7 Penyakit yang Menyerang Kelenjar Ludah di Mulut Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Air liur atau cairan saliva, yang sering juga dikenal sebagai ludah, dihasilkan oleh kelenjar ludah di dalam mulut Anda. Tidak hanya membantu mencerna makanan, kelenjar ludah juga merupakan pelindung setiap organ pada rongga mulut, terutama dinding mukosa dan gigi. Meskipun demikian ,berbagai gangguan dapat mengganggu kerja kelenjar ludah, mulai dari kondisi kesehatan, infeksi, tumbuhnya sel abnormal, hingga penyakit sindromik tertentu.

Di mana letak kelenjar ludah?

Kelenjar ludah atau kelenjar saliva terletak hampir di semua bagian mulut. Terdapat tiga kelenjar saliva besar pada tempat tertentu, yang masing-masing memiliki sepasang kelenjar, di antaranya:

  • kelenjar saliva parotid yang berada di bagian atas pipi yang berdekatan dengan telinga, yang berfungsi mengalirkan cairan saliva ke area gigi bagian belakang dan rahang atas
  • kelenjar saliva submandibular yang berada di bawah rahang bagian belakang, berfungsi mengalirkan cairan saliva ke sekitar gigi bagian bawah
  • kelenjar saliva sublingual yang terdapat tepat di bawah lidah, yang berfungsi mengalirkan cairan saliva ke seluruh permukaan bawah atau lantai mulut

Di samping ketiga kelenjar ludah tersebut, pada rongga mulut tersebar kelenjar ludah berukuran sangat kecil dengan jumlah sekitar 600 hingga 1000 kelenjar, pada bagian:

  • Pipi bagian dalam
  • Bibir bagian dalam
  • Langit-langit mulut (palate)
  • Bagian belakang tenggorokan
  • Bagian belakang lidah
  • Faring
  • Rongga sinus

Penyakit dan gangguan pada kelenjar ludah beserta penyebabnya

Beberapa jenis gangguan yang umum terjadi pada kelenjar ludah antara lain:

1. Sialolithuasis

Ini adalah penyumbatan kelenjar ludah oleh endapan kalsium berukuran kecil. Hal ini menimbulkan rasa nyeri terutama saat sedang mengunyah, sehingga memerlukan tindakan penangkatan endapan kalsium tersebut.

Kondisi ini dapat dipicu oleh dehidrasi, memakan makanan terlalu sedikit, atau pengobatan yang mengurangi produksi air liur seperti obat antihistamin, obat hipertensi, dan obat psikiatri. Meskipun cenderung tidak menimbulkan gejala, namun gangguan ini dapat menyebabkan pembengkakan dan memicu infeksi sialadenitis.

2. Sialadenitis

Adalah infeksi bakteri yang berada di dalam mulut dan lebih umum dialami oleh lansia dan bayi baru lahir. Infeksi ini pada umumnya ditandai dengan rasa nyeri bagian mulut yang terinfeksi, dan berlanjut dengan adanya nanah dan gejala demam.

Jenis infeksi ini memerlukan penanganan dini sejak gejala pertama dengan mengonsumsi antibiotik. Tanpa penanganan yang tepat, infeksi akan lebih sulit untuk disembuhkan dan bertambah parah, terutama pada individu yang mengalami penurunan sistem imun.

3. Infeksi virus

Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus sistemik dari bagian tubuh tertentu yang menyerang kelenjar ludah. Tanda umum dari infeksi virus adalah pembengkakan pada wajah dan kesulitan makan. Penderita juga dapat mengalami demam, nyeri otot dan persendian.

Bentuk infeksi virus yang sering terjadi pada kelenjar ludah adalah gondongan (parotitis). Pada umumnya, infeksi virus dapat membaik dengan sendirinya seiring perbaikan daya tahan tubuh individu.

4. Kista

Tumbuhnya kantung berisi cairan pada kelenjar ludah dapat dipicu oleh trauma akibat kecelakaan, pembengkakan sialolithuasis, atau merupakan tumbuh tumor. Namun pada bayi, kista dapat tumbuh pada kelenjar saliva parotid yang merupakan pertanda adanya gangguan perkembangan telinga sebelum dilahirkan. Kista dapat hilang dan mengalami perbaikan dengan sendirinya, atau dapat diangkat tanpa komplikasi yang berarti.

5. Tumor jinak dan ganas

Tumor pada umumnya tumbuh pada kelenjar saliva parotid, dengan gejala berupa benjolan yang cenderung tidak menimbulkan rasa nyeri. Tumor kelenjar parotid pada umumnya disebabkan oleh merokok dan paparan radiasi di sekitar wajah. Tumor ini juga bersifat jinak dengan pertumbuhan yang lambat. Namun, walaupun jarang, tumor dapat berkembang menjadi kanker sehingga memerlukan tindakan operasi.

Kanker pada kelenjar saliva dapat dipicu oleh merokok, radiasi, dan juga sindrom Sjogren.

6. Sialadenosis

Berupa pembengkakan terutama pada kelenjar saliva parotid, tanpa tanda peradangan, infeksi, maupun tumor. Penyebab spesifik tidak diketahui, namun kondisi diabetes dan kebiasaan konsumsi alkohol dapat memicu masalah serupa.

7. Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren adalah sekumpulan gejala yang disebabkan oleh gangguan autoimun, di mana sistem imun sel darah putih menyerang kelenjar yang berada pada wajah, salah satunya kelenjar ludah. Sindrom ini lebih banyak dialami oleh perempuan dengan kondisi autoimun seperti lupus pada usia dewasa.

Beberapa tanda jika seseorang mengalami sindrom Sjogren yaitu:

  • Mulut dan mata terasa kering
  • Gigi keropos
  • Nyeri pada mulut
  • Nyeri dan pembengkakan sendi
  • Batuk kering
  • Kelelahan
  • Pembengkakan dan infeksi kelenjar saliva berulang

Cara mencegah gangguan dan penyakit pada kelenjar ludah

Gangguan kelenjar ludah berkaitan dengan penurunan daya tahan tubuh karena dapat dengan mudah dipicu dengan adanya infeksi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Cara terbaik untuk mencegah infeksi bakteri dan virus pada mulut adalah dengan memperkuat daya tahan tubuh dan mendapatkan vaksinasi. 

Selain itu, tidak ada cara khusus agar terhindar dari gangguan kelenjar ludah, namun beberapa hal dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kelenjar ludah, di antaranya:

  • Tidak merokok
  • Menjalani pola makan sehat
  • Mengonsumsi cukup air minum yang mencukupi
  • Menjaga kebersihan mulut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit