Perut Terasa Ramping Setelah Kentut, Apa Karena Ada Kalori yang Ikut Terbakar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/02/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setelah berhasil buang angin alias kentut, perut Anda biasanya akan terasa lebih nyaman. Bahkan, kadang Anda juga merasa perut jadi lebih ramping setelah kentut. Itulah mengapa, banyak orang yang menduga bahwa udara yang keluar saat kentut disebut-sebut jadi pertanda bahwa tubuh sedang membakar kalori saat kentut. Lantas, apa benar begitu? Cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Apakah tubuh membakar kalori saat kentut?

suara kentut

Seorang ahli gastroenterologi dari Massachusetts General Hospital di Boston, Kyle Staller, MD, mengungkapkan bahwa rata-rata manusia menyimpan sekitar 0,5-1,5 liter gas pada saluran pencernaannya setiap hari. Keseluruhan gas ini akan dikeluarkan melalui kentut secara bertahap setiap hari. Kira-kira, manusia akan kentut dalam sehari sebanyak 14-23 kali.

Setelah beberapa kali kentut, Anda mungkin merasa perut tak lagi buncit alias lebih ramping. Karena itulah, muncul dugaan bahwa tubuh ikut membakar kalori saat kentut. Bahkan katanya, satu kali kentut dapat membakar 67 kalori dalam tubuh. Apa benar begitu?

Sayangnya, hal ini hanyalah mitos belaka. Tubuh tidak membakar satupun kalori saat kentut. Menurut para ahli, kentut adalah kegiatan pasif yang tidak menghabiskan energi dalam tubuh.

Saat kentut, otot-otot usus dan saluran pencernaan Anda berada dalam kondisi rileks. Walau begitu, tekanan dari otot-otot usus tetap dapat mendorong gas keluar dari anus tanpa mengeluarkan energi sedikitpun.

Sedangkan untuk membakar kalori, otot-otot tubuh Anda harus berkontraksi atau bergerak. Misalnya dengan olahraga lari, berenang, atau sekadar jalan kaki yang melibatkan pergerakan otot di sekujur tubuh.

Hal ini semakin memperjelas bahwa pada dasarnya tubuh tidak membakar kalori saat kentut. Kecuali jika Anda tidak sengaja kentut saat sedang lari atau beraktivitas, maka tentu saja akan ada kalori yang terbakar. Akan tetapi, hal ini berasal dari kegiatan yang sedang Anda lakukan, bukan karena kentut.

Lalu, kenapa perut tampak lebih ramping setelah kentut?

mengecilkan perut setelah melahirkan

Meski kadang dipandang sebagai hal yang memalukan, buang angin alias kentut justru membawa banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya, udara yang keluar saat kentut bisa membantu Anda terhindar dari perut kembung.

Kalau Anda perhatikan, terkadang perut yang semula buncit tampak lebih ramping setelah kentut. Anda mungkin jadi bertanya-tanya, apakah ini artinya kentut bisa mengatasi perut buncit?

Ternyata, perut ramping setelah kentut hanyalah efek sementara. Perut buncit ini berasal dari timbunan udara di dalam saluran pencernaan yang berasal dari:

  • Menelan udara, biasanya terjadi saat makan, minum, pakai sedotan, atau mengunyah permen karet.
  • Bakteri di usus mengeluarkan gas saat membantu mencerna makanan.

Semakin banyak gas dalam perut, maka perut Anda akan terlihat semakin membesar atau sering disebut juga dengan perut kembung. Ketika pergerakan usus mulai mendorong gas-gas tersebut keluar dari tubuh, maka perut Anda akan mengempes dan tampak mengecil. Perut Anda pun terasa lebih nyaman setelahnya.

Waspada berat badan turun drastis setelah kentut

penyakit radang usus penyakit crohn

Karena tubuh tidak membakar kalori saat kentut, maka berat badan Anda pun tentu tidak akan berkurang sedikit pun setelah kentut. Meski begitu, berhati-hatilah jika Anda merasa lebih sering kentut yang disertai dengan penurunan berat badan secara drastis.

Menurut Michael Rice, MD, seorang ahli gastroenterologi di University of Michigan’s Michigan Medicine Gastroenterology Clinic, berat badan yang turun drastis disertai sering kentut bisa menjadi gejala penyakit pencernaan. Mulai dari penyakit celiac hingga penyakit radang usus (IBD).

Perhatikan gejala lainnya yang muncul saat kentut. Jika Anda merasakan sakit perut, perubahan kebiasaan buang air besar, hingga perdarahan dubur, segera periksakan diri ke dokter terdekat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit