8 Tanda Anda Harus Berhenti Berolahraga

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Olahraga memang sangat bermanfaat bagi tubuh, tapi bukan berarti Anda harus memaksakan diri. Mengetahui kapan Anda harus berhenti olahraga memang bisa jadi sangat membingungkan. Namun, Katie Rothstein M.S., seorang ahli fisiologi di Cleveland Clinic, mengatakan bahwa kuncinya adalah dengan merasakan tubuh Anda sendiri. Untuk dapat mengetahuinya, tanda-tanda fisik berikut mungkin akan membantu Anda memberikan keputusan.

Tanda-tanda Anda perlu menghentikan olahraga yang sedang dilakukan

Jika Anda merasa salah satu dari gejala yang ada berikut ini, maka Anda harus berhenti segera:

1. Rasa tidak nyaman di dada

Ini tidak berarti Anda harus mengalami nyeri dada. Jika Anda merasakan tekanan atau ketidaknyamanan pada dada, berhentilah berolahraga. Jika gejala termasuk mual atau berkeringat berlebihan melampaui tingkat yang normal ketika Anda berolahraga, Anda mungkin berada pada tahap awal serangan jantung. Jika jantung Anda terasa berdetak cepat, Anda mungkin memiliki fibrilasi atrium, yang merupakan denyut jantung tak teratur.

2. Sesak napas

Hal ini berbeda dengan kehabisan napas akibat olahraga. Jika Anda telah melakukan olahraga dengan mudah selama berminggu-minggu dan tiba-tiba tidak dapat benapas dengan normal saat melakukannya, maka itu berarti bahwa ada sesuatu yang salah. Hal ini bisa menandakan masalah jantung atau asma yang dipicu oleh olahraga.

3. Gegar otak

Jangan berolahraga atau berpartisipasi dalam olahraga apapun hingga dokter mengatakan aman untuk melakukannya, bahkan meskipun Anda merasa baik-baik saja. Gegar otak adalah cedera otak traumatis, dan otak Anda memerlukan beberapa waktu hingga sembuh dengan sempurna. Jika cedera kepala lain terjadi karena olahraga yang dilakukan sebelum cedera pertama sembuh, maka otak akan memiliki peningkatan risiko pembengkakan dan potensi kerusakan yang hebat.

4. Pusing

Hal ini dapat disebabkan oleh dehidrasi atau kekurangan makanan. Jika air dan makanan ringan tinggi protein tidak dapat menjernihkan kepala Anda, mungkin Anda mengalami masalah medis yang mendasari. Jika pusing disertai dengan kebingungan, banyak berkeringat, atau pingsan, maka Anda memerlukan bantuan darurat. Tubuh Anda mungkin mengingatkan Anda untuk masalah yang melibatkan tekanan darah, sistem saraf, katup jantung, atau bahkan diabetes.

5. Nyeri punggung

Istirahatlah selama beberapa hari dan perhatikan keadaan tubuh, apakah lebih baik atau lebih buruk. Selain itu, Anda juga harus mengamati apa saja yang menyebabkan rasa nyeri. Cobalah untuk menghindari gerakan-gerakan yang memicu rasa sakit untuk mempercepat penyembuhan.

6. Demam

Demam menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh sedang memerangi infeksi, sehingga janganlah dibuat stres karena berolahraga. Jika Anda tetap melakukan olahraga, waspadalah agar tidak overheating dan dehidrasi, karena cairan tubuh menurun ketika Anda mengalami demam. Anda mungkin juga tidak akan mendapatkan olahraga yang baik, karena demam meningkatkan denyut jantung istirahat Anda yang mengarah ke olahraga yang kurang efektif.

7. Bengkak atau nyeri sendi

Terkadang tidak masalah jika Anda memiliki nyeri otot ringan, namun nyeri sendi adalah hal yang berbeda. Jika Anda mengabaikan nyeri sendi yang parah, maka Anda akan berisiko mengalami kerusakan saraf serius dan membutuhkan operasi.

8. Kelelahan

Olahraga pagi mungkin Anda butuhkan setelah tidur malam yang tidak tenang agar dapat memulai pagi dengan penuh energi dan semangat. Tetapi, jika terlalu lelah Anda tidak hanya akan merasakan lelah, namun menuju ke titik tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Kelelahan yang berkelanjutan atau ekstrem mungkin merupakan tanda dari kondisi medis tertentu.

Ingatlah bahwa ada batasan tipis antara mendorong diri dan mendorong diri terlalu keras. Sesuatu yang berlebih tidak selalu lebih baik. Olahraga ringan dapat membantu mencegah, mengendalikan, dan meningkatkan beberapa penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, atau fibromyalgia, namun jika Anda memiliki infeksi akut, istirahat adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca