6 Manfaat Garam Himalaya: Si Kristal Pink yang Menyehatkan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah mendengar jenis garam lain selain garam meja yang biasa Anda pakai saat masak? Ya, di dunia ini terdapat berbagai jenis garam. Salah satunya adalah garam Himalaya yang akan kita bahas. Garam ini tidak berwarna putih seperti yang sering Anda lihat, tetapi mempunyai warna pink. Ingin tahu lebih lanjut tentang garam ini? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu garam Himalaya?

Garam Himalaya tidak sembarangan bisa Anda dapatkan. Garam ini bukan berasal dari laut seperti garam biasa, tetapi garam ini berasal dari tambang garam terbesar kedua di dunia yang bernama Khewra Salt Mine yang berada di kaki pegunungan Himalaya, Pakistan. Garam Himalaya merupakan salah satu garam paling murni yang ada di dunia. Garam ini terkubur selama ribuan tahun di bawah lapisan lava, salju, dan es.

BACA JUGA: Mengenal 5 Jenis Garam: Mana yang Paling Sehat?

Oleh karena itu, warna garam ini berbeda dengan warna garam lainnya. Warna pink atau merah muda yang dimiliki garam ini berasal dari kandungan zat besi yang ada di dalamnya. Jika Anda menaburkan garam Himalaya ke dalam makanan Anda, maka makanan Anda akan berubah warna menjadi lebih menarik.

Apa saja manfaat garam Himalaya?

Garam Himalaya mempunyai banyak manfaat. Beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari konsumsi garam Himalaya adalah:

1. Mengandung banyak mineral

Garam pink ini mengandung banyak sekali mineral. Hal ini bisa dilihat dari warna yang dimilikinya. Garam ini mengandung hampir 80 mineral yang berbeda. Selain kandungan zat besi yang memberikan warna pink, garam ini juga mengandung mineral magnesium, kalsium, kalium, fosfor, klorida, boron, fluoride, yodium, seng, selenium, tembaga, dan masih banyak lagi. Mineral-mineral ini tentu diperlukan untuk tubuh. Namun, sebesar 97% garam Himalaya terdiri dari natrium klorida, dan sisanya 3% adalah mineral lain dalam konsentrasi kecil.

2. Mengandung antimikroba

Antimikroba dalam garam selama ini dimanfaatkan untuk mengawetkan makanan. Namun, lebih dari itu ternyata antimikroba dalam garam juga bermanfaat untuk kesehatan kita. Antimikroba dalam garam dapat digunakan tubuh untuk membantu melawan infeksi. Selain itu, penelitian juga telah membuktikan bahwa asupan natrium tinggi yang diperoleh dari garam dapat meningkatkan respon kekebalan tubuh dan mempercepat masa penyembuhan pada tikus.

Oleh karena itu, konsumsi garam Himalaya atau garam lainnya dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan infeksi. Selain itu, menggunakan garam Himalaya untuk mandi atau dioleskan ke kulit juga dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur di kulit.

3. Mempertahankan hidrasi tubuh

Seperti yang kita tahu, tubuh mengandung garam elektrolit untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan menjaga hidrasi tubuh. Sehingga, konsumsi garam Himalaya juga dapat membantu tubuh dalam menjaga keseimbangan cairan dan hidrasi. Hal ini membantu tubuh dalam memperlancar komunikasi sinyal saraf dan membantu fungsi otot. Dengan mengonsumsi natrium dalam jumlah yang tepat, artinya Anda juga membantu tubuh dalam mencegah kram otot dan masalah otot lainnya.

BACA JUGA: 6 Bahaya Pada Tubuh Jika Makan Garam Terlalu Banyak

4. Menyeimbangkan pH tubuh

Selain membantu menyeimbangkan cairan dalam tubuh, natrium juga membantu dalam menyeimbangkan pH tubuh. Natrium dapat menetralkan asam dalam tubuh, sehingga dapat menyeimbangkan pH dalam tubuh. Sehingga, jika Anda mengonsumsi garam Himalaya yang mengandung natrium, Anda juga akan mendapatkan manfaat ini.

Dengan menyeimbangkan pH tubuh, Anda turut mencegah menurunnya kekebalan tubuh, hilangnya kepadatan tulang, dan batu ginjal. Garam Himalaya juga dapat digunakan sebagai antasida karena bisa menetralkan asam lambung yang berlebihan.

5. Detoksifikasi

Berendam dalam air hangat yang ditambahkan garam Himalaya juga dapat membantu tubuh dalam mengeluarkan racun. Garam ini dapat membantu menarik racun keluar dari kulit dan jaringan lemak. Berendam dengan garam ini juga dapat membantu melemaskan otot-otot Anda yang tegang setelah beraktivitas. Hal ini membuat tubuh Anda menjadi lebih segar dan berenergi.

6. Manfaat lain garam himalaya

Manfaat lain dari garam Himalaya yaitu untuk meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi dari makanan, menjaga kesehatan pembuluh darah, kekuatan tulang, fungsi saluran pernapasan, ginjal, dan kandung empedu.

Apa bedanya dengan garam biasa (garam meja)?

Tidak seperti garam meja yang biasa Anda pakai masak, garam Himalaya tidak mengalami pemrosesan. Sehingga tidak ada zat tambahan yang ditambahkan ke dalamnya. Hal ini membuat garam Himalaya sangat murni dan mempunyai konsentrasi mineral dan warna yang masih alami.

Selain itu, garam ini juga mengandung lebih sedikit natrium dibandingkan dengan garam meja. Dalam seperempat sendok teh, garam meja mengandung 600 mg natrium, sedangkan garam Himalaya mengandung 420 mg natrium. Hal ini menjadikan garam Himalaya dapat membantu Anda dalam mengontrol tekanan darah. Garam Himalaya baik dikonsumsi oleh orang dengan tekanan darah tinggi, gagal jantung, penyakit ginjal, atau sirosis hati.

BACA JUGA: 7 Makanan yang Bisa Memicu Darah Tinggi

Asupan natrium yang berlebihan dalam tubuh tentu tidak baik. American Heart Association merekomendasikan asupan natrium tidak lebih dari 2300 mg/ hari untuk semua orang dan batas konsumsi natrium tidak lebih dari 1500 mg/ hari untuk orang dewasa, terutama yang mempunyai masalah dengan tekanan darah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
penyebab telinga gatal

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit