Daftar Penyakit Berbahaya yang Bisa Dicegah Dengan Imunisasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/04/2019 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang berpikir kalau imunisasi hanya diperuntukan bagi bayi dan anak-anak. Padahal, orang dewasa pun nyatanya masih perlu mendapatkan imunisasi secara berkala untuk mencegah beberapa jenis penyakit tertentu. Lantas, penyakit apa saja yang bisa dicegah?

Apa itu imunisasi?

Imunisasi adalah cara memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan beberapa jenis penyakit menular tertentu. Imunisasi dicapai dengan menyuntikkan vaksin secara berkala, meski juga bisa dengan meneteskannya ke mulut (ditelan).

Vaksin adalah zat yang terbuat dari kuman (virus atau bakteri) yang sudah dijinakkan. Ketika masuk ke dalam tubuh, kuman jinak tersebut tidak akan menyebabkan penyakit tapi justru akan melatih respon imun untuk mengenali dan mengingatnya sebagai potensi ancaman.

Di saat yang bersamaan, vaksinasi akan mendorong sistem imun untuk membentuk antibodi spesial. Antibodi baru ini dirancang bekerja secara spesifik melawan serangan penyakit tersebut dan mencegah perkembangannya apabila di kemudian hari ada kuman yang aktif masuk ke dalam tubuh.

Nah, kemudian terjadilah proses imunisasi supaya sistem imun dan antibodi yang telah terbentuk semakin kuat sehingga kebal terhadap serangan penyakit. Dengan vaksinasi rutin berkala, Anda akan melindungi diri sendiri dan orang lain dari ancaman penyakit menular di masa yang akan datang.

Imunisasi mencegah penyakit mewabah

Tidak diimunisasi akan membuat Anda lebih rentan tertular penyakit dan mengalami gejala yang lebih parah. Infeksi yang menggerogoti tubuh juga mungkin akan lebih sulit untuk ditangani sehingga berisiko lebih besar mengakibatkan komplikasi berbahaya.

Di sisi lain, infeksi tersebut juga akan lebih mudah menyebar ke orang sekitar karena kuman penyebabnya tidak ditanggulangi dengan maksimal dari di dalam. Terlebih jika orang-orang di sekitar juga belum atau tidak pernah mendapat imunisasi dan daya tahan tubuhnya sedang lemah. Pada akhirnya, penyebaran penyakit akan semakin meluas ke lingkungan sekitar.

Hal inilah yang menjadi awal mula terjadinya wabah penyakit sehingga kemudian menimbulkan kasus jangkitan penyakit dan kematian yang lebih banyak. Risiko ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ambil contoh kasus wabah polio yang menyerang hampir seluruh bagian di dunia pada tahun 1940 hingga 1950-an. Epidemi polio bermula di dataran Eropa pada awal tahun 1900-an, dan segera setelah itumenyebar muncul hingga Amerika Serikat. Rekor mencatat infeksi polio menyerang 42.173 orang dan merenggut 2.720 jiwa di Amerika Serikat.

Program imunisasi wajib di Indonesia

Setelah melihat risiko dan bahayanya, WHO kemudian berinisiatif menggalakkan program imunisasi secara global sekitar tahun 1970-an lewat misi Expanded Programme on Immunization (EPI).

EPI dianggap sebagai salah satu program kesehatan masyarakat paling sukses hingga saat ini. Pada tahun 1990, cakupan global untuk program vaksinasi DPT (difteri pertusis tetanus) mencapai 88% dan naik menjadi 91% pada 2012. Berkat program imunisasi global juga, penyakit polio berhasil 99% diberantas pada tahun 1988.

Sejalan dengan program WHO, Kementerian Kesehatan RI pun mulai menggalakkan penyelenggaraan imunisasi nasional sejak tahun 1956. Program imunisasi nasional ini terbagi menjadi imunisasi dasar lengkap (wajib) dan imunisasi tambahan (pilihan). Lewat upaya imunisasi, Indonesia pernah dinobatkan sebagai negara bebas polio oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1995.

Penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi

Namun mirisnya, beberapa penyakit menular kembali mengancam dunia akibat kemunduran cakupan jangkauan imunisasi sejak beberapa tahun belakangan. Melansir UNICEF, lebih dari 1,5 juta anak meninggal setiap tahun akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi.

Laporan WHO menyebutkan wabah polio kembali menjamur di Indonesia sejak tahun 2005, dan di beberapa negara berisiko tinggi lainnya seperti Pakistan, Afghanistan, Nigeria, dan Papua Nugini.

Padahal, program imunisasi global diperkirakan dapat menyelamatkan 2-3 juta nyawa setiap tahunnya. Apa saja penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi?

1. Hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi virus menular yang menyerang organ hati (liver) dan dapat menyebabkan kanker hati dan sirosis.

Virus hepatitis B (HBV) ditularkan dari satu orang ke lainnya lewat darah, air mani, atau cairan tubuh lainnya yang terkontaminasi virus. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah berisiko tinggi tertular penyakit ini. Melansir rilis media Depkes 2017, setiap tahun diperkirakan ada 150 ribu bayi yang 95% berpotensi mengalami hepatitis kronis (sirosis atau kanker hati) pada 30 tahun ke depan.

Infeksi hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin HB yang diberikan sebanyak 3 kali. Pertama, dalam waktu kurang dari 24 jam setelah lahir. Dosis vaksin selanjutnya diberikan saat bayi berumur 1 bulan, dan sekali lagi pada sekitar usia 3-6 bulan. Lewat program imunisasi, Depkes menargetkan eliminasi hepatitis B pada 2020.

2. TBC (tuberkulosis)

TBC adalah infeksi bakteri yang menyerang paru-paru. Berdasarkan data WHO tahun 2015, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia setelah India. Tren jumlah penderita TBC di Indonesia diperkirakan akan selalu bertambah sekitar seperempat juta nyawa per tahun. 

TBC bahkan menjadi infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia dalam kategori penyakit menular. Sekitar 140.000 kematian akibat TBC terjadi setiap tahunnya. Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa setiap 1 jam ada 8 kasus kematian akibat TBC.

Nah, salah satu cara untuk mencegah penyakit TBC adalah dengan memberikan imunisasi BCG. Pemberian vaksinasi BCG hanya satu kali pada anak usia di bawah dua bulan. Jika bayi sudah berumur lebih dari tiga bulan, maka harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Jika hasil tuberkulin negatif, maka BCG dapat diberikan.

3. Polio

Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dalam saluran pencernaan dan tenggorokan. Polio pada umumnya tidak bergejala. Hanya satu dari 200 orang terinfeksi yang biasanya menunjukan gejala sakit. Di Indonesia, penyakit ini disebut dengan lumpuh layu.

Setelah sempat dinobatkan sebagai negara bebas polio, WHO menemukan 45 kasus polio baru di Indonesia pada Maret 2005. Meski semenjak itu tidak ditemukan lagi kasus polio baru, Indonesia tetap masih berisiko. Maka dari itu, jangan sampai lengah.

Cara mencegah polio adalah dengan mendapatkan vaksin polio selambat-lambatnya pada usia di bawah lima tahun. Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berusia 6 bulan. Vaksin ini diberikan pada saat lahir, kemudian pada usia dua bulan, empat bulan, dan enam bulan.

Jika Anda telah melengkapi empat dosis vaksin polio waktu kanak-kanak, Anda disarankan untuk mendapatkan vaksin polio booster sebagai penguat sebanyak satu kali.

4. Difteri, tetanus, dan batuk rejan

Cara mencegah penyakit difteri, tetanus, dan batuk rejan bisa dilakukan dengan vaksinasi DPT. Pemberian vaksinasi ini dilakukan sebanyak lima kali sejak anak berusia dua bulan hingga enam tahun. Seorang anak akan disuntik pada usia dua bulan, empat bulan, enam bulan, antara 18-24 bulan dan terakhir lima tahun.

Jika semasa kanak-kanak Anda belum pernah mendapatkan vaksinasi jenis ini, maka Anda direkomendasikan untuk melakukan vaksinasi Tdap, yaitu vaksin TDP lanjutan yang diperuntukan untuk orang dewasa. Vaksin Tdap hanya diberikan sekali seumur hidup, namun disarankan untuk menyutikan vaksin penguat setiap 10 tahun sekali.

5. Campak

Campak merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Seringnya penyakit ini terjadi pada anak-anak, namun Anda mengurangi kemungkinan terkena penyakit ini dengan melakukan vaksin campak.

Vaksin ini diberikan pertama kali pada bayi usia 9 bulan. Setelah itu, dilanjutkan pemberian kedua kalinya pada usia 18 bulan dan pemberian ketiga pada usia 6-7 tahun atau saat anak baru masuk sekolah. Vaksin campak kedua tidak perlu diberikan bila anak sudah mendapatkan vaksin MMR.

Melengkapi imunisasi wajib dapat mencegah tujuh penyakit di atas. Namun di luar itu, Anda boleh mendapatkan imunisasi tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Imunisasi pilihan mencakup vaksinasi untuk mencegah berbagai penyakit di bawah ini:

  • Pneumonia dan meningitis yang disebabkan oleh pneumokokus
  • Diare yang disebabkan oleh rotavirus
  • Influenza
  • Cacar air (varisela)
  • Gondongan (mumps)
  • Campak Jerman (rubela)
  • Demam tifoid
  • Hepatitis A
  • Kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV
  • Japanese Enchephalitis
  • Herpes zoster
  • Demam berdarah

Dengan imunisasi, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri dari serangan penyakit tapi juga ikut mencegah penyebarannya.

Caranya mudah. Cukup datang ke pusat layanan kesehatan yang dinaungi pemerintah, misalnya rumah sakit daerah, posyandu, dan puskesmas. Program imunisasi untuk mencegah penyakit menular diberikan secara cuma-cuma, alias gratis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit