Mendeteksi Kesehatan Tubuh dari Warna dan Rupa Air Liur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda jika selain untuk memudahkan proses pencernaan, air liur juga bisa memprediksi seberapa baik kesehatan tubuh Anda? Penelitian saat ini menunjukkan bahwa kanker dan penyakit serius lainnya dapat meninggalkan jejak kehadiran mereka pada air liur seseorang. Jadi lain kali Anda ngiler selama tidur, mungkin ada baiknya untuk menyelidiki warna dan baunya karena tampilan ludah bisa membuka banyak rahasia lebih dari sekadar apa yang Anda makan sebelumnya.

Mendeteksi kesehatan tubuh dan risiko penyakit dari rupa air liur

Coba cek, apakah liur Anda…

1. Tebal atau berserabut

Tekstur ludah yang kental, tebal, atau berserabut bisa menunjukkan Anda mungkin mengalami kesulitan memproduksi air liur. Hal ini bisa terjadi karena konsumsi obat atau kondisi medis tertentu, seperti alergi, nyeri, sialolithuasis (penyumbatan kelenjar ludah oleh batu kalsium), atau lainnya.

Beragam faktor tersebut tersebut bisa mengubah jumlah aliran liur yang masuk dan keluar dari kelenjar ludah, dan jika tidak diobati, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan gigi, penyakit gusi, dan infeksi ragi oral.

2. Air liur sedikit

Produksi air liur yang terlalu sedikit bisa menandakan mulut kering, atau disebut dengan xerostomia. Mulut kering juga bisa terjadi ketika Anda gugup, marah, atau sedang stres. Untuk meningkatkan produksi air liur, Anda bisa memperbanyak konsumsi air putih atau mengunyah permen karet.

Namun, jika produksi ludah Anda terus menerus sedikit tanpa ada perubahan setelahnya, sebaiknya konsultasikan pada dokter. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan Anda kesulitan mencicipi, mengunyah, menelan, dan bahkan berbicara.

3. Air liur terlalu banyak

Ludah yang keluar terus dan berlebihan bisa dialami oleh wanita hamil, karena adanya perubahan hormon atau sekedar efek samping dari rasa mual yang dialami. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan, karena produksi liur berlebihan hanya akan membuat Anda lebih sering meludah atau berhati-hati saat berbicara agar air liur tidak keluar saat Anda berbicara.

4. Rasa liur terlalu asam

Liur yang terasa asam membuat bakteri bisa berkembang biak di sudut dan celah gigi Anda. Ludah asam juga bisa mengikis gigi dan menyebabkan rongga pada gigi.

Mengonsumsi makanan yang kaya arginin, seperti daging merah atau unggas, bisa menurunkan keasaman air liur Anda.

5. Rasa liur pahit atau asam

Air liur pahit atau asam bisa mengindikasikan bahwa Anda mengalami gangguan lambung atau refluks asam lambung. Gejala lain dari gangguan lambung adalah mulas, mual, atau bau mulut.

6. Ludah berwarna pucat

Jika ludah Anda berwarna pucat, ada kemungkinan Anda menderita anemia defisiensi zat besi. Tanpa asupan zat besi yang cukup, tubuh Anda tidak bisa membuat hemoglobin, pigmen dalam sel darah merah yang memberi lidah Anda warna merah muda yang cantik.

Untuk mendapatkan asupan zat besi, Anda bisa mengonsumsi sayuran berwarna hijau, daing, seafood, dan kacang. Zat besi yang cukup juga bisa memberikan Anda energi dan membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Sakit pinggang adalah keluhan yang umum dengan banyak kemungkinan penyebab. Cari tahu gejala, pengobatan, dan cara mengatasi nyeri pinggang di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit