Anuria (Kencing Tidak Keluar): Penyebab, Pengobatan, dll.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu anuria?

Anuria adalah sebuah kondisi ketika tubuh tidak dapat mengeluarkan urine. Artinya, organ yang memproduksi urine, yaitu ginjal, berhenti berfungsi. Kondisi ini biasanya terjadi akibat adanya gangguan pada ginjal

Ginjal berfungsi mengeluarkan limbah dan cairan berlebih dari tubuh dalam bentuk urine. Organ berbentuk kacang ini juga membantu mengatur tekanan darah, keseimbangan garam, elektrolit, dan asam-basa dalam tubuh. 

Normalnya, setiap orang mengeluarkan urine sekitar 800-2000 mililiter per hari. Pada kasus anuria, angka tersebut berkurang hingga menjadi 0-100 mililiter per hari akibat penumpukan zat beracun. 

Sebelum mengalami kondisi ini, Anda biasanya akan melewati kondisi yang disebut oliguria. Oliguria adalah kondisi ketika jumlah urine berkurang, tetapi tidak separah anuria. Sementara itu, anuria merupakan pertanda gangguan akut atau kronis pada ginjal. 

Seberapa umum kondisi ini?

Anuria dapat terjadi pada siapa saja. Namun, dibandingkan dengan oliguria, kondisi ini lebih jarang terjadi. Pasalnya, tahapan pertama kondisi ini adalah oliguria dan ketika tidak ditangani dengan tepat, anuria pun terjadi. 

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala anuria?

Pada dasarnya, tidak bisa buang air kecil alias anuria adalah gejala itu sendiri. Oleh sebab itu, gejala lainnya akan mengikuti apa penyebab kondisi ini pada tubuh. 

Berikut ini beberapa tanda dan gejala penyakit ginjal yang mungkin terjadi pada penderita anuria. 

  • Tangan dan pergelangan kaki membengkak.
  • Nyeri dan sulit buang air kecil.
  • Ada darah dalam urine (hematuria).
  • Merasa lemas dan lemah.
  • Mual dan muntah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Nyeri pinggang di bagian samping.
  • Sulit berkonsentrasi.

Kapan saya harus ke dokter?

Jika Anda mengalami beberapa gejala yang disebutkan dan disertai dengan kondisi ini, segera periksakan diri ke dokter. Hal ini bertujuan agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengurangi risiko dan komplikasi. 

Penyebab

Apa saja penyebabnya?

Penyebab anuria adalah masalah yang berkaitan dengan organ ginjal. Anuria juga dapat disebabkan oleh masalah pada jantung. Namun, tidak begitu banyak pasien yang melaporkan kasus ini. 

Fungsi ginjal yang menurun bisa diakibatkan oleh berbagai hal yang kemudian menimbulkan anuria atau tidak dapat kencing. Berikut ini beberapa penyebab anuria yang perlu Anda waspadai:

Tekanan darah menurun tiba-tiba

Tekanan darah yang turun secara tiba-tiba mungkin terjadi akibat beberapa hal, seperti:

  • dehidrasi parah akibat muntah dan diare,
  • infeksi parah yang menurunkan aliran darah ke ginjal, dan
  • produksi sel darah merah menurun drastis.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan cedera ginjal akut dan anuria yang membuat Anda kesulitan buang air kecil. 

Diabetes

Kadar glukosa (gula darah) yang terlalu tinggi pada penyandang diabetes dapat menyebabkan diabetes ketoasidosis. Kondisi ini juga dapat merusak pembuluh darah yang berada di ginjal yang berisiko terhadap gagal ginjal akut

Batu ginjal

Batu ginjal dapat menimbulkan penyumbatan di ginjal atau ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih). Kondisi ini membuat urine akhirnya tidak bisa keluar (anuria). 

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnya, ginjal rusak dan Anda tidak bisa kencing. 

Tumor

Adanya tumor dapat menghambat fungsi ginjal dan menyumbat saluran kemih, sehingga terjadilah penyakit anuria. 

Gagal ginjal

Jika ginjal berhenti berfungsi (gagal ginjal), darah tidak akan tersaring dengan baik dan tidak menghasilkan urine. 

Komplikasi

Apa yang terjadi ketika kondisi ini tidak diobati dengan benar?

Apabila anuria tidak segera diobati, Anda mungkin berisiko mengalami komplikasi yang dapat membahayakan jiwa. Anuria yang tidak ditangani dapat menyebabkan cedera ginjal akut dan kondisi yang paling parah adalah kerusakan ginjal permanen.

Obat dan pengobatan

Bagaimana cara mengobati anuria?

Pengobatan kondisi ini sebenarnya bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika sudah kerusakan ginjal sudah mencapai tahap akhir, Anda akan dianjurkan untuk menjalani dialisis dan transplantasi ginjal. 

Dialisis dilakukan untuk mengeluarkan cairan yang sudah tidak dibutuhkan tubuh dan mengatur cairan yang seharusnya dilakukan oleh ginjal. Sementara itu, cara lain untuk mengobati susah kencing (anuria) di antaranya: 

Cairan intravena

Cairan intravena biasanya diberikan pada penderita anuria yang disebabkan oleh dehidrasi parah dan hipotensi. 

Penggunaan ureteric stent

Ureteric stent adalah alat pengganti saluran ureter, yaitu saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Alat ini berbentuk tabung kecil atau pipa yang menghubungkan ginjal langsung ke kandung kemih.

Cara ini biasanya diberikan pada orang yang tidak bisa kencing akibat adanya obstruksi ureter. 

Prosedur pengangkatan batu ginjal

Bagi penderita kondisi ini yang disebabkan oleh batu ginjal mungkin akan dianjurkan untuk menjalani pengobatan batu ginjal. Hal ini dilakukan untuk memecah batu ginjal hingga menjadi pecahan kecil agar tidak menyumbat saluran kemih. 

Cara ini biasanya juga dilakukan oleh orang yang memiliki tumor dan mengalami kesulitan saat buang air kecil. 

Konsumsi obat sesuai anjuran dokter

Jika Anda punya hipertensi atau diabetes, penting untuk tetap mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter. Menerapkan gaya hidup sehat termasuk diet, olahraga, dan manajemen stres yang baik juga sangat penting. 

Dengan membaiknya kondisi hipertensi dan diabetes, anuria dapat teratasi dan kondisi berkemih menjadi kembali normal.

Transplantasi ginjal

Transplantasi ginjal adalah upaya terakhir jika pengobatan anuria berdasarkan penyebabnya tidak berhasil. Metode ini biasanya dilakukan oleh pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir. 

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Anuria adalah kondisi yang harus ditangani secara medis. Karenanya, Anda perlu mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter. Mendiagnosis anuria dan penyebab utamanya dimulai dengan menanyakan riwayat medis pasien secara menyeluruh

Setelah itu, Anda mungkin akan diminta untuk melakukan beberapa pemeriksaan ginjal, yakni:

  • tes darah untuk mengetahui jumlah kadar urea dan kreatinin dalam darah,
  • tes urine (urinalisis),
  • USG dan CT-Scan untuk melihat bentuk ginjal, ureter, dan kandung kemih, dan
  • biopsi ginjal untuk menganalisis ginjal lewat jaringan ginjal.

Pengobatan di rumah

Perubahan gaya hidup seperti apa yang perlu dilakukan?

Selain menjalani pengobatan dari dokter, penderita anuria juga perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Hal ini dilakukan untuk membantu mempercepat proses pemulihan. 

Berikut ini pola hidup yang mungkin perlu dilakukan oleh pasien dengan kondisi ini yang hampir serupa dengan pantangan makanan sakit ginjal

  • Batasi makanan yang tinggi gula dan lemak.
  • Makan makanan dengan nutrisi yang seimbang.
  • Batasi protein hewani dan ganti dengan protein nabati sesekali.
  • Diet rendah garam dan rendah lemak.
  • Penuhi asupan cairan sesuai anjuran dokter.
  • Olahraga secara teratur minimal 30-45 sehari, seperti bersepeda atau jogging.
  • Kelola stres dengan melakukan meditasi atau yoga.

Anuria adalah kondisi yang berkaitan dengan sejumlah masalah pada ginjal. Oleh sebab itu, Anda tidak dapat mendiagnosis diri sendiri. 

Intinya, semakin cepat penyebab anuria terdeteksi, Anda mungkin dapat menghindari risiko komplikasi. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, tanyakan kepada dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat bagi Anda. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Itu Pemeriksaan Kreatinin dan Bagaimana Prosedurnya?

Kreatinin adalah produk limbah kimia hasil metabolisme otot yang digunakan selama kontraksi. Apa gunanya pemeriksaan kreatinin?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Urologi 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Uretritis

Sakit saat buang air kecil? Bisa jadi ini tanda dari uretritis. Uretritis adalah peradangan pada uretra. Simak penjelasannya secara lengkap.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Urologi, Urologi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyakit Ginjal

Penyakit atau sakit ginjal adalah gangguan fungsi pada organ ginjal. Apa saja gejala dan penyebab penyakit ini? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Ginjal 16 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Tidak sembarang orang bisa mendonorkan ginjalnya untuk yang membutuhkan. Apa saja syarat donor ginjal dan bolehkah seorang perokok melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
leukosit dalam urine

Hasil Tes Urine Menunjukkan Adanya Sel Darah Putih (Leukosit), Apa Artinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
sel epitel dalam urin

Apa Artinya Jika Terdapat Sel Epitel dalam Urine?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit