Cedera Engkel

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Definisi

Apa yang dimaksud dengan cedera engkel?

Cedera engkel atau ankle sprain adalah cedera pada pergelangan kaki yang muncul akibat ikatan ligamen, yaitu urat yang mengikat tulang, mengalami peregangan yang berlebihan.

Tentunya, peregangan yang terjadi cukup keras hingga membuat ligamen terkilir. Biasanya, gerakan memutar hingga perubahan posisi tiba-tiba adalah penyebab cedera ini terjadi.

Ligamen memang berfungsi untuk membuat tubuh Anda lebih mudah untuk digerakkan. Namun setiap ligamen punya batasan gerakan, sehingga jika melewati batas tersebut ligamen akan meregang dan robek.

Hal inilah yang terjadi ketika Anda mengaami cedera engkel (pergelangan kaki) atau cedera mata kaki.

Seberapa umum kondisi ini?

Cedera engkel adalah kondisi kesehatan yang sangat umum dan bisa terjadi pada siapa pun. Kondisi ini kerap terjadi khususnya ketika berolahraga seperti bola basket dan sepak bola, atau pada orang-orang yang sering menggunakan sepatu berhak tinggi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala cedera engkel?

Jika Anda mengalami cedera engkel, tanda dan gejala yang mungkin Anda alami pada mata kaki adalah:

  • Seperti ada sentakan atau robekan di dalam mata kaki
  • Rasa sakit terasa saat cedera dan bahkan setelahnya, ketika berjalan atau menggerakkan mata kaki
  • Kulit sekitar mata kaki dapat menjadi lebam dan bengkak
  • Dengan luka berat, rasa sakit yang ekstrem membuat Anda tak dapat menggerakkan mata kaki
  • Mati rasa pada kaki dapat berarti saraf atau pembuluh darah bermasalah.

Terdapat beberapa tanda-tanda atau gejala lainnya yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda merasakan salah satu gejala, segera konsultasi dokter Anda.

Kapan sebaiknya saya pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki beberapa tanda-tanda atau gejala cedera engkel yang disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter, apalagi jika:

  • rasa sakit semakin parah, bahkan obat penghilang rasa sakit tak mampu mengatasinya
  • mata kaki semakin bengkak
  • bagian kaki terasa semakin kencang

Konsultasi dengan dokter Anda adalah hal yang baik, sesuai dengan situasi Anda.

Penyebab

Apa yang penyebab cedera engkel?

Cedera terjadi ketika Anda melakukan gerakan yang membuat pergelangan kaki memutar atau melipat, hingga meregang terlalu keras.

Cedera engkel bisa juga terjadi karena Anda melakukan gerakan-gerakan spontan secara cepat, sehingga ligamen di sekitar tulang yang tidak siap terpaksa meregang dan akhirnya robek.

Gerakan paling umum yang dapat menyebabkan cedera mata kaki adalah ketika kaki menekuk ke dalam dan seluruh berat badan ditopang oleh mata kaki. Atau bisa juga akibat gerakan kaki yang terlalu menekuk jauh keluar.

Dikutip dari Mayo Clinic, cedera engkel dapat terjadi karena:

  • Jatuh hingga menyebabkan engkel Anda berputar
  • Kaki Anda salah posisi setelah loncat atau berputar
  • Berjalan atau berolahraga di permukaan yang tidak rata
  • Orang lain menginjak kaki Anda saat beraktivitas olahraga. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat Anda berisiko cedera engkel?

Ada banyak faktor-faktor risiko untuk cedera engkel, seperti:

Aktivitas olahraga

Cedera engkel adalah cedera olahraga yang paling umum. Kondisi ini sering terjadi pada olahraga yang membutuhkan gerakan melompat, aksi memotong, atau memutar, tenis, sepak bola, dan lari. 

Permukaan tidak rata

Berjalan atau berlari di permukaan yang tidak rata atau kondisi lapangan yang buruk dapat meningkatkan risiko cedera engkel. 

Riwayat cedera engkel

Anda cenderung akan mengalami kondisi ini jika pernah mengakami cedera engkel sebelumnya. 

Kondisi fisik yang buruk

Kekuatan atau fleksibilitas yang buruk di engkel dapat meningkatkan risiko cedera saat melakukan aktivitas olahraga. 

Ukuran sepatu yang tidak tepat

Ukuran sepatu yang tidak pas atau tidak cocok untuk suatu kegiatan, serta sepatu hak tinggi membuat engkel lebih rentan mengalami cedera.  

Obat & Pengobatan

Informasi yang disediakan bukan untuk menggantikan saran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk cedera engkel?

Ketika mengalami cedera engkel, maka Anda harus segera diobati. Sebelum melakukan perawatan di pelayanan kesehatan terdekat, sebagai pertolongan pertama Anda dapat melakukan:

  • Hentikan aktivitas dan istirahatkan kaki
  • Segera kompres dingin dengan es batu , karena pembengkakan terjadi cepat. Jangan kompres dengan benda hangat atau panas dalam 72 jam setelah luka terjadi atau pembengkakan akan memburuk.
  • Kompres atau balut mata kaki dan tahan kaki sejajar dengan tinggi pinggul
  • Gunakan penopang untuk mengistirahatkan kaki Anda.

Terapi fisik dapat menguatkan otot, membantu pemulihan, dan membantu mencegah luka. Agar proses pemulihan lebih cepat, Anda dianjurkan untuk tidak melakukan olahraga saat cedera, terlebih jika cedera yang Anda alami tergolong berat.

Obat penghilang rasa sakit tanpa resep seperti ibuprofen dapat dikonsumsi untuk mengurangi pembengkakan dan meredakan rasa rakit. Cedera berat mungkin dapat membutuhkan operasi dan terapi fisik lebih lanjut.

Apa tes yang paling umum untuk cedera pergelangan kaki?

Dokter akan bertanya mengenai cedera Anda dan memeriksa mata kaki dengan cara menggerakannya untuk melihat ikatan sendi dan otot tendon.

Untuk cedera ringan, tidak ada tes yang dibutuhkan. Sementara jika Anda mengalami cedera berat, dokter biasanya menganjurkan untuk melakukan tes rontgen atau MRI (magnetic resonance imaging).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu mengatasi cedera mata kaki?

Gaya hidup dan pengobatan rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi cedera mata kaki:

  • Memakai bantalan mata kaki ketika berolahraga jika Anda sering cedera.
  • Kurangi berat badan jika kelebihan berat badan.
  • Konsumsi obat-obat dan gunakan penopang yang disarankan oleh dokter Anda.
  • Lakukan metode RICE: rest (istirahat), ice (es batu), compression (kompres), elevation (angkat).
  • Hubungi dokter Anda jika Anda tidak dapat berjalan atau mata kaki Anda terluka, bengkak tidak hilang setelah 2 hari atau malah bertambah, atau Anda merasakan robekan jepitan pada mata kaki.
  • Hubungi dokter Anda jika kaki Anda mati rasa, terdengar berbunyi, berwarna biru atau kehitam-hitaman, atau jempol kaki Anda dingin (tanda dari sirkulasi tersumbat)
  • Hubungi dokter Anda jika Anda tidak merasa baikan dalam 7-10 hari setelah cedera.

Agar tak sampai cedera, pastikan Anda melakukan gerakanan pemanasan atau peregangan dengan baik dan benar.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk pemahaman dan solusi yang lebih baik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Herbal

Nyeri otot dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan berbagai obat nyeri otot yang ampuh, mulai dari obat resep dokter hingga obat herbal.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 17 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Pseudogout

Pseudogout adalah semacam arthritis yang ditandai dengan sakit tiba-tiba, pembengkakan pada sendi yang menimbulkan rasa sakit. Simak Info selengkapnya hanya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kejang Parsial

Kejang parsial bisa terjadi pada siapa saja. Seberapa umumkah kondisi ini? Bisakah dicegah dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Rhabdomyolysis

Normal Kah Detak Jantung Anda? Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai. Coba Hitung! ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kaki bagian atas

Punggung Kaki Tiba-tiba Nyeri? Ini 4 Hal yang Mungkin Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
patah pergelangan kaki atau ankle fracture

Patah Tulang Engkel (Ankle Fracture)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyakit OCD Obsessive Compulsive Disorder gangguan obsesif kompulsif

OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
darah beku di kuku

Hematoma Subungual (Kuku Hitam)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit