Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Salicylic Acid untuk Wajah, Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Salicylic Acid untuk Wajah, Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Belakangan ini, produk perawatan kulit dijual dengan menonjolkan satu kandungan aktif dan kadar konsentrasinya. Konsumen biasanya memilih produk ini agar fokus mengatasi masalah kulit wajah tertentu. Salah satu bahan aktif yang kerap dijumpai adalah salicylic acid untuk wajah. Apa saja kandungan dan manfaatnya?

Mengenal salicylic acid untuk wajah

Salicylic acid atau asam salisilat adalah senyawa yang tergolong ke kategori asam hidroksi beta atau BHA.

Produk skincare untuk wajah yang beredar di pasaran biasanya mengandung asam salisilat sebesar 0,5% hingga 2 persen.

Lebih dari itu, pemberian perawatan dengan kandungan ini harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit.

Pada kulit wajah, salicylic acid memiliki ciri khas bisa larut di dalam minyak alami atau sebum.

Alih-alih bekerja aktif pada permukaan kulit saja, asam salisilat bisa masuk ke pori-pori yang lebih dalam, memecah ikatan minyak dan sel kulit mati.

Berdasarkan cara kerja tersebut, salicylic acid cocok untuk tipe kulit berminyak dan berjerawat.

Manfaat salicylic acid untuk wajah

Berdasarkan cara kerja tersebut, inilah beberapa manfaat salicylic untuk wajah.

1. Mengurangi minyak wajah berlebih

Salicylic acid untuk wajah baik untuk kulit berminyak. Manfaat ini berasal dari cara kerjanya yang mampu memecah ikatan sebum.

Studi terbitan Journal of Cosmetic Dermatology (2014) menemukan bahwa penggunaan asam salisilat dengan konsentrasi 30% mengurangi minyak berlebih secara signifikan.

Penelitian ini juga memaparkan bahwa setelah 2 minggu, penurunan kadar sebum lebih terlihat pada penggunaan asam salisilat 30% daripada pyruvic acid 50 persen.

2. Mengangkat sel kulit mati

Manfaat salicylic acid kerap digunakan untuk eksfoliasi wajah. Pasalnya, kandungan ini membantu memecah ikatan sel-sel kulit mati.

Akibatnya, ikatan-ikatan ini melonggar sehingga kulit mati lebih mudah lepas dari lapisan kulit Anda.

Tidak heran bila asam salisilat juga sering digunakan chemical peeling dengan dokter secara rutin.

Biasanya, konsentrasi yang digunakan untuk eksfoliasi rutin di rumah sebesar 0,5 hingga 2 persen.

Bila Anda mendapatkan tindakan perawatan kulit dengan dokter, kadar salicylic acid yang digunakan berkisar 3 hingga 30 persen.

3. Mengendalikan jerawat

Salah satu manfaat salicylic acid untuk wajah yang bisa Anda rasakan adalah berkurangnya keparahan jerawat.

Perlu diketahui, jerawat muncul akibat produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat, serta infeksi bakteri Propionibacterium acnes.

Karena asam salisilat mengendalikan kadar minyak dan mengatasi pori-pori tersumbat, beberapa pemicu jerawat pun bisa teratasi. Jadi, jerawat pun terkendali, bahkan berkurang dan sembuh.

Untuk menyembuhkan jerawat, konsentrasi asam salisilat yang bisa digunakan sebesar 0,5 hingga 10 persen.

4. Mengurangi peradangan

Perlu diketahui, salah satu kondisi penyebab peradangan wajah adalah jerawat. Biasanya, jerawat yang meradang ditandai dengan rasa nyeri, membengkak, kemerahan, bahkan timbul nanah.

Ternyata, manfaat asam salisilat untuk wajah bersifat anti-inflamasi atau antiradang pada jerawat.

Dalam hal ini, asam salisilat membantu menghambat pembentukan senyawa pemicu peradangan, yakni prostaglandin.

Mengutip riset terbitan Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology (2015), salicylic acid bisa bekerja mengurangi peradangan pada wajah dalam kadar 0,5 hingga 5 persen.

5. Mengurangi gejala hiperkeratosis

Hiperkeratosis adalah kondisi yang menyebabkan penebalan lapisan kulit terluar akibat penumpukan keratin.

Masalah kulit ini biasanya ditemukan pada psoriasis, ichthyosis, dan keratosis pilaris atau bruntusan. Ketiganya bisa membuat wajah tampak kering, pecah-pecah, dan mengelupas.

Karena bisa mengeksfoliasi sel kulit mati, manfaat salicylic acid pun bisa mengangkat penebalan lapisan kulit pada hiperkeratosis.

Umumnya, kadar asam salisilat yang digunakan sebesar 3 hingga 6 persen.

6. Mengatasi kutil wajah

Tidak hanya untuk jerawat, manfaat salicylic acid bisa digunakan sebagai cara untuk menghilangkan kutil wajah.

Sebagai kandungan yang bisa mengangkat penumpukan keratin, asam salisilat membantu menghancurkan lapisan terluar kulit yang terinfeksi virus penyebab kutil secara perlahan-lahan.

Selain itu, asam salisilat melepaskan virus dari sel kulit dan memicu respons imun tubuh sehingga tubuh bisa melawan infeksi virus.

Kadar yang biasanya digunakan untuk mengatasi kutil sebesar 5 hingga 40 persen. Untuk itu, konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan salicylic acid untuk wajah berkutil.

7. Mengurangi tanda kerusakan kulit akibat matahari

Paparan sinar matahari tentu membuat kulit wajah rentan rusak. Tanda-tanda kerusakan kulit yang bisa diamati, yaitu:

  • warna kulit tidak merata,
  • kulit kemerahan
  • kulit kusam dan menggelap,
  • bintik-bintik hitam, dan
  • benjolan kecil.

Dengan konsentrasi yang tinggi, asam salisilat bisa bekerja mengelupas kondisi kulit yang rusak dengan lebih optimal.

Setelah kulit yang rusak terangkat, sel kulit baru yang lebih lembut dan halus pun tampak.

Efek samping salicylic acid untuk wajah

Meski ada beragam manfaat salicylic acid, ada pula efek samping yang bisa timbul pada wajah Anda. Inilah beberapa keluhan yang mungkin muncul.

1. Alergi

Seluruh zat dan bahan berpotensi memicu reaksi alergi, tak terkecuali asam salisilat. Berikut tanda-tanda alergi asam salisilat yang harus Anda amati.

  • Kulit kemerahan.
  • Biduran.
  • Bentol-bentol.
  • Gatal.

Dalam kasus tertentu, alergi yang timbul bisa mengancam nyawa atau anafilaksis. Berikut gejala yang harus diwaspadai.

  • Sesak napas.
  • Pingsan.
  • Tenggorokan menyempit.
  • Pembengkakan pada mata, wajah, bibir, atau lidah.

2. Iritasi kulit

Karena bisa mengeksfoliasi kulit, penggunaan salicylic acid untuk wajah bisa menyebabkan efek samping berupa iritasi kulit.

Meski demikian, efeknya relatif ringan. Tanda-tanda wajah iritasi akibat asam salisilat, yaitu:

  • ruam,
  • perih,
  • gatal, dan
  • kulit mengelupas.

Cara pemakaian salicylic acid untuk wajah

cara menggunakan asam salisilat untuk wajah

Umumnya, produk dengan asam salisilat yang beredar di pasaran tersedia dalam bentuk sabun cuci muka, serum, toner, serta pelembap wajah.

Anda bisa ikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan.

Ada tiga hal yang perlu Anda ingat sebelum menggunakan asam salisilat untuk wajah.

1. Lakukan tes tempel

Sebelum Anda menggunakan produk baru, sebaiknya lakukan tes tempel sederhana sesuai dengan bentuk produk.

Berikut langkah tes tempel sederhana yang bisa diikuti.

  • Oleskan sejumput produk dua kali sehari selama 7 – 10 hari pada bagian bawah lengan atau siku dalam.
  • Biarkan produk seperti biasa. Bila mencoba sabun cuci muka, bilas kulit 5 menit kemudian.
  • Bila tidak ada reaksi selama 7 – 10 hari, Anda bisa menggunakan produk dengan aman.
  • Jika muncul tanda iritasi ringan, ini bersifat normal. Namun, bila kulit tampak bentol-bentol, hentikan pemakaian.

2. Mulai perlahan

Bila Anda belum pernah menggunakan salicylic acid untuk wajah, pilihlah produk dengan konsentrasi paling rendah, yakni 0,5 persen dan gunakan selama seminggu sekali.

Ketika kulit bisa menoleransi, naikkan konsentrasi atau intensitas penggunaannya menjadi 2 – 3 kali seminggu.

Memulai terlalu sering atau langsung ke konsentrasi tinggi justru meningkatkan risiko iritasi.

3. Gunakan sesuai urutan

Pemakaian produk salicylic acid untuk wajah juga harus sesuai dengan urutan skincare.

Jika sebagai sabun cuci muka, gunakan setelah Anda membersihkan wajah dengan micellar water atau pembersih berbahan dasar minyak lainnya.

Produk dalam bentuk toner bisa Anda pakai setelah cuci muka dengan sabun. Teteskan toner ke kapas, lalu usapkan kapas ke wajah dan leher.

Jika berupa serum, perhatikan produk yang Anda pilih. Ada serum asam salisilat yang harus ditunggu selama beberapa menit, lalu dibilas menggunakan air.

Ada pula serum yang bisa langsung digunakan. Gunakan serum ini setelah menggunakan toner dan sebelum menggunakan pelembap.

Bila asam salisilat berbentuk pelembap, Anda bisa menggunakannya pada urutan terakhir.

Jangan lupa gunakan tabir surya pada siang hari karena kulit yang telah di-eksfoliasi biasanya lebih rentan terhadap paparan matahari.

Salicylic acid untuk wajah bisa Anda dapatkan di pasaran dengan konsentrasi 0,5 – 2 persen.

Berbeda dengan kandungan AHA, produk ini bisa larut di minyak dan bisa membersihkan pori-pori lebih dalam.

Jadi, salicylic acid untuk wajah baik untuk mengangkat kurangi minyak, komedo, sel-sel kulit mati, serta meredakan jerawat.

Penting Anda ketahui

  • Hanya pilih satu produk skincare dengan asam salisilat untuk kurangi risiko iritasi.
  • Sebaiknya gunakan asam salisilat pada malam hari agar kulit tidak mudah terbakar setelah eksfoliasi.
  • Hindari penggunaan salicylic dengan retinol, vitamin C, dan benzoil peroksida pada waktu bersamaan.


Pernah alami gangguan menstruasi?

Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Arif, T. (2015). Salicylic acid as a peeling agent: a comprehensive review. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 455. doi: 10.2147/ccid.s84765

CFR – Code of Federal Regulations Title 21. (2022). Retrieved 20 June 2022, from https://www.accessdata.fda.gov/scripts/cdrh/cfdocs/cfcfr/CFRSearch.cfm?fr=333.310

Inflammatory Acne: Symptoms, Types, Causes, Treatment. (2022). Retrieved 20 June 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22765-inflammatory-acne

Marczyk, B., Mucha, P., Budzisz, E., & Rotsztejn, H. (2014). Comparative study of the effect of 50% pyruvic and 30% salicylic peels on the skin lipid film in patients with acne vulgaris. Journal of Cosmetic Dermatology, 13(1), 15-21. doi: 10.1111/jocd.12050

Lipke, M. (2006). An Armamentarium of Wart Treatments. Clinical Medicine & Research, 4(4), 273-293. doi: 10.3121/cmr.4.4.273

Bakry, O. (2017). Immunohistochemical Expression of Cyclo-oxygenase 2 and Liver X Receptor-α in Acne Vulgaris. Journal of Clinical and Diagnostic Research. doi: 10.7860/jcdr/2017/28754.10577

Soleymani, T., Lanoue, J., & Rahman, Z. (2018). A Practical Approach to Chemical Peels: A Review of Fundamentals and Step-by-step Algorithmic Protocol for Treatment. The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 11(8), 21. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6122508/

Slide show: Sun damage. (2022). Retrieved 20 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/multimedia/sun-damage/sls-20076973?s=5

Skin Allergy Symptoms, Diagnosis, Treatment & Management | AAAAI. (2022). Retrieved 20 June 2022, from https://www.aaaai.org/Conditions-Treatments/Allergies/Skin-Allergy

Salicylic Acid (Topical Route) Side Effects – Mayo Clinic. (2022). Retrieved 20 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/salicylic-acid-topical-route/side-effects/drg-20066030

How to test skin care products. (2022). Retrieved 20 June 2022, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/prevent-skin-problems/test-skin-care-products

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Jul 18
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Next article: