Susu Whey Protein dan Kasein: Apa Sih Bedanya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang suka olahraga untuk meningkatkan massa otot, mungkin sudah sering mendengar susu whey protein dan kasein. Keduanya bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan massa otot karena mengandung asam amino rantai bercabang (BCAA) yang sangat tinggi. Keduanya pun sama-sama dapat Anda temukan di dalam susu. Namun, tahukah Anda apa bedanya?

Di dalam susu, terkandung whey protein sebesar 20% dan kasein sebesar 80%. Whey protein sendiri terdapat di bagian cair pada susu, sedangkan kasein terdapat dalam dadih susu, berdasarkan National Strength and Conditioning Association. Tidak hanya sumbernya di dalam susu, fungsi dari kedua protein tersebut juga berbeda.

Apa itu susu whey protein?

Protein dikenal sebagai protein yang cepat dicerna oleh tubuh. Tubuh hanya membutuhkan waktu selama beberapa jam untuk mencerna whey protein dalam susu. Tak heran, whey protein juga memiliki nilai biologis yang tinggi, yaitu 104 (lebih tinggi dari telur sebesar 100). Nilai biologis yang tinggi ini membuat protein dalam susu whey lebih bisa dimanfaatkan oleh tubuh.

Whey protein juga dikenal lebih anabolik, artinya whey protein lebih berfungsi untuk membangun otot. Hal ini bisa terjadi karena whey protein mempunyai kemampuan mendukung lonjakan kadar asam amino dalam darah yang diperlukan untuk memulai sintesis protein dalam otot.

Karena fungsinya tersebut, maka susu whey protein sangat cocok digunakan saat sebelum, selama, atau setelah olahraga. Whey protein dapat dicerna tubuh dengan cepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan protein otot dalam tubuh dengan cepat.

Apa itu susu kasein?

Berbeda dengan susu whey protein, susu kasein dikenal sebagai protein yang lambat dicerna oleh tubuh. Tubuh memerlukan waktu sekitar 5-7 jam untuk mencerna kasein. Hal ini pun membuat kasein hanya memiliki nilai biologis sebesar 77. Artinya, protein kasein kurang efisien dimanfaatkan oleh tubuh dibandingkan whey.

Kasein lebih dikenal sebagai antikatabolik. Artinya, kasein dapat dimanfaatkan untuk mencegah kerusakan otot serta untuk membangun dan memelihara jaringan otot. Kasein dapat menghasilkan amino sepanjang waktu sehingga dapat mencegah kerusakan otot. Karena kasein lebih lama dicerna oleh tubuh, maka kasein lebih baik digunakan saat Anda sedang tidak olahraga. Anda bisa minum susu kasein pada waktu sebelum tidur. Kasein juga dapat membuat Anda lebih merasa kenyang, sehingga bisa menjadi pelengkap makan malam Anda sebelum tidur.

Mana yang harus saya gunakan untuk membesarkan otot?

Susu whey protein dan kasein, keduanya sama-sama menguntungkan dalam mendukung pertumbuhan otot. Whey protein dan kasein mempunyai fungsi yang berbeda, tapi keduanya saling melengkapi. Sehingga, penggunaan keduanya merupakan kombinasi yang ideal untuk membangun otot Anda. Beberapa penelitian pun telah dilakukan untuk membuktikan hal ini.

Sebuah penelitian selama 14 minggu yang melibatkan pria membuktikan bahwa konsumsi protein whey dan kasein sebelum dan sesudah latihan/olahraga dapat meningkatkan ukuran otot. Penelitian lain yang diterbitkan oleh Medicine and Science in Sports and Exercise tahun 2004 juga membuktikan bahwa konsumsi whey dan kasein protein setelah olahraga sama-sama dapat meningkatkan sintesis protein otot atau pertumbuhan otot.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sebelum Olahraga Pagi, Baiknya Sarapan Dulu Atau Tidak?

Anda mungkin berpikir olahraga tak boleh dilakukan saat perut kosong. Tapi menurut penelitian, olahraga sebelum sarapan justru bakar lemak lebih banyak.

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Gizi Olahraga, Nutrisi, Hidup Sehat 8 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Rutin Berolahraga

Kenapa otot jadi mengencang atau membesar kalau kita rajin berolahraga? Lalu bagaimana olahraga bisa membuat jantung lebih sehat?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Olahraga Lainnya, Kebugaran 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Semua orang mungkin pernah mengalami kram otot. Memahami penyebab kram otot dapat membantu Anda menghindarinya. Apa saja penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 22 Juli 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips olahraga hiv

Olahraga Pagi atau Olahraga Malam, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kenapa sit up tidak efektif bakar lemak perut

Kenapa Sit Up Tidak Bisa Menghilangkan Lemak Perut?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
laki-laki pria untuk otot lebih kuat

Ingin Membentuk Otot? Jangan Latihan Keras Setiap Hari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
lari secepat kilat

Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Manusia Jika Lari Secepat Kilat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit