Sama dengan perempuan, laki-laki juga membutuhkan rutinitas perawatan kulit. Namun, bedanya adalah, perawata kulit pria tak selalu harus berhubungan dengan produk skin care karena kebutuhannya pun berbeda.

Laki-laki memiliki bulu atau rambut di daerah wajah, dan produksi minyak pada laki-laki juga lebih besar dibanding perempuan. Sehingga, perawatan kulit pria penting dilakukan untuk mencegah penyumbatan pori-pori yang menyebabkan munculnya jerawat.

Kolagen pada laki-laki juga lebih banyak dibandingkan perempuan. Inilah kenapa justru kulit perempuanlah yang lebih cepat keriput dibanding kulit laki-laki. Namun, ini bukan berarti lelaki jadi tidak perlu menggunakan produk pelindung sinar ultraviolet penyebab penuaan pada kulit.

Yang perlu dilakukan untuk merawat kulit pria

Berikut ini beberapa tips perawata kulit yang penting untuk dilakukan pria:

1. Gunakan air hangat sebelum dan setelah cukuran

Bintik merah yang muncul setelah Anda mencukur jenggot atau kumis, adalah tanda iritasi pada folikel rambut. Membasuhnya dengan air hangat dapat membantu Anda untuk menguranginya.

Selain itu, membasuh wajah dengan air hangat sebelum bercukur juga bisa membuat kulit lembap, sehingga mempermudah Anda dalam bercukur. Anda juga dapat menggunakan krim cukur untuk hasil yang lebih baik.

2. Cukur sesuai arah tumbuh bulu

Saat ini semakin banyak produk yang menawarkan pisau cukur dengan jumlah mata pisau yang lebih banyak. Padahal, jenis pisau atau silet yang digunakan sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Yang lebih penting adalah cara mencukurnya. Pastikan Anda selalu mencukur rambut sesuai arah bulu rambut Anda, bukan ke arah sebaliknya.

3. Tidak perlu pakai aftershave

Aftershave memang disarankan untuk mencegah terjadinya infeksi pada area kulit yang dicukur. Namun penggunaan cairan alkohol tersebut hanya diperlukan jika Anda bercukur menggunakan pisau cukur lipat. Saat ini, alat tersebut sudah sangat jarang digunakan.

Jadi, jika Anda tetap ingin menggunakan aftershave, pilihlah produk aftershave yang tidak mengandung alkohol, untuk melembapkan kulit usai bercukur.

4. Hindari menggosok kulit wajah dengan handuk

Untuk mengeringkan wajah setelah cuci muka, lakukan gerakan menepuk-nepuk dengan handuk. Jangan mengeringkan dengan cara menggosok, karena ini dapat memicu iritasi pada kulit.

5. Baca label dengan baik sebelum memberi produk untuk kulit

Hal penting yang perlu tercantum di label produk kulit pria adalah noncomedogenic dan alcohol-free. 

Sederhananya, noncomedogenic artinya produk tersebut tidak akan menyumbat pori-pori, sehingga kecil kemungkinan untuk menyebabkan munculnya jerawat pada kulit.

Sedangkan keterangan alcohol-free pada label berarti produk tersebut tidak mengandung alkohol dan tidak akan membuat kulit Anda menjadi kering.

Kandungan lainnya yang mungkin perlu Anda hindari adalah oxybenzoneterutama dalam produk-produk sunscreen, krim pelindung kulit dari radiasi sinar UV. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa oxybenzone dapat meresap melalui kulit dan tersebar ke seluruh tubuh. Namun, jika digunakan sebagai bahan kosmetik dalam kadar kurang dari 10%, oxybenzone masih diizinkan oleh BPOM.

6. Pentingnya melindungi kulit dari sinar matahari

Bukan karena takut hitam, melindungi kulit dari sinar matahari adalah hal wajib demi kesehatan. Sinar ultraviolet akan mempercepat terjadinya penuaan pada kulit, misalnya kerutan, dan memicu kerusakan lain pada kulit. merusak kulit. Sinar UV juga dapat menembus kain baju dan jendela, sehingga mengenakan baju lengan panjang saja tidak cukup.

Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghindari efek buruk sinar matahari adalah:

  • Hindari panas-panasan dan terpapar sinar matahari langsung pada pukul 10 pagi hingga 4 sore.
  • Kalau Anda perlu berada di luar ruangan di jam tersebut, gunakan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih.
  • Tetap gunakan sunscreen meski cuaca mendung.

7. Gunakan pelembap

Selain sunscreen, produk kulit lain yang dibutuhkan pria adalah pelembap. Pelembab sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kulit wajah dan seluruh tubuh (body lotion). Pelembab berfungsi untuk mempertahankan kandungan air pada lapisan kulit yang lebih dalam (dermis). Inilah yang mencegah kulit tampak kering dan kusam, sekaligus mengurangi kerutan di wajah.

Jika kulit Anda kering, pilihlah pelembab dalam bentuk krim. Pelembap berbentuk lotion cocok untuk jenis kulit normal, sedangkan pemilik jenis kulit berminyak dianjurkan memilih pelembap berbahan dasar air.

Hati-hati, biasanya terdapat bahan di dalam pelembap yang bisa membuat reaksi alergi pada kulit beberapa orang. Sebaiknya, Anda mencoba mengoleskan sedikit krim tersebut terlebih dahulu di pergelangan tangan. Biarkan selama sekitar 1 hari untuk melihat apakah ada reaksi alergi berupa kemerahan, gatal, atau nyeri pada area tersebut. Jika aman, lanjutkan pemakaian pada wajah atau seluruh tubuh.

8. Berhenti merokok

Merokok akan mempercepat proses penuaan kulit. Saat kulit terluka, penyembuhannya juga menjadi lebih lama jika Anda merokok. Begitu pun jika Anda mengidap beberapa penyakit kulit seperti psoriasis atau hidradenitis supurativa, merokok bisa membuatnya makin parah.

9. Hindari mandi air panas

Saat udara sedang dingin atau setelah semalaman tidur di bawah kesejukan AC, mandi air panas memang lebih menyenangkan. Namun perlu diingat, air yang terlalu panas akan membuat kulit menjadi lebih kering, gatal, dan bersisik. Air panas juga membuang kandungan minyak alami yang terdapat pada kulit. Oleh karena itu, pastikan air mandi Anda bersuhu hangat saja, demi kesehatan kulit.

Baca Juga:

Sumber