6 Jenis Masalah Pada Kuku dan Artinya Bagi Kesehatan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kuku yang bersih, rapi, dan terawat pasti menjadi dambaan semua orang. Sayangnya, tidak semua orang bisa mempunyai bentuk kuku yang bagus dan diinginkan karena beberapa kondisi. Kondisi-kondisi tertentu dapat menyebabkan kuku mengalami perubahan bentuk atau ‘kelainan’, mulai dari infeksi kuku oleh jamur, efek dari kecelakaan yang melukai bagian jari dan kuku, atau karena kebiasaan hidup. Namun ternyata kelainan pada kuku tidak hanya karena faktor-faktor yang berasal dari luar, kelainan-kelainan yang terjadi pada kuku jari kita ternyata bisa menjadi tanda-tanda penyakit dalam tubuh, loh!

Kuku yang rapuh dan mudah patah

Ketika seseorang telah menginjak usia yang tak lagi muda, atau ketika seseorang sering kali melakukan kegiatan yang melibatkan paparan dengan air atau bahan-bahan kimiawi seperti sabun dan deterjen, kuku orang tersebut akan menjadi rapuh dan mudah patah. Kuku yang rapuh dan mudah patah juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur-jamur yang menyerang bagian kuku.

Namun, belum banyak orang yang mengetahui bahwa gangguan kesehatan di dalam tubuh seseorang juga bisa menyebabkan kuku seseorang menjadi rapuh dan mudah patah, antara lain kondisi kulit lichen planus, kalenjar tiroid yang tidak aktif (underactive) atau terlalu aktif (overactive) dalam menghasilkan hormon-hormon di dalam tubuh, psoriasis kuku, bahkan penyakit seperti artritis reaktif atau sindrom Reiter, walaupun tidak sering.

kuku-rapuh

(Sumber gambar: http://www.nhs.uk/conditions/nail-abnormalities/Pages/Introduction.aspx)

Kuku berubah warna

Sering kali tanpa kita sadari, kuku yang semula berwarna bening lama kelamaan mengalami perubahan dalam segi warna. Pada banyak kasus, kuku seseorang berubah menjadi warna kekuningan, bisa jadi karena infeksi jamur, konsumsi obat-obatan sejenis karoten, atau penyakit psoriasis kuku. Bukan hanya itu, banyak penyakit lain yang juga menyebabkan kuku seseorang mengalami perubahan warna, antara lain kerusakan paru-paru akibat bronkiektasis, sinusitis, inflamasi kalenjar tiroid, tuberkulosis (TBC), limfedema, penyakit liver yang menyebabkan hampir seluruh tubuh berwarna kuning, hingga penyakit  paronikia kronis.

Selain berubah warna menjadi kekuningan, kuku juga mungkin mengalami perubahan warna menjadi warna hijau-hitam, abu-abu, cokelat, bahkan hingga biru. Kuku yang berwarna hijau-hitam dapat disebabkan oleh pertumbuhan bakteri pseudomonas, warna abu-abu dapat disebabkan konsumsi obat-obatan seperti antimalarial atau minosiklin, serta warna cokelat dapat disebabkan oleh adanya penyakit tiroid, kehamilan, atau malnutrisi. Kuku yang berwarna biru juga bisa menjadi tanda adanya kelainan kondisi liver yang disebut penyakit Wilson, yaitu keadaan di mana tubuh kesulitan membuang kelebihan tembaga atau saat tubuh mengalami kekurangan oksigen.

Muncul garis Beau pada kuku

Garis Beau dapat menjadi tanda terjadinya malnutrisi pada tubuh seseorang, ditandai dengan garis horizontal sepanjang kuku. Selain itu, beberapa kondisi kesehatan lain juga dapat menjadi penyebab timbulnya garis Beau pada kuku, antara lain penyakit-penyakit yang menyebabkan demam tinggi seperti campak dan demam scarlet, penyakit vaskular periferal, pneumonia, diabetes yang tidak terkendali, serta defisiensi mineral seng di dalam tubuh.

Selain itu, garis Beau juga bisa muncul pada pasien yang sedang atau telah melakukan pengobatan kemoterapi serta pasien yang mempunyai penyakit Raynaud ketika berada di lingkungan dengan udara yang sangat dingin. Kelainan berupa munculnya garis Beau ini umumnya bisa dihilangkan. Dibutuhkan waktu sekitar empat hingga enam bulan untuk menghilangkan  garis ini pada jari tangan dan enam hingga 12 bulan pada kuku jari kaki.

garis-beau

(Sumber gambar: http://img.tfd.com/mk/L/X2604-L-21.png)

Koilinisia

Istilah umum untuk kelainan kuku yang mempunyai nama medis koilinychia ini adalah spooning atau kuku sendok karena menyebabkan kuku sang penderita terlihat seperti sendok. Kuku seseorang dengan kelainan koilinisia akan membentuk suatu cekungan ke dalam. K

etika seseorang mempunyai bentuk kuku seperti ini, kemungkinan orang tersebut juga mengalami satu dari beberapa kondisi kesehatan seperti kekurangan mineral besi atau anemia, hemokromatosis atau akumulasi besi di dalam tubuh, penyakit Raynaud, lupus erythematosu, serta beberapa penyakit lain yang berhubungan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah.

koilinisia

(Sumber gambar: http://medicalpicturesinfo.com/wp-content/uploads/2011/11/Koilonychia-1.jpg)

Clubbing

Kelainan kuku yang satu ini mempunyai nama yang cukup unik: clubbing. Clubbing adalah keadaan di mana jaringan di bawah kuku mengalami penebalan sehingga kuku menjadi bulat dan menggelembung, hampir mirip dengan bawang. Pada kasus kelainan yang bersifat menurun, kelainan ini dinilai tidak terlalu berbahaya, tapi jika kondisi ini muncul secara tiba-tiba pada kuku jari Anda, kemungkinan terdapat penyakit atau gangguan kesehatan di dalam tubuh.

Kemungkinan penyakit yang ada seiring dengan penumbuhan kuku ini antara lain penyakit paru-paru dan jantung jangka panjang, seperti kanker paru, bronkiektasis, atau endokarditis, bisa juga radang usus atau inflamasi penyakit bowel (IBD), sirosis, bahkan penyakit polisitemia, yaitu darah yang terlalu kental.

clubbing

(Sumber gambar: http://www.nhs.uk/conditions/nail-abnormalities/Pages/Introduction.aspx)

Pincer nail deformity

Kelainan kuku ini dapat diidentifikasi dengan adanya lengkungan yang berlebihan yang semakin meningkat seiring panjang kuku dan mencapai titik maksimum pada bagian ujung kuku. Pada titik ini, akan terlihat bagian kuku yang seolah ‘menjepit’ ujung jari tanpa mengganggu jaringan epidermis kulit. Namun sering kali penyakit ini menimbulkan rasa sakit pada bagian ujung jari penderita, di mana kuku melengkung ke ujung jari.

Kelainan ini kemungkinan terjadi pada pasien dengan penyakit psoriasis, SLE, penyakit Kawasaki, kanker, penyakit ginjal stadium akhir, serta sindrom genetis seperti paronisia bawaan.

kuku

(Sumber gambar: http://www.arthritisresearch.us/nail-disorders/im.html)

Masih banyak lagi kelainan-kelainan pada kuku dan gangguan kesehatan di belakangnya. Sebisa mungkin hubungi tenaga medis yang bersangkutan jika kuku jari Anda berubah warna, tekstur, bentuk, atau ketebalannya tanpa alasan yang jelas, ya!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit