mo H, Kariluoto S, Piironen V, Zhu Y, Sanders MG, Vincken JP, Wolkers-Rooijackers J, Nout MJ. Effect of soybean processing on content and bioaccessibility of folate, vitamin B12 and isoflavones in tofu and tempe. Food Chem. 2013; 141(3):2418-25
  5. Cornwell T, Cohick W, Raskin I. Dietary phytoestrogens and health. Phytochemistry. 2004; 65: 995–1016
Foto Penulis
Ditulis oleh Ryan Reinardi Wijaya Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x