Air Liur Tiba-Tiba Keluar Banyak dan Terus-menerus, Apa Artinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ngiler atau ileran ketika tidur adalah hal yang biasa. Hal ini biasanya terjadi saat Anda tidur mangap. Permasalahannya adalah ketika air liur keluar banyak dan terus-menerus, padahal Anda tidak sedang tidur. Dalam dunia medis, produksi air liur berlebihan ini dikenal dengan istilah hipersalivasi. Lalu apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya?

Apa itu hipersalivasi?

Air liur (saliva) adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar ludah yang berada di dalam rongga mulut. Cairan liur berperan dalam melunakan makanan dan membantu proses menelan makanan serta mengandung enzim pencernaan. 

Air liur dibutuhkan untuk mencegah mulut kering, menyembuhkan luka di dalam mulut, menghilangkan bakteri, serta melindungi mulut dari racun. Namun jika terjadi produksi saliva terlalu banyak atau hipersalivasi, hal tersebut kemungkinan berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.

Hipersalivasi adalah kondisi yang diakibatkan oleh masalah kelenjar ludah yang berakibat produksi cairan saliva berlebih sehingga air liur dapat keluar dengan sendirinya tanpa disadari. Kondisi ini memang tidak secara langsung berbahaya, namun dapat mengganggu kepercayaan diri seseorang dan membuat rasa tidak nyaman. 

Produksi air liur berlebihan umumnya berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti adanya infeksi bakteri pada mulut dan gusi sehingga timbul reaksi untuk menghilangkannya dari rongga mulut melalui air ludah. Hipersalivasi dapat terjadi secara akut maupun kronis tergantung penyebabnya.

Penyebab air liur berlebihan

Dilansir melalui jurnal National Institute for Health and Care Excellence, secara umum penyebab air liur berlebih disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh seseorang untuk mengendalikan produksi ludah atau mengalami kesulitan menelan.

Selain itu produksi air liur berlebihan atau hipersalivasi juga akan mengalami peningkatan begitu seseorang mengalami beberapa kondisi, seperti:

  • Gigi berlubang
  • Refluks asam lambung
  • Infeksi pada rongga mulut
  • Sariawan
  • Mengonsumsi obat penenang
  • Terpapar racun
  • Sedang hamil
  • Cedera atau trauma pada rahang
  • Infeksi serius, seperti tuberkulosis dan rabies
  • Menggunakan gigi palsu

Beberapa kasus penyebab air liur keluar terus dapat disebabkan oleh efek samping obat-obatan, seperti clozapine, pilocarpine, ketamine, risperidone, dan kalium klorida. Bahkan pada beberapa kasus mendadak bisa disebabkan keracunan merkuri, tembaga, arsenik, hingga insektisida.

Secara normal pun, produksi liur juga dapat meningkat ketika seseorang mengunyah permen karet, sedang makan, ataupun saat ia sedang bahagia atau cemas.

Sementara itu, jika produksi air liur berlebihan telah berlangsung lama dan kronis juga mungkin disebabkan oleh gangguan pengendalian otot mulut, seperti yang disebabkan oleh:

  • Maloklusi – kondisi kedua gigi tidak menutup rata ketika rahang menutup
  • Gangguan intelektual
  • Penyakit Parkinson
  • Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)
  • Penyakit stroke
  • Cerebral palsy
  • Facial nerve paralysis
  • Pembengkakan lidah
  • Kelainan rahang

Beberapa akibat masalah air liur berlebihan

Hipersalivasi menyebabkan mulut terus menerus dipenuhi liur sehingga dapat menyebabkan seseorang tampak ngeces atau ngiler, perlu meludah terus menerus, dan sulit menelan. Secara medis hipersalivasi juga dapat berakibat:

  • Bibir kering
  • Iritasi hingga infeksi kulit di sekitar rongga mulut
  • Bau mulut
  • Dehidrasi
  • Kesulitan berbicara
  • Kesulitan dalam merasakan makanan

Seseorang yang mengalami hipersalivasi kemungkinan besar juga akan menghirup cairan saliva sehingga masuk ke sistem pernapasan sehingga menimbulkan refleks untuk muntah dan batuk. Jika terjadi berulang, dikhawatirkan akan menjadi infeksi berulang dan berisiko mengalami penyakit paru-paru.

Bukan hanya aspek medis saja, akibat air liur berlebihan juga bisa berdampak pada aspek psikologis. Salah satunya adalah dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang.

Selain itu hipersalivasi pada beberapa kondisi juga berpengaruh pada aktivitas sehari-hari, misalnya seseorang harus lebih sering berganti pakaian atau risiko untuk merusak benda-benda di sekitarnya.

Cara mengatasi air liur berlebihan menurut penyebabnya

Produksi air liur berlebihan akan berhenti dan kembali normal begitu hal yang menyebabkannya yang hilang atau diobati. Sehingga ada berbagai cara mengatasi air liur berlebihan dengan terlebih dahulu mengetahui penyebabnya.

Dokter akan mengenali kondisi hipersalivasi dengan berdiskusi tentang gejala dan kemungkinan kondisi kesehatan lain yang Anda alami berkaitan dengan penyebab hipersalivasi. Jika hipersalivasi berkaitan dengan masalah gigi berlubang dan infeksi pada gigi, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri dan berkonsultasi ke dokter gigi.

Cara menghentikan air liur berlebihan di rumah dapat dilakukan apabila penyebabnya berasal dari masalah infeksi ringan, seperti peradangan gusi dan iritasi mulut. Kedua penyebab tersebut dapat ditangani dengan menjaga kebersihan mulut. Adapun beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah mulut ini sebagai berikut. 

1. Menyikat gigi menggunakan obat kumur

Menyikat gigi dengan benar dan rutin merupakan salah satu cara mengendalikan hipersalivasi karena menimbulkan efek mengeringkan mulut. Hal serupa juga dapat ditemukan ketika Anda berkumur dengan menggunakan obat kumur yang mengandung alkohol.

2. Menggunakan obat-obatan dari dokter

Hipersalivasi dapat ditangani dengan beberapa pengobatan medis, seperti glycopyrrolate dan scopolamine. Glycopyrrolate merupakan obat oral yang berfungsi sebagai penghambat impuls saraf ke kelenjar saliva sehingga mulut lebih sedikit memproduksi air liur.

Sementara itu, scopolamine merupakan obat luar berbentuk plester atau patch yang ditempelkan di belakang telinga dan juga berfungsi sebagai penghambat impuls saraf ke kelenjar saliva. 

Sebagaimana jenis obat-obatan lain, kedua jenis pengobatan tersebut dapat menimbulkan efek samping, seperti pusing, jantung berdebar, gangguan berkemih, hiperaktivitas, mulut kering, hingga gangguan penglihatan.

3. Prosedur medis

Dilansir dari jurnal American Academy of Family Physicians, suntik botox (botulinum toxin) tipe A yang disuntikkan ke kelenjar air liur dapat mengatasi hipersalivasi pada pasien dewasa. Efek pengobatan ini dapat bertahan sekitar lima bulan dan perlu perawatan berulang untuk jangka panjang.

Kemudian tindakan operasi atau bedah pada kelenjar ludah juga dapat dilakukan dengan prosedur sederhana dan tidak memerlukan bius total. Sayangnya masalah air liur berlebih mungkin akan ditemui kembali setelah 18 bulan, di mana jaringan ini mulai tumbuh kembali.

Ada pula opsi terapi radiasi yang direkomendasikan untuk penderita lanjut usia yang tidak dapat mengonsumsi obat-obatan tertentu dan berisiko apabila dilakukan tindakan operasi untuk mengobati masalah air liur berlebih.

Tentunya berbagai cara mengobati hipersalivasi ini perlu untuk Anda bicarakan dulu dengan dokter untuk menentukan pilihan pengobatan mana yang paling tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit

Perjuangan Dua Kali Kehamilan Ektopik dan Saluran Tuba yang Pecah

Pengalaman kehamilan ektopik membuat saya dua kali terbaring di meja operasi. Apakah masih ada kesempatan bagi saya untuk hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Cerita Ibu 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Sederhana untuk Memelihara Kesehatan Lambung

Ada beragam cara untuk memelihara kesehatan lambung, dari mengontrol jam makan hingga mengelola stres. Apa saja cara yang lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Tambal gigi digunakan untuk memperbaiki kerusakan pada gigi. Berikut ini, merupakan jenis-jenis tambalan pada gigi dan proses pemasangannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses pasang behel

Bagaimana Proses Pemasangan Behel atau Kawat Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
obat alami dan tradisional sakit gigi berlubang

7 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Gigi Berlubang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
penyebab septikemia

Waspada Septikemia, Keracunan pada Darah Akibat Bakteri

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit