Skincare untuk Kulit Kombinasi dan Bahan yang Perlu Dihindari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Area dahi, hidung, dan dagu kembali berminyak setelah Anda cuci muka, tapi bagian lainnya terlihat lebih kering? Jika ini keluhan Anda, kemungkinan besar Anda memiliki kulit kombinasi. Pemilik kulit kombinasi memerlukan rangkaian skincare yang sedikit berbeda untuk kulitnya dibandingkan tipe berminyak atau kering.

Apa saja yang perlu Anda perhatikan?

Beda skincare kulit kombinasi dengan jenis kulit lain

asam untuk perawatan kulit

Kulit kombinasi adalah perpaduan antara kulit berminyak dan kulit kering. Jenis kulit ini menandakan bahwa area kulit tertentu lebih kering sedangkan area lainnya terlalu berminyak. Penyebabnya bisa dari faktor genetik, hormonal, bahkan perubahan cuaca

Kulit kombinasi, seperti namanya, memiliki masalah yang berbeda di masing-masing area wajah. Umumnya, pemilik kulit kombinasi mempunyai T-zone (area dahi, hidung, dan dagu) yang berminyak sehingga area tersebut tampak lebih mengilap.

Bila tidak ditangani, minyak berlebih pada kulit akan bercampur dengan tumpukan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori. Bila sumbatan ini mengalami infeksi oleh bakteri, pori-pori yang tersumbat dapat meradang dan terbentuklah jerawat.

Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk melakukan perawatan wajah yang tepat untuk jenis kulit yang satu ini. Rangkaian skincare bertujuan untuk menjaga kelembapan kulit kombinasi tanpa menambah minyak berlebih di wajah Anda.

Rangkaian skincare untuk kulit kombinasi

pelembap untuk psoriasis

Tidak perlu rangkaian perawatan kulit terkini dan mahal harganya. Cukup senjatai diri Anda dengan beberapa tips berikut ini, dan merawat kulit kombinasi tidak akan lagi menjadi masalah besar.

1. Memilih sabun berbasis air

Untuk kulit kombinasi, sebaiknya Anda memilih sabun pembersih dengan bahan dasar air, bukan minyak. Ini karena pembersih berbasis air jauh lebih efektif menghilangkan kotoran sekaligus mencegah terjadinya penyumbatan minyak di pori-pori.

Selain itu, pilihlah sabun pembersih dengan tekstur yang lembut seperti gel atau krim. Area kulit Anda yang kering mungkin lebih sensitif terhadap scrub dan bahan sejenis yang dapat mengikis. Jadi, usahakan untuk tetap memakai bahan yang lembut.

2. Menggunakan toner sesuai komposisi kulit

Banyak jenis toner mengandung alkohol sebagai bahan utama. Alkohol memang bisa mengurangi minyak pada permukaan kulit, tapi bahan ini juga mengikat air sehingga bagian kulit yang kering rentan kehilangan kelembapannya.

Sebelum memilih jenis toner, kenali komposisi kulit Anda. Pemilik kulit kombinasi normal dan berminyak masih bisa menggunakan toner dari alkohol. Namun, kombinasi kulit kering dan berminyak sebaiknya dibersihkan dengan toner berbasis air.

3. Eksfoliasi secara kimiawi

Rangkaian skincare untuk kulit kombinasi juga perlu eksfoliasi. Pasalnya, pemilik kulit kombinasi rentan mengalami masalah jerawat dan komedo akibat penumpukan sel-sel kulit mati pada T-zone mereka yang cenderung berminyak.

Jika Anda hendak mencari eksfoliator, hindari pemakaian scrub berbutir kasar yang mengandung bahan kimia. Scrub dapat mengiritasi area kulit yang kering sekaligus merangsang produksi minyak di sepanjang dahi, hidung, dan dagu.

Gunakanlah eksfoliator mengandung alpha atau beta-hydroxy acid (AHA dan BHA) yang lebih bersahabat bagi kulit kombinasi. Lakukan eksfoliasi rutin sebanyak 2-4 kali dalam seminggu untuk melegakan pori-pori dan membersihkan kulit.

4. Memakai beberapa jenis masker sekaligus

masker untuk jerawat clay mask

Masker kini tersedia dalam bentuk dan fungsi yang beragam. Produk ini juga tersedia untuk semua tipe kulit dan masalahnya masing-masing. Anda cuma perlu menyesuaikan kandungan masker yang Anda butuhkan.

Anda bisa mencoba masker oles, sebab pemakaiannya bisa disesuaikan dengan area kulit. Gunakan masker penyerap minyak seperti clay mask pada T-zone, lalu oleskan masker pelembap mengandung hyaluronic acid dan sejenisnya pada area yang kering.

5. Rajin memakai pelembap

Pelembap selalu ada dalam rangkaian skincare untuk jenis kulit apa pun, termasuk kombinasi. Akan tetapi, pemilik kulit kombinasi mungkin perlu lebih cermat memilih kandungan pelembap yang terbaik untuk kulitnya.

Pilihlah pelembap yang tidak mengandung minyak. Bahan aktif yang Anda butuhkan adalah gliserin, niacinamide, hyaluronic acid, dan berbagai vitamin. Bahan-bahan ini menjaga kelembapan kulit, mengurangi radang, dan meningkatkan produksi kolagen.

6. Tidak melupakan tabir surya

Tabir surya alias sunscreen berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan menjaga kelembapannya. Anda dapat memperoleh manfaat ini dengan menggunakan sunscreen berbahan AHA dan SPF minimum 30.

Sebaiknya pilihlah sunscreen berbahan mineral atau bubuk. Tipe sunscreen ini tidak menyumbat pori-pori kulit sehingga mengurangi kemungkinan terbentuknya jerawat pada T-zone.

Merawat kulit kombinasi memberikan tantangan tersendiri, sebab Anda memiliki lebih dari satu jenis kulit pada saat yang sama. Daripada harus mengeluarkan banyak uang untuk perawatan kulit jenis ini, panduan di atas dapat membantu Anda menentukan produk skincare yang paling sesuai.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Ibu Hamil Pakai Produk yang Mengandung Retinol?

Kehamilan bukan penghalang bagi Anda iyang ngin merawat diri dengan serangkaian produk skin care. Namun, bolehkah pakai krim retinol untuk ibu hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 September 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Bahan Alami dari Dapur Anda yang Ampuh Melembapkan Kulit Kering

Jangan buru-buru beli pelembap. Ada sejumlah bahan alami yang efektif untuk mengatasi kulit kering. Ssst.. Bahan alami ini sebagian besar ada di dapur, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dermatologi, Health Centers 22 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Dari Normal Sampai Kombinasi, Kenali Ragam Jenis Kulit dan Ciri-cirinya

Jenis kulit wajah merupakan penentu skincare apa yang sesuai dnegan kondisi kulit. Namun, katatanya jenis kulit wajah bisa berubah. Apa benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dermatologi, Health Centers 13 November 2018 . Waktu baca 6 menit

Masker Alami Buatan Sendiri, Benarkah Lebih Ampuh Perbaiki Masalah Kulit Daripada Produk Komersil?

Selain diklaim ampuh meredakan berbagai masalah kulit, racikan masker alami wajah juga dinilai lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping. Benarkah?

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dermatologi, Health Centers 31 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Skin care dengan asam aktif

Manfaat dan Cara Aman Pakai Skin Care yang Mengandung Asam Aktif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
sabun muka kulit kombinasi

5 Kiat Memilih Sabun Cuci Muka yang Cocok untuk Kulit Kombinasi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Perempuan senang menggunakan skin care alami

Skin Care Alami Belum Tentu Aman, Ini Alasannya Menurut Ahli

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2019 . Waktu baca 4 menit
bahaya silikon

Adakah Bahaya yang Muncul Saat Pakai Skin Care dengan Kandungan Silikon?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit