5 Tips Menghindari Cedera Kepala Saat Main Sepakbola

Cedera kepala merupakan salah satu risiko yang harus dihadapi saat melakukan olahraga kontak, seperti sepakbola. Cedera kepala sendiri dapat berkisar antara cedera yang ringan, seperti memar atau lecet pada kepala, hingga yang berat seperti gegar otak dan keretakan pada tengkorak yang dapat berakibat fatal.

Salah satu kasus cedera kepala yang terkenal di dunia persepakbolaan adalah cedera kepala yang dialami oleh Petr Cech pada tahun 2006. Cech mengalami tabrakan dengan salah satu pemain lawan. Kejadian ini mengakibatkan keretakan pada tengkorak (fractured skull) yang hampir merenggut nyawanya.

Bagaimana cara menghindari cedera kepala saat main sepakbola?

Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk menghindari cedera kepala saat bersepakbola.

1. Menggunakan alat pelindung

Bila Anda penggemar sepakbola Inggris, Anda pasti familiar dengan Petr Cech yang selalu memakai helm di tiap pertandingan. Sejak cedera yang dialaminya, dokter melarang Cech untuk bertanding tanpa helm.

petr cech cedera kepala

Banyak penelitian menunjukkan bahwa helm dan headgear dapat mengurangi efek benturan di kepala. Terlebih lagi, menurut Delaney et al, penjaga gawang adalah pemain dengan risiko cedera kepala paling tinggi. Maka tidak heran bila dokter bersikeras agar Cech selalu mengenai helm saat bertanding demi menghindari cedera kepala berulang.

Anda juga dapat menggunakan mouthguard atau pelindung mulut untuk mencegah cedera pada wajah dan rahang.

2. Hindari teknik bermain yang membahayakan diri

Meskipun sudah menggunakan alat pelindung, bukan berarti Anda 100% terbebas dari risiko cedera kepala. Menggunakan teknik yang membahayakan diri tetap dapat membuat Anda berisiko untuk mengalami cedera kepala.

Ini perlu ditekankan pada anak dan remaja terutama bagi mereka yang baru mulai bersepakbola. Bagi pemula, sebaiknya hindari menyundul terlalu sering. Teruslah berlatih untuk melakukan teknik dan timing menyundul yang baik agar tidak membahayakan diri sendiri dan pemain lain. Sebaiknya latihan dilakukan di bawah pengawasan pelatih dan dalam situasi yang aman terkendali.

3. Hindari bermain menggunakan kekerasan

Bermain agresif bukanlah hal yang dilarang dalam sepakbola. Justru sifat kompetitif dan agresif merupakan salah satu hal yang membuat sepakbola menarik. Namun tindakan kekerasan harus selalu dihindari karena dapat menyebabkan cedera kepala dan cedera lainnya.

4. Menggunakan ukuran bola yang sesuai dengan usia

Ukuran bola yang sesuai dengan ukuran tubuh pemain akan memudahkan pemain dalam mengontrol bola. Bila ukuran bola terlalu besar, maka pemain akan kesulitan mengontrol bola sehingga berisiko untuk cedera. Berikut adalah ukuran bola yang sesuai dengan usia.

  • Bola no. 3: anak di bawah 10 tahun
  • Bola no. 4: anak usia 10-14 tahun
  • Bola no. 5: untuk anak usia di atas 14 tahun

5. Lapisi tiang gawang dengan bantalan, dan tambatkan tiang gawang ke tanah

Tidak hanya akibat benturan antar pemain, cedera kepala juga dapat terjadi ketika kepala membentur tiang gawang. Untuk itu, sebaiknya tiang gawang dilapisi oleh bantalan empuk agar Anda dapat bermain dengan aman.

Tiang gawang portable sebaiknya ditambatkan ke tanah untuk menghindari kemungkinan tiang gawang rubuh dan menimpa pemain.

Selain trik-trik di atas, F-MARC (FIFA Medical Assessment and Research Centre) sendiri menyarankan untuk memperketat peraturan permainan sebagai upaya membatasi kontak antara anggota gerak bagian atas dan kepala. Selalu perhatikan keselamatan Anda saat berolahraga demi olahraga yang menyenangkan dan prestasi yang maksimal.

Baca Juga:

Sumber