3 Langkah Penting Dalam Mencukur Jenggot dan Kumis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pada dasarnya, cara bercukur relatif mudah dan cepat. Hanya dengan menggerakkan pisau cukur di seluruh wajah sampai rambut halus di wajah menghilang.

Wajah yang mulus terawat memberikan kesan bahwa Anda orang yang bertanggung jawab — alasan mengapa Anda tidak boleh melewatkan cukuran, terutama di momen-momen penting, seperti wawancara pekerjaan atau datang ke pesta pernikahan.

Pelajari cara bercukur yang aman dan efektif untuk menghindari hasil yang tidak merata, juga agar tidak melukai Anda.

Langkah 1: Persiapan

Banyak orang cenderung untuk melewati langkah ini dan memilih untuk langsung bercukur. Padahal, bercukur saat kondisi kulit kering bisa menimbulkan iritasi kemerahan, ruam, atau rambut yang tumbuh ke dalam.

Persiapan cukuran termasuk membasuh muka dengan air hangat untuk mengangkat kotoran, membuka pori, dan melembutkan rambut halus.

Lakukan cukuran setelah mandi atau scrub wajah, atau oleskan pre-shave oil sebelum Anda mulai bercukur. Untuk Anda yang memiliki jenggot lebat atau kulit sensitif, pre-shave oil membantu Anda untuk melemaskan helai rambut dan melembapkan kulit agar seretan pisau cukur berjalan mulus.

Selalu gunakan krim cukur berkualitas. Pilih produk krim cukur berbahan dasar gliserin dan jangan gunakan produk bercukur apapun yang mengandung menthol, yang bisa menutup pori dan mengeraskan batang rambut.

Saat mengaplikasikan krim cukur, diamkan terlebih dahulu selama 2-3 menit untuk melembutkan rambut. Selain itu, daripada menggunakan tangan untuk mengoleskan krim, gunakan kuas kabuki dengan bulu alami. Kuas kabuki berfungsi mendorong krim ke setaip sela rambut agar lebih cepat terserap, sehingga memudahkan proses bercukur Anda.

Langkah 2: Bercukur

Kunci utama dari hasil cukuran bersih dan mulus adalah kualitas pisau cukur Anda.

Dikutip dari webMD.com, tidak masalah apakah pisau cukur Anda memiliki satu atau dua pasang mata pisau. Keduanya bekerja sama baik, namun yang paling penting adalah ketajaman pisau.

Mulai proses bercukur dari daerah kedua telinga, lalu turun ke arah pipi, mulut, dan dagu.

Menggunakan tangan bebas Anda, tahan dan regangkan area wajah yang akan dicukur. Mulai mencukur dengan gerakan menyeret pendek-pendek, searah dengan jalur pertumbuhan rambut. Bilas pisau cukur dan ulangi pemakaian krim cukur setiap kali akan mengulang cukuran.

Jika Anda menginginkan hasil cukur yang benar-benar mulus, oleskan kembali krim cukur dan kali ini, gerakkan pisau cukur perlahan ke arah berlawanan dengan jalur tumbuhnya rambut. Namun pahami risikonya: Anda akan lebih rentan terhadap luka iris, infeksi, atau rambut baru yang tumbuh ke dalam

Jangan menekan pisau cukur terlalu keras saat bercukur. Tips: jika Anda merasakan bahwa pisau cukur menyeret kulit terlalu keras, tandanya Anda sudah harus ganti pisau cukur yang baru.

Langkah 3: Perlindungan

Usai bercukur, selalu bilas wajah dengan air bersih untuk menutup kembali pori yang terbuka. Selain itu, air dingin berfungsi seperti kompres yang membantu mengurangi peradangan.

Kemudian, aplikasikan pelembab khusus cukuran (post-shave balm). Namun, pilih produk yang tidak mengandung alkohol. Alkohol justru akan mengeringkan kulit. Pelembab cukuran yang baik seharusnya mendorong proses pemulihan lebih cepat dan melembabkan kulit Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Keliru, Begini Urutan Pakai Produk Skin Care yang Benar Sesuai Aturan

Semahal apa pun produk perawatan kulit yang Anda punya jika salah urutan skincare, percuma saja. Berikut urutan pemakaian skin care yang benar.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 5 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Azoospermia (Air Mani Tidak Mengandung Sperma)

Sekiranya 15% pria yang tidak subur disebabkan oleh azoospermia. Jika Anda belum juga punya momongan setelah tahunan berusaha, bisa jadi ini penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pedofilia

Pedofil adalah gangguan seksual yang dialami pria. Simak info tentang apa itu pedofil, gejala, ciri, arti, penyebab, dan bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Begini Urutan Pemakaian Skincare Wajah untuk Malam Hari

Setelah cuci muka sebelum tidur, Anda kemudian pakai pelembap atau krim mata dulu? Simak urutan skincare malam yang tepat berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menghilangkan kumis dan jenggot

2 Cara Mudah Hilangkan Kumis dan Jenggot, Sekali untuk Selamanya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
fungsi testis

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
masker mengecilkan pori-pori

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
jenis hepatitis adalah

2 Jenis Hepatitis Berdasarkan Penyebabnya, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit