Kapan Pasien Batu Ginjal Harus Melakukan Prosedur Ureteroskopi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sakit pinggang, nyeri saat buang air, dan urin kelihatan keruh karena butiran kecil berwarna putih bisa menandakan Anda kena batu ginjal. Penyakit yang menyerang sistem kemih ini ternyata sangat umum terjadi. Salah satu cara mengobatinya adalah mengikuti prosedur ureteroskopi. Namun, kapan pasien akan diharuskan dokter menjalani pengobatan batu ginjal ini. Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

Bahaya penyakit batu ginjal jika tidak diobati

Batu ginjal atau renal calculi adalah batuan yang terbentuk dari kalsium, oksalat, atau asam urat. Kondisi ini terjadi ketika ginjal kekurangan cairan untuk memproses mineral secara normal. Meski terbentuk di ginjal, batu ginjal dapat bergerak menuju saluran kemih, yaitu ureter.

Jika masih seukuran butir pasir, batu dapat melewati ureter ke kandung kemih. Lalu dikeluarkan bersama urin dan membuatnya jadi keruh. Sementara jika ukurannya cukup besar, batu bisa mengiritasi ureter menyebabkan kencing berdarah, nyeri hebat saat buang air yang menyebar ke pinggang dan selangkangan.

Kadang batu ginjal juga bisa mengambat aliran urin karena terjebak di saluran kemih. Tanpa perawatan, ginjal dapat terinfeksi dan akhirnya mengalami kerusakan.

Kapan pengobatan batu ginjal ureteruskopi dijalani pasien?

Ada banyak pengobatan batu ginjal yang bisa dipilih pasien. Dokter akan membantu pasien memilih pengobatan mana yang paling efektif, berdasarkan keparahan gejala dan seberapa besar batu ginjal. Salah pengobatannya adalah ureteroskopi (URS). Prosedur ini biasanya dilakukan ketika batu ginjal berada di ureter dan pasian merasakan gejala munculnya darah pada urin.

Sebelum direkomendasikan pengobatan ini, pasien akan lebih dulu menjalani tes kesehatan, seperti:

  • Tes urin untuk mendiagnosis adanya infeksi
  • CT scan untuk mengetahui ukuran dan lokasi batu ginjal
  • MRI untuk memberikan gambaran ginjal dan kandung kemih lebih detail

obat bius

Bagaimana prosedur ureteruskopi dilakukan?

URS dilakukan dengan alat ureteroskop, yaitu tabung panjang dan tipis yang diengkapi lensa pada ujungnya. Secara umum ada dua cara untuk melakukan ureteroskopi, yaitu:

  • Jika batuan kecil, ureteroskop dilengkapi dengan keranjang untuk mengumpulkan batuan dan membawanya keluar dari ureter.
  • Jika batuan cukup besar, ureteroskop akan dilengkapi dengan sinar laser, yaitu laser holmium yang dapat memecah batu sehingga lebih mudah dikeluarkan dari ureter.

Awalnya pasien akan diberi obat bius untuk mematikan saraf sementara sehingga tidak menimbulkan rasa nyeri. Kemudian, ahli urologi akan memasukkan ureteroskop melalui saluran kencing (uretra) menuju ureter. Setelah alat mencapai kandung kemih, dokter akan melakukan sterilisasi melalui ujung ureteroskop dan mencapai area ureter.

Proses tersebut biasanya memakan waktu hingga 30 menit. Kemudian untuk mengangkat atau memecahkan batu ginjal diperlukan waktu yang lebih lama, yaitu sekitar 90 menit.

Setelah batu ginjal diangkat atau dipecahkan, ureteroskop dikeluarkan dan cairan pada kandung kemih akan dikonsongkan. Anda akan pulih kembali setelah efek obat bius hilang dalam waktu 1 hingga 4 jam. Pada kondisi tertentu, stent (tabung kecil yang dipasang dari ginjal ke kantung kemih) akan tetap terpasang.

Dua jam setelah kesadaran Anda kembali, dokter akan meminta Anda minum air sebanyak 0,5 liter dalam satu jam. Setelahnya, Anda akan merasakan sakit saat buang air kecil. Dalam 24 jam ke depan, urin yang Anda keluarkan akan disertai darah. Untuk mengurangi kondisi tersebut, obat antinyeri akan diberikan.

Pemberian antibiotik akan dilakukan jika infeksi terjadi. Biasanya kondisi ini ditandai dengan demam menggigil dan rasa nyeri yang tidak juga hilang.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca