Lebih Sehat Mana, Susu Full Cream atau Susu Skim?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Susu adalah salah satu sumber protein bagi tubuh Anda. Tidak hanya untuk bayi atau anak kecil, banyak produk susu yang juga ditawarkan untuk remaja, dewasa, sampai lansia. Bahkan, susu ditawarkan dengan berbagai jenis, seperti susu full cream dan susu skim. Bagi Anda yang sedang diet atau sedang mengurangi asupan lemak Anda, mungkin Anda lebih memilih susu skim ketimbang susu full cream. Tapi, mana sih yang sebenarnya lebih sehat?

Apa bedanya susu full cream dan susu skim?

Kedua jenis susu ini dibedakan dari kandungan lemak yang ada di dalamnya. Susu full cream mempunyai kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu skim. Pada proses produksi, kandungan lemak dalam susu skim sengaja dihilangkan sehingga menjadi sangat rendah, kurang dari 0,5%. Sedangkan, kandungan lemak dalam susu full cream sekitar 3,25%. Karena kandungan lemaknya inilah, susu full cream memiliki kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu skim.

BACA JUGA: Mengenal Jenis-jenis Susu dan Perbedaannya

Kandungan lemak dalam susu yang berbeda umumnya tidak memengaruhi nutrisi lainnya yang ada dalam susu. Nutrisi antara susu full cream dan susu skim tetap sama, seperti vitamin D, vitamin A, kalsium, fosfor, vitamin B2, dan vitamin B12. Namun, kandungan asam lemak omega-3 pada kedua jenis susu tersebut berbeda.

Semakin banyak kandungan lemak dalam susu tersebut, maka semakin tinggi juga kandungan asam lemak omega-3 dalam susu. Asam lemak omega-3 sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung dan otak Anda. Bahkan sebuah penelitian yang menghubungkan kandungan asam lemak omega-3 dalam susu dengan diabetes menunjukkan bahwa mereka yang minum susu dengan kandungan asam lemak omega-3 tinggi memiliki kemungkinan 44% lebih rendah untuk terkena diabetes.

Benarkah susu skim lebih sehat dari susu full cream?

Saat Anda memilih susu skim, Anda memilih susu dengan kandungan lemak yang lebih sedikit. Sedangkan, susu full cream mengandung lemak yang lebih banyak, tapi belum tentu tidak sehat bagi Anda.

Susu memang mengandung lemak jenuh yang menurut beberapa penelitian berhubungan dengan penyakit jantung. Sehingga, orang lebih memilih susu skim yang mengandung lemak lebih sedikit dibanding susu full cream. Namun, beberapa penelitian belakangan ini juga telah menunjukkan bahwa kandungan lemak jenuh dalam susu tidak menyebabkan penyakit jantung.

Jadi, susu full cream tidak seburuk yang ada di pikiran Anda. Bahkan, penelitian yang dipublikasikan oleh Scandinavian Journal of Primary Health tahun 2013 menunjukkan bahwa lemak susu berhubungan dengan tingkat yang lebih rendah dari obesitas abdominal dibandingkan dengan susu dengan lemak lebih rendah. Partisipan dalam penelitian ini yang memiliki asupan susu tinggi lemak memiliki risiko 48% lebih rendah terkena obesitas abdominal. Sedangkan, yang mengonsumsi susu rendah lemak memiliki risiko 53% lebih tinggi untuk mengalami obesitas abdominal.

BACA JUGA: Benarkah Kafein Bisa Memicu Hipertensi dan Penyakit Jantung?

Penelitian lain yang dipublikasikan oleh Nutrition Research tahun 2014 juga melaporkan bahwa susu full cream dapat mengurangi risiko obesitas, khususnya obesitas abdominal alias perut buncit. Dalam salah satu ulasan, sejumlah 11 dari 16 penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi susu tinggi lemak berhubungan dengan risiko obesitas yang lebih rendah. Beberapa ahli berpendapat bahwa kandungan lemak dalam susu yang lebih tinggi dapat membuat seseorang puas dan kenyang setelah mengonsumsinya sehingga ia tidak makan lebih banyak lagi.

Dengan kata lain, konsumsi susu full cream lebih bisa membantu Anda dalam mengontrol berat badan. Beberapa penelitian pun telah membuktikan bahwa konsumsi susu full cream dapat membantu mencegah kenaikan berat badan.

Bagaimana dengan susu skim?

Susu skim bisa menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang sedang diet. Kandungan lemaknya yang rendah membuat kalori yang terkandung dalam susu skim menjadi lebih sedikit. Namun, susu skim tetap bisa menyediakan protein yang Anda butuhkan, sekitar 8 gram protein per gelas susu. Susu skim juga mengandung kalsium tinggi, sekitar 300 mg per gelas.

Namun, hati-hati, walaupun susu skim mengandung lemak yang lebih sedikit, tetapi belum tentu juga mengandung gula yang lebih sedikit. Biasanya makanan atau minuman berlabel rendah lemak atau bebas lemak mempunyai kadar gula yang lebih tinggi. Gula lebih banyak ditambahkan pada produk ini untuk meningkatkan rasa, setelah kandungan lemak dikurangi. Perlu Anda ketahui bahwa semakin banyak kandungan lemak, tentu semakin enak rasa sebuah makanan atau minuman.

BACA JUGA: Makanan Rendah Lemak Alias Low Fat Tidak Selalu Sehat

Jadi, pilih susu full cream atau susu skim?

Semuanya tergantung pada pilihan dan kesukaan Anda. Apapun pilihannya, keduanya bisa menjadi pilihan yang sehat dalam diet Anda. Susu full cream atau susu skim sama-sama memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. Sebaiknya, sesuaikan juga dengan kebutuhan dan makanan yang Anda makan dalam sehari jika Anda ingin mengonsumsi susu full cream atau susu skim.

Jika Anda sedang ingin menurunkan berat badan, mungkin susu skim pilihan yang tepat. Namun, setelah minum susu skim dan Anda belum merasa kenyang, sebaiknya Anda tidak melebihkan porsi makan Anda dari biasanya untuk mencegah kenaikan berat badan.

Share now :

Direview tanggal: Desember 27, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 8, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca