Panduan Diet Sehat untuk Penderita Penyakit Hati

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 8 mins read
Bagikan sekarang

Makan yang sehat dan pola makan seimbang demi mempertahankan kekuatan tubuh dan berat badan sehat adalah pondasi penting bagi orang-orang yang memiliki penyakit hati. Nutrisi yang baik dapat membantu mendukung hati Anda agar tetap berfungsi dan memainkan peran penting dalam memperbaiki beberapa kerusakan hati.

Jika Anda memiliki penyakit hati (liver), ada beberapa pertimbangan khusus yang mungkin Anda butuhkan sebelum menjalani diet penyakit hati untuk membantu mengelola kondisi Anda. Diet yang tidak sehat dapat membuat hati bekerja sangat keras sehingga mungkin menyebabkan lebih banyak kerusakan dari yang sudah ada.

Panduan menjalani diet penyakit hati

Meskipun awalnya tidak dimaksudkan untuk orang dengan penyakit hati, diet Mediterania yang memfokuskan kecukupan empat pilar nutrisi, seperti karbohidrat kompleks, lemak sehat, protein, dan antioksidan ternyata juga dapat membantu mengurangi tebalnya lapisan lemak di hati Anda.Bicarakan dengan dokter Anda seputar jenis diet yang terbaik untuk Anda sehingga Anda mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat, dan juga berapa banyak kalori yang Anda harus dapatkan setiap hari. Perubahan yang Anda akan buat akan banyak bergantung pada seberapa baik hati Anda bekerja.

Begini panduan umumnya:

1. Makan makanan tinggi karbohidrat

Karbohidrat harus menjadi sumber utama kalori dalam diet ini. Tapi bukan sembarang karbohidrat. Hindari permen, soda biasa, roti/pasta terigu, gorengan, dan makanan lain dengan tambahan gula termasuk sirup jagung tinggi fruktosa. Terlalu banyak gula sederhana mempercepat proses di mana hati mengolah makanan menjadi lemak.

Karbohidrat kompleks, seperti yang diiringi dengan banyak serat, merupakan pilihan yang lebih aman. Karbohidrat kompleks cenderung memiliki indeks glikemik rendah yang dicerna lebih lambat dan tidak menyebabkan lonjakan gula ke seluruh tubuh Anda. Hal ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kolesterol darah Anda.

BACA JUGA: 7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Contoh makanan yang mengandung karbohidrat kompleks termasuk biji-bijian (gandum, oats, nasi merah), alpukat, kacang walnut, sayuran bertepung seperti jagung, kacang polong, kentang, labu, dan ketela, juga sayuran berdaun hijau seperti bayam dan selada. Penyakit hati dapat menyebabkan kadar gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah pada beberapa orang. Anda mungkin perlu untuk mengontrol jumlah karbohidrat yang Anda makan untuk membantu mengontrol kadar gula darah Anda.

2. Cukupi kebutuhan protein Anda

Hal ini penting untuk makan dalam jumlah yang tepat dari protein ketika Anda memiliki penyakit hati. Makanan berikut merupakan sumber protein yang baik: ikan air dingin (seperti salmon dan mackerel), daging tanpa lemak, telur dan produk susu, serta kacang dan biji-bijian mentah.

Makan sekitar 1 gram protein per kilogram berat badan. Ini berarti bahwa seorang pria dengan berat badan 70 kilogram, misalnya, harus makan 70 gram protein per hari. Tapi perhitungan ini tidak termasuk protein yang didapat dari makanan dan sayuran bertepung. Seseorang dengan hati yang rusak parah mungkin perlu makan lebih sedikit protein. Bicarakan dengan dokter Anda tentang rincian kebutuhan protein Anda.

BACA JUGA: 11 Sumber Protein Terbaik Dari Bahan Makanan Nabati

3. Lemak boleh, asal secukupnya

Orang dengan penyakit hati sering menentang insulin. Tubuh mereka membuat insulin, tetapi tidak bekerja dengan baik. Akibatnya glukosa menumpuk dalam darah, dan hati mengolah gula tambahan gula tersebut menjadi lemak. Lemak tertentu dalam diet penyakit hati Anda dapat meningkatkan sensitivitas insulin, atau kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin. Sel-sel Anda dapat mengambil simpanan glukosa tersebut sehingga hati Anda tidak perlu membuat dan menyimpan lemak. Peningkatan asupan karbohidrat dan lemak juga membantu mencegah pemecahan protein dalam hati.

Contoh lemak yang baik adalah asam lemak omega 3 yang ditemukan dalam ikan berminyak (salmon, tuna, mackerel, herring), minyak sayur, kacang-kacangan (terutama walnut), dan sayuran/buah berdaun hijau gelap. Lemak tak jenuh tunggal juga merupakan jenis lemak yang baik untuk tubuh. Lemak tak jenuh tunggal dapat Anda temukan di berbagai sumber pangan nabati, seperti buah zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan. Hindari lemak jenuh dan batasi pula konsumsi daging dan produk susu. Hindari memasak dengan cara dipanggang, dibakar, atau digoreng yang menggunakan minyak kelapa. Ini menyebabkan penumpukan lemak yang lebih banyak di hati Anda.

Sebaliknya, beberapa orang dengan penyakit hati memiliki masalah dalam mencerna dan menyerap lemak. Lemak yang tidak dicerna dihilangkan saat buang air besar. Jika Anda memiliki masalah kesehatan ini, Anda mungkin perlu makan lebih sedikit lemak. Tanyakan pada dokter atau ahli gizi Anda untuk informasi lebih lanjut tentang diet rendah lemak.

4. Makan buah dan sayur yang tinggi antioksidan

Alasan lain dari penumpukan lemak dalam hati adalah bahwa sel-sel hati bisa rusak ketika nutrisi tidak memecah dengan benar. Buah-buahan (terutama beri, seperti goji berry), sayuran, dan beberapa makanan lain memiliki senyawa yang dikenal sebagai antioksidan yang dapat melindungi sel-sel dari kerusakan ini. Hanya saja, ingat untuk memilih produk segar dan menghindari makanan kaleng, yang cenderung tinggi kandungan sodiumnya.

Beberapa studi menemukan bahwa vitamin E dapat membantu dengan penyakit perlemakan hati. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa untuk memperbaiki kondisi hati berlemak ketika Anda perlu mengonsumsi vitamin E dan C yang disertai dengan obat penurun kolesterol. Dokter tidak tahu mana salah satu dari faktor ini yang bertanggung jawab, atau jika semua tiga hal tersebut saling bekerja sama.

BACA JUGA: 6 Buah-buahan Paling Tinggi Vitamin C, Selain Jeruk

Biji bunga matahari dan almond merupakan sumber yang baik dari vitamin E. Begitu pula dengan minyak zaitun dan minyak canola. Makanan sumber antioksidan tinggi lain yang mungkin memiliki manfaat untuk hati Anda meliputi: sayuran berdaun hijau dan sayuran berbonggol (brokoli dan brussel sprout), bawang putih mentah (mengandung jumlah tinggi allicin dan selenium, dua senyawa alami yang membantu proses pembersihan hati); teh hijau ( kaya antioksidan nabati yang dikenal sebagai catechin, telah dikenal untuk meningkatkan fungsi hati); buah sitrus asam seperti lemon, jeruk, dan jeruk (tinggi vitamin C dan antioksidan untuk membilas racun); dan kunyit (dikenal membantu tubuh lebih lancar mencerna lemak dan merangsang produksi empedu, tetapi juga dapat bertindak sebagai detoksifikasi alami untuk hati).

5. Hindari garam

Anda mungkin perlu untuk mengurangi jumlah garam dalam diet penyakit hati Anda (biasanya kurang dari 1500 miligram per hari) jika tubuh Anda mempertahankan cairan. Ketika Anda mempertahankan cairan, Anda akan mengalami pembengkakan di dalam tubuh Anda. Tanyakan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut tentang diet rendah garam. Beberapa makanan yang mengandung garam dalam jumlah tinggi adalah:

  • Garam dapur
  • Daging asap, sosis, kornet
  • Makanan kaleng dan kaldu sayuran siap saji
  • Makanan beku dan makanan ringan kemasan
  • Kecap asin, saus barbeque, saus teriyaki
  • Sup kemasan

Anda juga mungkin akan harus mengurangi minum cairan jika Anda memiliki pembengkakan hati. Cairan termasuk air, susu, jus, soda, dan minuman lainnya. Makanan yang cair pada suhu kamar, seperti puding atau es loli, juga dihitung sebagai sumber cairan. Tanyakan ahli diet Anda berapa banyak cairan Anda dapat minum setiap hari.

6. Stop alkohol

Jika penyakit hati Anda adalah perlemakan hati yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih, hentikan kebiasaan minum alkohol Anda. Jika kondisi perlemakan hati Anda tidak disebabkan oleh alkohol, Anda mungkin masih diperbolehkan untuk mengonsumsi minuman keras sesekali, tapi diskusikan lebih lanjut dengan dokter Anda tentang peran alkohol dalam diet penyakit hati Anda.

BACA JUGA: Penyebab Perlemakan Hati Pada Orang yang Tak Minum Alkohol

7. Perhatikan asupan nutrisi lainnya

Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen mineral, terutama suplemen vitamin B-kompleks dan D. Hanya konsumsi suplemen yang disarankan oleh dokter Anda.

Penyakit hati dapat menyebabkan masalah kesehatan yang dapat Anda kelola dengan mudah melalui perubahan pola makan tertentu. Karena setiap orang berbeda, Anda harus bekerja dengan dokter Anda untuk merampungkan rencana diet penyakit hati yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Risiko penyakit dan kanker hati meningkat beberapa kali lipat pada penderita diabetes. Ini yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Hati, Health Centers 16/05/2020 . 4 menit baca

Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan foto Adele yang terlihat langsing di akun Instagramnya. Nyatanya, penyanyi terkenal ini menjalani sirtfood diet.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Berita Luar Negeri, Berita 12/05/2020 . 6 menit baca

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 10/05/2020 . 4 menit baca

Tak Cemas Berat Badan Naik, Ini Pilihan Camilan Selama di Rumah Saja

Takut naik berat badan karena kerja sambil ngemil? Coba beberapa camilan tepat dan sehat ini sebagai teman ngemil saat Anda bekerja!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

makanan dan buah untuk jantung lemah

Daftar Makanan yang Perlu Dikonsumsi dan Dihindari Penderita Jantung Lemah (Kardiomiopati)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . 7 menit baca
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . 14 menit baca

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . 5 menit baca
menu sahur untuk diet keto

3 Resep Menu Makan Sahur untuk Diet Keto Tanpa Ribet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . 4 menit baca