Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Apakah Lebih Sehat dari Gula?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Coba Anda perhatikan kandungan gizi dalam tabel informasi nilai gizi pada kemasan makanan yang Anda makan, apakah terdapat kandungan sirup jagung atau corn syrup? Sirup jagung merupakan pemanis yang terbuat dari jagung dan biasa digunakan pada minuman bersoda atau minuman kemasan lainnya. Ya, terbuat dari jagung, tetapi banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pemanis ini kurang menyehatkan. Untuk mengetahui lebih jelas tentang sirup jagung tinggi fruktosa, sebaiknya simak ulasan berikut ini.

Apa itu sirup jagung tinggi fruktosa?

Sirup jagung tinggi fruktosa atau biasa kita kenal dengan high fructose corn syrup (HFCS) dalam bahasa Inggris merupakan pemanis buatan yang terbuat dari jagung yang diproses. Sirup jagung tinggi fruktosa ini banyak digunakan sebagai pemanis buatan dalam makanan olahan atau minuman kemasan. Namun, sekarang ini mungkin penggunaannya agak sedikit berkurang mengingat sudah muncul banyak pemanis buatan lainnya.

Sirup jagung ini mengandung banyak sekali glukosa, beberapa glukosa mungkin akan diubah dengan bantuan enzim menjadi bentuk fruktosa. Hal ini bertujuan agar rasa yang dihasilkan dari sirup jagung tidak jauh berbeda dengan gula biasa (sukrosa) yang mengandung glukosa dan fruktosa. Selain itu, hal ini juga bertujuan agar sirup jagung mempunyai rasa lebih manis.

Karena sirup jagung dibuat dengan melalui banyak proses, maka terdapat variasi sirup jagung dengan kandungan fruktosa banding glukosa yang berbeda-beda. Jenis sirup jagung yang paling umum digunakan adalah jenis HFCS 55, yang memiliki perbandingan fruktosa 55% dan glukosa 42%. Jenis sirup jagung ini paling mirip kandungannya dengan gula biasa.

BACA JUGA: Gula vs Pemanis Buatan, Mana yang Lebih Baik?

Apakah sirup jagung tinggi fruktosa lebih sehat?

Sirup jagung tinggi fruktosa diproses dengan begitu baiknya sehingga bisa menghasilkan kandungan yang mirip dengan gula biasa. Namun, bagaimana pun buatan manusia tidak dapat menyamai yang sudah ada (alami). Walaupun mirip dengan gula biasa, namun banyak ahli yang mempertanyakan apakah tubuh dapat memproses sirup jagung tinggi fruktosa sama seperti tubuh memproses gula biasa.

Banyak bukti yang menunjukkan bahwa sirup jagung tinggi fruktosa kurang sehat dibandingkan dengan jenis pemanis lainnya. Bahkan, penelitian juga menunjukkan bahwa asupan sirup jagung tinggi fruktosa yang tinggi  berhubungan dengan obesitas dan masalah kesehatan lainnya.

Makanan atau minuman yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa dapat menyumbang kalori tambahan pada tubuh Anda, sehingga hal ini dapat menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan. Selanjutnya, Anda mungkin bisa menderita penyakit diabetes mellitus tipe 2, sindrom metabolik, atau penyakit jantung.

Anda mungkin tidak menyadarinya saat Anda mengonsumsi makanan atau minuman kemasan, tetapi banyak kalori yang bisa Anda dapatkan hanya dari sekeping biskuit atau segelas minuman bersoda. Terlebih lagi jika Anda sering mengonsumsi minuman bersoda atau minuman manis dalam kemasan, tentu Anda tidak menyadari berapa banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda melalui gula cair yang terkandung di dalamnya. Menyegarkan memang, tetapi belum tentu menyehatkan.

BACA JUGA: Pemberian Minuman Ringan, Sari Buah, dan Minuman Manis untuk Anak-anak

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Barry Popkin, PhD dari University of North Carolina, ternyata minuman banyak menyumbang tambahan kalori harian Anda. Popkin mengatakan bahwa lebih dari 450 kalori harian seseorang didapatkan dari minuman, 40% dari minuman ringan atau jus buah.

Penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition tersebut juga menunjukkan bahwa tubuh Anda tidak menyadari terdapat sejumlah kalori dalam bentuk cairan yang masuk ke tubuh Anda melalui minuman ringan yang Anda konsumsi. Berbeda halnya saat Anda mengonsumsi makanan padat. Hal ini membuat tubuh Anda tidak merasa kenyang setelah banyak kalori yang masuk ke tubuh dari minuman, akibatnya Anda akan makan atau minum lagi. Jika dilakukan terus-menerus, tentu hal ini akan menyebabkan kenaikan berat badan.

Jadi, tidak hanya kandungan sirup jagung tinggi fruktosa dalam minuman soda yang bisa membuat Anda mengalami kenaikan berat badan, namun kandungan pemanis buatan lainnya pun bisa menyebabkan berat badan Anda meningkat.

BACA JUGA: Makanan dan Minuman dengan Gula Tinggi

Saran

The American Heart Association merekomendasikan:

  • Pada wanita, agar tidak menambahkan konsumsi gula sebanyak 100 kalori per hari (setara dengan 6 sendok teh gula) yang didapatkan dari sumber manapun
  • Untuk pria, agar tidak mengonsumsi gula tambahan sebanyak 150 kalori per hari (setara dengan 9 sendok teh gula) dari sumber manapun

Juga, sebaiknya Anda membatasi konsumsi gula tambahan dalam jenis apapun, baik jenis sirup jagung tinggi fruktosa maupun jenis lainnya. Batasi konsumsi minuman soda, minuman manis dalam kemasan, dan juga makanan ringan.

BACA JUGA: 7 Bahan Makanan Manis Pengganti Gula

Share now :

Direview tanggal: Desember 7, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 8, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca