home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Susu Whey Protein dan Kasein: Apa Sih Bedanya?

Susu Whey Protein dan Kasein: Apa Sih Bedanya?

Bagi Anda yang suka olahraga untuk meningkatkan massa otot, mungkin sudah sering mendengar susu whey protein dan kasein. Keduanya bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan massa otot karena mengandung asam amino rantai bercabang (BCAA) yang sangat tinggi. Keduanya pun sama-sama dapat Anda temukan di dalam susu. Namun, tahukah Anda apa bedanya?

Di dalam susu, terkandung whey protein sebesar 20% dan kasein sebesar 80%. Whey protein sendiri terdapat di bagian cair pada susu, sedangkan kasein terdapat dalam dadih susu, berdasarkan National Strength and Conditioning Association. Tidak hanya sumbernya di dalam susu, fungsi dari kedua protein tersebut juga berbeda.

Apa itu susu whey protein?

Protein dikenal sebagai protein yang cepat dicerna oleh tubuh. Tubuh hanya membutuhkan waktu selama beberapa jam untuk mencerna whey protein dalam susu. Tak heran, whey protein juga memiliki nilai biologis yang tinggi, yaitu 104 (lebih tinggi dari telur sebesar 100). Nilai biologis yang tinggi ini membuat protein dalam susu whey lebih bisa dimanfaatkan oleh tubuh.

Whey protein juga dikenal lebih anabolik, artinya whey protein lebih berfungsi untuk membangun otot. Hal ini bisa terjadi karena whey protein mempunyai kemampuan mendukung lonjakan kadar asam amino dalam darah yang diperlukan untuk memulai sintesis protein dalam otot.

Karena fungsinya tersebut, maka susu whey protein sangat cocok digunakan saat sebelum, selama, atau setelah olahraga. Whey protein dapat dicerna tubuh dengan cepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan protein otot dalam tubuh dengan cepat.

Apa itu susu kasein?

Berbeda dengan susu whey protein, susu kasein dikenal sebagai protein yang lambat dicerna oleh tubuh. Tubuh memerlukan waktu sekitar 5-7 jam untuk mencerna kasein. Hal ini pun membuat kasein hanya memiliki nilai biologis sebesar 77. Artinya, protein kasein kurang efisien dimanfaatkan oleh tubuh dibandingkan whey.

Kasein lebih dikenal sebagai antikatabolik. Artinya, kasein dapat dimanfaatkan untuk mencegah kerusakan otot serta untuk membangun dan memelihara jaringan otot. Kasein dapat menghasilkan amino sepanjang waktu sehingga dapat mencegah kerusakan otot. Karena kasein lebih lama dicerna oleh tubuh, maka kasein lebih baik digunakan saat Anda sedang tidak olahraga. Anda bisa minum susu kasein pada waktu sebelum tidur. Kasein juga dapat membuat Anda lebih merasa kenyang, sehingga bisa menjadi pelengkap makan malam Anda sebelum tidur.

Mana yang harus saya gunakan untuk membesarkan otot?

Susu whey protein dan kasein, keduanya sama-sama menguntungkan dalam mendukung pertumbuhan otot. Whey protein dan kasein mempunyai fungsi yang berbeda, tapi keduanya saling melengkapi. Sehingga, penggunaan keduanya merupakan kombinasi yang ideal untuk membangun otot Anda. Beberapa penelitian pun telah dilakukan untuk membuktikan hal ini.

Sebuah penelitian selama 14 minggu yang melibatkan pria membuktikan bahwa konsumsi protein whey dan kasein sebelum dan sesudah latihan/olahraga dapat meningkatkan ukuran otot. Penelitian lain yang diterbitkan oleh Medicine and Science in Sports and Exercise tahun 2004 juga membuktikan bahwa konsumsi whey dan kasein protein setelah olahraga sama-sama dapat meningkatkan sintesis protein otot atau pertumbuhan otot.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

McNight, C. (2015). The Difference Between Whey & Casein. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/463310-the-difference-between-whey-casein/ [Accessed 20 Feb. 2017].

Salter, P. (2017). What’s The Difference Between Whey And Casein Protein?. [online] Bodybuilding.com. Available at: http://www.bodybuilding.com/content/whats-the-difference-between-whey-and-casein-protein.html [Accessed 20 Feb. 2017].

Volek, J. S. Whey vs. casein protein – Nutrition Express Articles. [online] Nutrition Express. Available at: https://www.nutritionexpress.com/showarticle.aspx?articleid=787 [Accessed 20 Feb. 2017].

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 22/02/2017
x