Ternyata Kulit Ikan Nila Ampuh untuk Mengobati Luka Bakar. Caranya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mengalami luka bakar? Mungkin hampir semua dari Anda pasti pernah mengalaminya. Misalnya saat terkena percikan dari minyak goreng saat memasak atau ketika secara tidak sengaja kaki Anda menyenggol knalpot motor yang masih panas. Pasti terbayang bagaimana rasa perihnya. Ada obat luka bakar yang diklaim sangat mujarab tanpa menggunakan obat salep melainkan menggunakan kulit ikan tilapia atau yang di Indonesia dikenal dengan ikan nila.

Benarkah kulit ikan nila bisa jadi obat luka bakar?

Ide menggunakan kulit ikan sebagai obat luka bakar diawali dengan sulitnya stok jaringan kulit babi beku atau jaringan dari kulit manusia (mengandung kolagen) yang biasanya dipakai dalam mengobati luka bakar. Keadaan sulit ini pun mengharuskan para peneliti Brasil mencari alternatif lainnya. Maka salah satu pengobatan yang ditemukan untuk mengobati luka tersebut adalah menggunakan kulit ikan tilapia atau nila.

Sebelumnya para peneliti di China telah meneliti tentang hal ini dan mempraktikkannya pada tikus. Bedanya di Brasil, peneliti mereka langsung menggunakannya kepada para pasien. Pada saat dilakukan penelitian, sebanyak 56 pasien yang mengalami luka bakar tingkat dua dan tiga diuji dengan menggunakan pengobatan tersebut. Hasilnya d iluar dugaan, kulit ikan tilapia menyembuhkan luka bakar bahkan lebih cepat dibandingkan pengobatan yang menggunakan salep.

Metode pengobatan luka bakar dengan menggunakan kulit ikan tilapia, atau ikan nila, dilakukan oleh tim dokter di Dr Jose Frota Institute Burns Unit di Fortaleza, sebuah wilayah di timur laut Brasil. Obat luka bakar dengan ikan nila ini juga diyakini merupakan yang pertama dalam sejarah kesehatan.

Penelitian ini sudah mulai dikembangkan oleh suatu tim peneliti yang dikepalai oleh Dr Odrico Moraes sejak dua tahun yang lalu, di Nucleus of Research and Development of Medicines (NPDM) di Federal University of Ceara (UFC). Para peneliti ini menemukan bahwa ternyata kulit ikan tilapia mengandung pelembap, kolagen dan lebih tahan dari penyakit. Padahal biasanya kulit ikan ini sering dibuang begitu saja, setelah dagingnya dikonsumsi.

Bagaimana cara mengobati luka bakar dengan kulit ikan nila?

Pengobatan luka bakar menggunakan ikan nila tergolong sangat mudah. Kulit ikan tilapia yang telah diproses sedemikian rupa agar steril dan aman untuk digunakan untuk penanganan medis selanjutnya ditempelkan secara langsung pada bagian yang terkena luka bakar kemudian ditutup dengan perban. Ketika digunakan kulit ikan tidak perlu diganti.

Setelah 10 hari, dokter yang akan melepas perban tersebut. Kulit ikan tersebut sudah mengering dan luka bakar pun diklaim sembuh. Rasa sakit pada pasein luka bakar diklaim akan langsung jauh berkurang ketika ditempeli kulit ikan tilapia. Jadi pasien tidak akan akan bergantung pada obat penahan sakit lagi.

Bagaimana kulit ikan nila bisa mengobati luka bakar?

Nah, Anda pasti penasaran kenapa ikan nila bisa jadi obat luka bakar. Sebenarnya kulit ikan tilapia mengandung kolagen yang tinggi sehingga memberi kelembapan yang lebih lama. Hal ini berguna untuk membuat jaringan baru untuk menggantikan jaringan yang terbakar. Selain itu, kulit ini juga kaya akan omega 3 yang merupakan antioksidan. Komponen ini dapat menenangkan peradangan yang terjadi sehingga pasien pun dapat merasa lebih nyaman selama proses penyembuhan. Penggunaannya pun aman karena kulit ini biokompatibel dengan kulit manusia.

Alasan lain kenapa pengobatan luka bakar di Brasil mempopulerkan pemakaian sisik ikan tilapia adalah karena jumlah populasi dari ikan ini yang sangat besar. Tentunya dengan sumber daya ikan yang begitu banyak membuat harga pengobatan menggunakan ikan ini jauh lebih murah dibandingkan metode pengobatan lainnya.

Selain itu pengobatan menggunakan kulit lebih efektif karena cukup sekali pemakaiaan dan setelah seminggu, kulit ikan dibuang. Jelas dengan harga yang murah ini, metode pengobatan ini akan sangat membantu masyarakat. Kira-kira, apakah metode ini akan juga digunakan di Indonesia?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit