4 Olahraga Terbaik Buat Anda yang Punya Napas Pendek

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Napas pendek biasanya merupakan keluhan yang dimiliki oleh orang yang punya masalah dengan paru-parunya. Contohnya asma, emfisema, bronkitis kronis, kelainan otot dada, dan sebagainya. Beberapa orang yang mengalami hal ini biasanya menghindari aktivitas fisik atau olahraga agar tidak semakin sesak. Padahal bukan berarti orang yang bernapas pendek tidak bisa olahraga. Ada beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh orang dengan napas pendek.

Olahraga terbaik untuk orang dengan napas pendek

olahraga jalan kaki

Jika Anda memiliki napas pendek, sebelum memulai olahraga sebaiknya konsultasikan dahulu kondisi kesehatan Anda ke dokter. Jika sudah mendapatkan lampu hijau untuk melakukan olahraga, jangan ragu lagi.

Prinsipnya, jangan paksakan diri Anda jadi semakin terengah-engah. Jika napas jadi semakin sesak, segera hentikan lalu duduk dan atur napas kembali.

Ini beberapa olahraga yang bisa Anda lakukan:

1. Yoga

Yoga adalah latihan yang tidak memerlukan banyak kapasitas jantung dan pembuluh darah. Yoga dapat dengan mudah disesuaikan dengan gerakannya agar sesuai dengan kapasitas pernapasan masing-masing.

Peregangannya yang dinamis sangat bagus untuk bergerak tanpa menaikkan detak jantung. Gerakan seperti ini sangat aman untuk menghindari terjadinya napas yang semakin pendek.

2. Jalan kaki

Berjalan adalah aktivitas fisik paling sederhana yang bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Baik itu lansia, dewasa, dan anak-anak. Berjalan kaki adalah olahraga yang baik untuk menyesuaikan dengan pola pernapasan.

Dengan menyesuaikan pola pernapasan, lama-lama Anda membangun kapasitas bernapas yang lebih baik. Pastikan untuk tidak memaksakan diri terlalu cepat berjalan. Berikan kesempatan pada tubuh Anda untuk berjalan secara teratur dalam seminggu.

3. Berenang atau aerobik di air

Setiap jenis gerakan dalam air, entah itu berenang atau melakukan senam di dalam air, adalah aktivitas yang baik untuk orang dengan napas pendek. Bahkan hanya berjalan di kolam renang sambil menggerakan lengan juga dapat membantu Anda membentuk tingkat kebugaran semakin tinggi lagi sehingga Anda tidak mudah mengalami sesak napas.

4. Tai chi

Dengan olahraga tai chi, bukan hanya aktivitas fisik yang didapatkan, melainkan teknik napas Anda otomatis juga akan ikut terlatih. Dengan gerakan tai chi yang lambat dan anggun juga dapat membantu untuk rileks, menenangkan pikiran, memperbaiki postur, dan menjaga keseimbangan tubuh.

Selain olahraga, lakukan latihan pernapasan juga

latihan pernapasan

Latihan pernapasan juga termasuk penting untuk memperkuat otot pernapasan, mendapatkan lebih banyak oksigen, sehingga Anda tidak merasa terlalu sesak. Berikut 2 contoh latihan pernapasan yang bisa Anda lakukan selama 3-4 kali sehari dengan kondisi napas pendek Anda.

Pursed-lip breathing:

  • Lemaskan otot leher dan bahu Anda.
  • Tarik napas selama 2 detik melalui hidung Anda, dengan kondisi mulut tertutup/
  • Embuskan napas selama 4 detik melalui bibir yang mengerucut. Jika ini terlalu lama menurut Anda, cukup embuskan napas sekuat yang Anda bisa.
  • Gunakan pernapasan dengan mengerucutkan bibir ini juga saat berolahraga. Jika Anda mengalami sesak napas, pertama-tama cobalah memperlambat laju pernapasan dan fokus untuk mengeluarkan napas melalui mulut, bukan hidung.

Pernapasan diafragma

  • Berbaring telentang dengan lutut ditekuk.
  • Letakan satu tangan di atas dada, dan satu tangan lagi di atas perut.
  • Tarik napas dalam-dalam melalui hidung Anda selama 3 detik. Perut dan tulang rusuk bagian bawah harus naik, tetapi bagian dada harus tetap diam.
  • Kemudian, pastikan otot-otot perut Anda kencang atau berkontraksi lalu embuskan napas selama 6 detik melalui bibir yang sedikit mengerucut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Fungsi Paru Berkurang Setelah Pasien COVID-19 Sembuh, Benarkah?

Ilmuwan melihat adanya perubahan pada pada kondisi paru pasien COVID-19 yang sudah sembuh, kondisi paru-paru mereka mengalami pelemahan fungsi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 18 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Efektif Membersihkan Paru-Paru Perokok Pasif

Perokok pasif punya bahaya kesehatan yang sama dengan perokok aktif. Jangan tunda lagi, praktikkan cara membersihkan paru-paru untuk perokok pasif berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Februari 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Cara Mudah dan Efektif untuk Membersihkan Paru-Paru Perokok

Asap rokok yang dihirup penuh dengan racun yang bisa merusak paru. Oleh karena itu, yuk cari tahu berbagai cara untuk membersihkan paru-paru perokok.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Prinsip Pola Hidup Sehat yang Harus Dijalani Penderita Asma

Selain pakai obat, penderita asma juga disarankan untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat guna mencegah gejala sering kambuh. Bagaimana memulainya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Tips Sehat 8 Desember 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Cara menjaga kesehatan paru-paru salah satunya adalah dengan berhenti merokok.

6 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Paru-Paru Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
sesak napas dispnea

Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 24 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit
hidup dengan sebelah paru

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit