Asam Kojic Bisa Bantu Mencerahkan Kulit, Tapi Apakah Aman?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kulit putih dan cerah, dari mulai menggunakan krim wajah yang dijual di pasaran hingga konsultasi pada dokter ahli. Salah satu bahan pencerah wajah yang dipercaya cukup ampuh adalah asam kojic. Namun, apa benar bahan ini ampuh dan sudah terbukti aman bagi kulit? Cari tahu di sini, yuk. 

Apa itu asam kojic?

Asam kojic dikenal sebagai bahan yang ampuh untuk mencerahkan kulit. Senyawa ini terbuat dari beberapa jenis jamur. Acetobacter, Penicillium, dan Aspergillus merupakan jenis jamur yang biasanya menjadi bahan pembuatan asam kojic. Asam kojic ini merupakan produk sampingan saat makanan tertentu difermentasi, misalnya sake Jepang, kecap, dan anggur beras.

Seperti apa cara kerjanya?

Senyawa ini digunakan sebagai zat pencerah kulit karena pengaruhnya terhadap protein yang dikenal dengan nama tirosinase. Menurut Dr. Alaina J. James di University of Pennsylvania Medical Center, asam kojic bekerja dengan mencegah fungsi tirosinase spesifik yang disebut chatecolase. Enzim chatecolase ini berperan dalam membuat senyawa melanin.

Dengan demikian, dengan menghambat kemampuan protein tirosinase untuk membuat melanin, asam kojic mampu mencegah pigmentasi kulit yang dapat membantu mencerahkan warna kulit. Seperti yang diketahui, melanin merupakan pigmen warna yang memengaruhi rambut, kulit, dan warna mata.

Produk yang mengandung asam kojic

Asam kojic sudah banyak digunakan dalam berbagai produk kosmetik. Untuk bahan kosmetik yang digunakan sebagai pencerah kulit, konsentrasi yang diperbolehkan biasanya satu persen atau bahkan kurang. Senyawa ini biasanya digunakan untuk produk kosmetik seperti serum, krim, pembersih, dan sabun untuk wajah.

Beberapa produk seperti sabun dan pembersih biasanya disarankan untuk segera dicuci setelah pemakaian. Krim dan serum didesain sedemikian rupa untuk diserap dalam kulit walaupun asam kojic pada umumnya memiliki tingkat penyerapan yang relatif rendah di permukaan kulit.

Beberapa produk seperti masker wajah diracik untuk digunakan pada kesempatan tertentu. Sedangkan krim dan pembersih memang dibuat untuk digunakan setiap hari. Oleh karena itu, kandungannya dalam masing-masing kosmetik sudah disesuaikan dengan jenis pemakaiannya sehingga aman digunakan. Produk ini umumnya digunakan untuk wajah dan tangan. 

Di samping mencerahkan warna kulit, bahan ini juga diketahui memiliki manfaat baik lainnya bagi kulit. Simak penjelasannya di bawah ini.

Antipenuaan pada kulit

Asam ini diketahui dapat memperbaiki kerusakan kulit seperti kulit kusam dan keriput akibat sinar matahari dan radikal bebas. Selain itu, asam ini bekerja sekaligus untuk menyamarkan bintik-bintik penuaan atau bekas luka.

Antimikroba

Senyawa ini dapat membantu mengobati jerawat akibat infeksi dan perkembangbiakan bakteri jahat di kulit. Selain itu juga bisa meringankan bekas luka yang ditimbulkan oleh jerawat.

Antijamur

Senyawa ini bahkan ditambahkan ke beberapa produk antijamur untuk meningkatkan keefektifannya. Hal ini mungkin berguna dalam mengobati infeksi jamur pada kulit seperti infeksi jamur, kurap, atau kutu air. 

krim wajah hydroquinone adalah

Apakah asam kojic efektif untuk mencerahkan kulit? 

Biasanya, setiap produk kecantikan memiliki reaksi yang berbeda di tiap orang, termasuk asam kojic. Namun, secara umum diperlukan waktu 2-6 minggu untuk melihat efeknya di kulit Anda.

Jika Anda ingin menggunakan produk yang mengandung asam kojic untuk merawat kondisi kulit Anda yang bermasalah, ada baiknya untuk mengonsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Dokter dapat memberi Anda informasi tentang dosis dan perawatan yang menyertainya agar efek yang dihasilkan lebih maksimal.

Ada baiknya, sebelum Anda mencoba produk yang mengandung asam kojic, terutama penggunaan pada wajah, oleskan dulu di tangan atau belakang telinga dan diamkan kurang lebih selama 15 menit. Jika terjadi efek yang tidak menyenangkan seperti gatal atau kemerahan, tandanya kulit Anda tidak cocok dengan produk tersebut.

Namun sebaliknya, Anda bisa melanjutkan pemakaian jika tidak menghasilkan reaksi negatif apapun. Hentikan pemakaian jika Anda mengalami kemerahan, ruam, iritasi, atau nyeri. Untuk menenangkan iritasi segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penangan terbaik.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 9, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 5, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca