home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ludah Menyembuhkan Luka, Mitos atau Fakta?

Ludah Menyembuhkan Luka, Mitos atau Fakta?

Sumber foto: Flickr/Jonas Foyn Therkelsen

Secara insting, hewan akan menjilat anggota tubuhnya yang terluka, contohnya anjing. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Benjamin L. Hart dan Karen L. Powell, air liur anjing mengandung antiseptik yang dapat digunakan untuk mematikan bakteri E. coli dan Streptococcus. Ternyata, perilaku ini tidak hanya dilakukan oleh anjing, manusia secara insting juga menjilat lukanya agar cepat sembuh. Tapi, apakah ludah manusia sama “ajaibnya” dengan air liur anjing?

Histatin, kandungan yang ada di dalam ludah manusia

Walaupun saliva manusia tidak memiliki kandungan epidermal growth factor (EGF) dan nerve growth factor (NGF) yang tinggi seperti yang ada pada hewan pengerat (kedua kandungan ini dipercaya mampu membuat luka lebih cepat sembuh), saliva manusia terbukti memiliki kandungan histatin. Histatin sendiri tidak hanya berfungsi sebagai zat antijamur, tapi juga memiliki kemampuan untuk mempercepat penyembuhan luka.

Fakta ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Jia J., Sun Y., Yang H., dkk yang diterbitkan dalam jurnal PUBMED pada tahun 2012. Penelitian ini dilakukan kepada kelinci dewasa, yang dibuatkan luka sebesar 2.5 x 2.5 cm pada punggungnya.

Penelitian ini menerapkan 3 kondisi berbeda untuk melihat durasi dan proses penutupan luka yang terjadi. Tiga kondisi tersebut adalah pemberian zat yang berbeda untuk melihat efektivitasnya dalam penyembuhan luka. Kelinci pun dibagi menjadi tiga grup sesuai dengan zat yang akan diaplikasikan pada luka di punggungnya. Satu grup diberikan air garam, satu grup diberikan bubuk yunnan baiyao (bubuk yang telah banyak digunakan untuk menyembuhkan luka), dan satu grup diberikan saliva.

Hasilnya, pada grup yang diberikan saliva dan yunnan baiyao, luka lebih cepat sembuh dibandingkan yang diberikan air garam. Pada luka yang diberi saliva, tingkat kesembuhan pada hari ke-5, 8, dan 11 dalam proses penyembuhan luka ternyata lebih baik dibandingkan dengan grup lainnya. Selain itu, pada grup yang diberi saliva, luka yang sembuh jauh lebih bersih hasilnya, dengan bukti tidak ada sel yang bengkak dan luka kembali tertutup dengan kulit baru setelah 15 hari, hal ini jauh lebih baik dibandingkan dengan grup lainnya.

Selain membuat luka lebih cepat sembuh, ada laporan yang dikemukan oleh kumpulan peneliti dari The Netherlands. Ada harapan jika kandungan histatin ini dapat menutup bersih luka pada orang dengan diabetes dan berbagai luka lainnya yang sulit untuk sembuh. Sebagai tambahan, kandungan yang ada dalam saliva ini mudah diproduksi secara massal.

Ludah dapat mematikan bakteri yang ada di jerawat

Meludah sekarang dapat dijadikan salah satu cara termudah dan termurah untuk menghilangkan jerawat. Menurut Boston Globe, saliva mengandung antimikroba dan antijamur yang dapat menghilangkan kondisi tersebut. Selain itu, tidak hanya antimikroba dan antijamur, kandungan asam pada saliva mampu mempercepat proses penghilangan jerawat.

Caranya mudah, sebelum makan atau minum di pagi hari, oleskan ludah Anda sendiri pada wajah yang berjerawat. Setelah 15 menit, bilas wajah dengan air. Keesokan harinya, jerawat akan mengecil dengan sendiri, menurut beauty blogger, Kristin Collins Jackson.

Ada satu tips yang diberikan oleh Jackson. Jika Anda merasa jijik, Anda bisa menambahkan beberapa bahan yang dapat juga memberikan efek yang serupa namun dengan tampilan dan aroma yang berbeda. Tambahkan madu dan pala agar Anda merasa lebih nyaman dengan salep jerawat alami ini.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Gadis Rima Astari
Tanggal diperbarui 05/10/2016
x