Cara Diet yang Salah Menyebabkan Massa Otot Menghilang. Apa Dampaknya Bagi Tubuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang mendambakan punya tubuh kurus. Tapi, kebanyakan dari mereka menjalankan diet yang salah. Diet yang dilakukan biasanya hanya berupa mengurangi porsi makan, yang terkadang membuat mereka kelaparan. Cara diet keliru ini bukannya menyebabkan lemak berkurang, tapi justru massa ototlah yang berkurang. Nyatanya massa otot dan metabolisme saling berhubungan, yang kemudian akan memengaruhi berat badan Anda.

Apa hubungan antara massa otot dan metabolisme?

Tingkat metabolisme memengaruhi seberapa cepat tubuh Anda membakar kalori yang didapat dari makanan. Jika metabolisme Anda berjalan lambat, tubuh akan menggunakan kalori dari makanan lebih lambat. Hal ini cenderung membuat tubuh lebih banyak menyimpan kalori sehingga nantinya akan menyebabkan berat badan Anda naik.

Tingkat metabolisme ini salah satunya ditentukan oleh massa otot yang Anda miliki. Semakin besar massa otot yang Anda punya, semakin tinggi juga tingkat metabolisme Anda. Artinya, semakin besar jumlah kalori yang bisa dibakar tubuh Anda.

Sebaliknya, semakin kecil massa otot Anda, semakin rendah tingkat metabolisme Anda. Sehingga, semakin sedikit kalori yang dibakar tubuh. Ini mengapa orang yang sudah berusia lanjut cenderung memiliki metabolisme yang lebih rendah daripada anak muda –mereka mempunyai massa otot yang lebih kecil daripada anak muda.

Menguruskan badan jangan cuma membatasi porsi makan. Harus olahraga juga!

Banyak orang melakukan diet dengan hanya membatasi asupan makannya. Padahal, asupan kalori yang sangat rendah dapat membuat tubuh kehilangan banyak massa otot. Massa otot yang sedikit membuat tubuh hanya membakar sedikit kalori yang masuk. Akibatnya, tubuh akan menyimpan kelebihan kalori yang masuk dalam bentuk lemak.

Jadi, orang yang diet hanya membatasi asupan makannya, sebenarnya ia kehilangan massa otot bukan massa lemak dalam tubuh. Padahal, yang sebaiknya dikurangi saat diet penurunan berat badan adalah massa lemak. Ini bisa terjadi karena pembatasan asupan makan tidak dibarengi dengan olahraga.

Olahraga sangat penting dilakukan jika ingin menurunkan berat badan. Dengan berolahraga, Anda bisa mempertahankan bahkan meningkatkan massa otot sehingga metabolisme tubuh juga ikut meningkat. Artinya, tubuh akan mampu membakar lebih banyak kalori. Yang, kemudian bisa disusul dengan penurunan berat badan.

Olahraga yang sebaiknya dilakukan saat diet

Latihan beban yang bertujuan untuk memperkuat otot sangat disarankan untuk dilakukan saat Anda sedang menjalankan program diet. Latihan kekuatan dapat meningkatkan massa otot dan metabolisme tubuh. Hal ini membuat tubuh lebih bisa menggunakan kalori sebagai energi dan meningkatkan pembakaran lemak. Sehingga, penurunan berat badan yang sehat bisa terjadi.

Beberapa contoh latihan kekuatan adalah yoga, pilates, push-up, sit-up, angkat beban, dan lainnya. Anda disarankan untuk melakukan latihan kekuatan ini sebanyak dua kali per minggu.

Tak hanya itu, Anda juga disarankan untuk melakukan olahraga kardio yang melatih otot jantung. Seperti lari, bersepeda, aerobik, atau dancing. Setidaknya, lakukan olahraga ini sebanyak 4-5 kali per minggu selama 30-40 menit.

Dengan berolahraga, kalori yang dibakar tubuh akan lebih banyak daripada kalori yang masuk, sehingga penurunan berat badan bisa terjadi. Tentunya karena kehilangan massa lemak, bukan massa otot.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Sistem Otot Manusia dan Masing-masing Fungsinya

Sistem otot manusia terdiri lebih dari 600 otot dengan masing-masing fungsi pada tubuh. Yuk, pahami lebih lengkap melalui artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 26 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Meski timbangan menunjukkan berat badan Anda 3 kg lebih ringan, kalau dietnya salah, jangan-jangan jumlah lemak tubuh tidak berkurang sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 30 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 7 menit
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
diet usia 40 tahun ke atas wanita

7 Aturan Diet untuk Wanita di Usia 40 Tahun ke Atas

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
membakar kalori

Kalau Ingin Berat Badan Ideal, Berapa Kalori yang Harus Dibakar?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit