7 Cedera Lutut yang Sering Terjadi dan Pengobatannya

7 Cedera Lutut yang Sering Terjadi dan Pengobatannya

Salah satu cedera olahraga yang kerap dialami adalah cedera lutut. Penanganan cedera ini bisa berupa perawatan yang sederhana hingga harus melakukan operasi. Hal ini tergantung dengan jenis dan tingkat keparahan yang Anda alami.

Macam-macam cedera lutut yang sering terjadi

Kondisi ini bisa terjadi akibat berbagai aktivitas fisik, seperti olahraga, terjatuh, atau terbentur sesuatu.

Nyeri, bengkak, kesulitan menahan beban, dan ketidakstabilan gerak merupakan beberapa gejala umum yang biasanya terjadi.

Berikut adalah berbagai jenis cedera dengkul dan penjelasannya yang sering terjadi.

1. Keseleo atau terkilir

cara mengobati lutut sakit

Keseleo atau terkilir sering kali terjadi ketika Anda mengalami cedera dengkul. Bagian yang terkilir adalah ligamen atau jaringan ikat lutut.

Jaringan ikat bersifat lentur dan fleksibel, fungsinya menghubungkan tulang yang satu dengan tulang lainya, membentuk sendi, serta menentukan lingkup ruang gerak sendi.

Lutut keseleo atau terkilir biasanya terjadi akibat melakukan teknik sepak bola, voli, dan bola basket.

Kedua jenis olahraga ini membuat atlet sering kali mengalami pendaratan yang salah ketika melompat atau pergelangan kaki yang berpindah arah dengan cepat.

Gejala yang ditimbulkan saat Anda mengalami kondisi ini adalah nyeri ketika berjalan, bengkak, serta warna kemerahan di sekitar daerah yang terkilir.

2. Cedera meniskus

Meniskus adalah bantalan sendi lutut yang berbentuk seperti huruf C.

Bantalan sendi ini berperan menjaga kestabilan struktur tulang, menghindari gesekan langsung antara tulang paha dan tulang kering, mendistribusi pembebanan lutut, dan meredam hentakan di sendi lutut.

Cedera robekan meniskus ditandai dengan menimbulkan rasa nyeri lutut, pembengkakan, serta lutut menjadi kaku atau terkunci.

Kondisi ini bisa terjadi akibat Anda melakukan olahraga yang membuat lutut mengalami gerakan twisting atau terpelintir.

3. Patah tulang lutut

Patah tulang atau fraktur lutut terjadi akibat trauma, seperti jatuh, mengalami kecelakaan, atau cedera saat olahraga.

Penderita tulang keropos atau osteoporosis terkadang juga bisa mengalami cedera dengkul hanya karena salah melangkah.

Bagian tulang yang biasa mengalami patah adalah tulang tempurung lutut (patela).

Jika Anda mengalami patah tulang, dokter akan menganjurkan tindakan medis, seperti operasi untuk memperbaiki kondisi ini sesegera mungkin.

4. Overuse

Overuse terjadi ketika lutut terlalu sering digunakan dan kemudian timbul gangguan, seperti patellofemoral pain syndrome. Cedera lutut ini lebih banyak terjadi pada atlet olahraga lari dan sepeda.

Nyeri yang muncul biasanya terasa pada bagian lutut atau belakang lutut.

Keparahan sakit yang dialami penderita cedera lutut ini bisa berbeda-beda. Tingkat keparahan dan rasa sakitnya akan meningkat jika Anda melakukan aktivitas berat.

Kondisi ini bisa sembuh apabila Anda mengurangi aktivitas sementara dan beristirahat yang cukup.

5. Dislokasi

Dislokasi dapat terjadi karena benturan keras dan cedera pada lutut pada saat berolahraga atau mengalami kecelakaan.

Kondisi ini dapat memengaruhi bagian sendi dan tempurung lutut.

Dislokasi sendi lutut adalah cedera langka, tetapi dapat menimbulkan kerusakan parah pada anatomi lutut, pembuluh darah, dan saraf di sekitarnya.

Oleh karena itu, kondisi ini perlu penanganan darurat dan prosedur yang spesifik.

Sementara itu, dislokasi tempurung lutut (patela) dapat terjadi saat bagian ini bergeser ke sisi lutut.

Pengobatan kondisi ini berupa pengembalian tempurung lutut ke posisi semula dan terapi fisik.

6. Cedera ACL

Anterior cruciate ligament (ACL) adalah salah satu dari empat ligamen yang menghubungkan tulang kering dan tulang paha.

Cedera ACL lebih rentan pada beberapa orang yang sering melakukan aktivitas olahraga, seperti sepak bola dan basket.

Cedera akibat robeknya ACL biasanya disebabkan karena mengubah arah dengan cepat atau salah mendarat setelah lompatan.

Kondisi ini umumnya terjadi bersamaan dengan bagian lain, seperti meniskus dan ligamen lainnya.

7. Bursitis

Bursitis adalah cedera sendi yang memengaruhi bagian bursa, yakni kantong lendir berisi cairan yang berfungsi melindungi bagian luar sendi lutut.

Kantong lendir ini juga membuat tendon dan ligamen dapat bergerak mulus pada sendi.

Kondisi yang juga disebut sebagai radang kantung lendir lutut ini bisa terjadi saat bursa mengalami iritasi atau infeksi. Kondisi ini membuat bursa meradang dan menimbulkan rasa sakit pada lutut.

Pertolongan pertama cedera lutut

lutut bengkak

Saat mengalami cedera, Anda harus segera mendapatkan pertolongan dalam 48 – 72 jam pertama.

Berikut adalah cara pertolongan pertama saat mengalami cedera lutut.

  • Segera hentikan semua aktivitas fisik yang Anda lakukan.
  • Jangan memaksakan untuk berjalan dan sebaiknya istirahatkan sendi lutut.
  • Gunakan kompres es selama 10 – 15 menit dan diulang setiap 2 jam untuk mengurangi rasa sakit, bengkak, dan perdarahan internal.
  • Hindari menggunakan air hangat atau balsem saat mengalami cedera lutut.
  • Perban lutut dengan kuat untuk mencegah pergeseran bila mengalami patah tulang atau dislokasi sendi.
  • Berbaring telentang dan angkat ke atas pada kaki yang cedera.
  • Hindari hal-hal yang mendorong perdarahan dan pembengkakan pada lutut, seperti memijat persendian.

Jika Anda mengalami rasa sakit parah, pembengkakan, mulai pincang saat berjalan, hingga tidak bisa menggerakan lutut, sebaiknya segera pergi ke faskes terdekat.

Bagaimana pengobatan cedera lutut?

Dokter akan merekomendasikan perawatan tergantung beberapa faktor.

Keparahan cedera, usia, kesehatan umum, dan tingkat aktivitas akan menentukan pengobatan Anda.

Secara umum, pengobatan cedera lutut secara medis terbagi dua, yakni perawatan nonbedah dan perawatan bedah.

1. Perawatan nonbedah

Jika Anda mengalami cedera lutut dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang, beberapa tindakan sederhana berikut bisa membantu untuk mengatasinya.

  • Imobilisasi: perawatan untuk mencegah lutut Anda bergerak selama proses pemulihan. Penderita patah tulang akan menggunakan gips untuk menahan tulang di tempatnya hingga sembuh.
  • Fisioterapi: metode terapi fisik dan latihan khusus untuk mengembalikan fungsi lutut dan memperkuat otot kaki kembali.
  • Obat-obatan: konsumsi obat anti-inflamasi nonsteroid, seperti aspirin dan ibuprofen bisa membantu mengurangi nyeri dan bengkak.

2. Perawatan bedah

Beberapa kondisi patah tulang dan cedera sekitar lutut, seperti cedera ACL robek memerlukan prosedur pembedahan untuk memulihkan fungsi kaki sepenuhnya.

Anda bisa menjalani dua prosedur operasi, yakni operasi artroskopi dan operasi terbuka.

  • Operasi artroskopi: teknik bedah mikro yang melibatkan pemeriksaan bagian dalam lutut dengan memasukkan instrumen teleskop melalui sayatan kecil pada lutut.
  • Operasi terbuka: teknik bedah melalui sayatan yang lebih besar agar ahli bedah lebih mudah memperbaiki struktur lutut yang cedera.

Bagaimana cara menghindari cedera lutut?

Sebenarnya, ada langkah pencegahan agar tidak cedera yang bisa Anda ikuti dengan mudah.

Berikut beberapa cara untuk mencegah cedera pada lutut, baik saat berolahraga atau dalam aktivitas sehari-hari.

  • Pemanasan yang cukup untuk mempersiapkan kondisi sendi dan otot sebelum olahraga.
  • Peregangan sesudah melakukan olahraga dengan gerakan yang ringan dan mudah.
  • Lakukan latihan secara perlahan dan bertahap, serta hindari kenaikan intensitas olahraga secara tiba-tiba.
  • Menggunakan sepatu olahraga yang sesuai anatomi fisik kaki dan aktivitas fisik yang Anda lakukan.
  • Menjaga berat badan ideal agar tekanan pada lutut tidak bertambah.
  • Memakai pelindung lutut (knee support) ketika melakukan beberapa olahraga, seperti saat bersepeda, bermain basket, atau voli.
  • Membiasakan diri menggunakan tangga dibandingkan lift, mengendarai sepeda, dan latihan angkat beban saat berolahraga untuk melatih kekuatan otot kaki.

Walaupun sudah mengikuti anjuran di atas, Anda mungkin masih bisa mengalami cedera lutut. Jika kondisi ini terjadi, segera lakukan pertolongan pertama.

Bila Anda memiliki berbagai pertanyaan seputar kondisi ini, konsultasikan ke dokter Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr.Ratna Annisa Noor Fitria, MARS, Sp.KO

Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi · Klinik Utama Medifiit


Ditulis oleh Nimas Mita Etika M · Tanggal diperbarui 14/07/2022

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan