Selama ini Anda mungkin menganggap sepele gusi yang bengkak dan berdarah. Memang sih, kebanyakan kasus gusi berdarah termasuk ringan sehingga Anda mungkin tidak menyadari Anda memiliki kondisi ini. Namun ini bukan berarti Anda harus terus membiarkannya tidak terobati. Sebuah studi melaporkan bahwa risiko Anda terkena kanker kepala dan leher bisa meningkat drastis jika mengalami sakit gusi kronis (periodontitis). Bagaimana bisa?

Nah, sebelum membahas lebih dalam tentang kaitan antara sakit gusi kronis dengan kanker kepala dan leher, ada baiknya ketahui dulu apa itu kanker kepala dan leher.

Sekilas tentang kanker kepala dan leher

Kanker kepala dan leher adalah perkembangan sejumlah tumor ganas di sekitar jaringan dan organ kepala serta leher. Maka, kanker ini bisa saja mencakup kanker laring (pita suara), kanker tenggorokan, kanker mulut (termasuk bibir), kanker hidung dan sinus, dan/atau kanker kelenjar ludah.

Kanker kepala dan leher banyak ditemukan pada kelompok usia 50 tahun ke atas, meski tak menutup kemungkinan juga bisa menyerang anak-anak muda. Risiko pria dewasa untuk mengalami kanker kepala dan leher dua kali lipat lebih tinggi daripada perempuan. 

Kanker kepala dan leher memang tidak sepopuler kanker lain, seperti kanker payudara maupun kanker serviks. Namun, jangan anggap sepele jenis kanker yang satu ini karena nyawa Anda bisa jadi taruhannya apabila tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat.  Jumlah penderita kanker leher dan kepala di Indonesia sendiri sudah mencapai 32 ribu jiwa per tahunnya.

Kenapa sakit gusi kronis meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kepala dan leher?

Merokok adalah faktor risiko terbesar untuk kanker leher dan kepala. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa penyakit gusi kronis, yang dalam istilah medisnya disebut periodontitis, juga menjadi salah satu penyebab terbanyak dari jenis kanker ini.

Periodontitis adalah kelanjutan dari peradangan gusi (gingivitis) yang tidak diobati. Bakteri penyebab radang gusi, Porphyromonas gingivalis, melepaskan racun yang menyebabkan plak menumpuk di sela-sela gigi, yang kemudian menginfeksi dan merusak jaringan lunak gusi dan tulang yang menyokong gigi.

Bakteri Porphyromonas gingivalis telah lama dikaitkan dengan perkembangan sel tumor ganas di jaringan sekitar kepala dan leher, karena racun yang dilepaskannya termasuk radikal bebas bersifat karsinogenik (pemicu kanker).

Teori ini diperkuat oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam Cancer Epidemiology, Biomarkers, and Prevention. Peneliti menemukan bahwa setiap milimeter pengeroposan tulang rahang akibat penyakit gusi kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kepala dan leher hingga lebih dari empat kali lipat.

Peneliti juga menemukan bahwa periodontitis paling terkait dengan perkembangan kanker mulut, kanker orofaring (bagian belakang mulut dan tenggorokan), dan kanker laring (kotak suara).

Yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker kepala dan leher

Salah satu cara ampuh untuk mencegah kanker kepala dan leher adalah memastikan jika Anda menjaga kebersihan gigi dan mulut. Berikut ini beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut:

  • Rajin sikat gigi setidaknya dua kali sehari saat bangun pagi dan sebelum beranjak tidur dengan pasti gigi yang mengandung flouride.
  • Melakukan flossing gigi setidaknya sekali sehari.
  • Hindari mengonsumsi terlalu banyak makanan manis.
  • Rutin berkonsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk melakukan pembersihan gigi dan cek gigi secara keseluruhan. Terutama apabila Anda Anda sudah memiliki riwayat penyakit gusi, rutinlah berkonsultasi ke dokter agar Anda bisa mendapatkan perawatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Tidak merokok atau berhenti merokok, termasuk rokok tembakau linting, cerutu, atau pipa; tembakau kunyah; juga rokok elektronik.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca