Herpes Zoster (Cacar Api/Cacar Ular)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu herpes zoster (cacar api/cacar ular)?

Herpes zoster adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV). Virus ini adalah virus yang sama dengan yang menyebabkan cacar air. Herpes zoster juga sering disebut herpes kulit, cacar api atau cacar ular.

Pada saat Anda terserang cacar air dan sembuh, VZV tidak hilang dari tubuh. Varicella-zoster dapat hidup dan “tidur” dalam sistem saraf selama bertahun-tahun lamanya sebelum aktif kembali sebagai cacar api.

Meskipun disebabkan oleh virus yang sama, terdapat sejumlah perbedaan antara cacar air dan herpes zoster alias cacar ular (cacar api). Salah satu perbedaan yang terlihat adalah gejala yang muncul.

Jenis infeksi virus ini ditandai dengan ruam kulit yang merah yang berubah menjadi lenting dan dapat menyebabkan rasa nyeri dan terbakar.

Lenting biasanya muncul membentuk garis lepuhan pada salah satu sisi tubuh, biasanya di dada, leher, atau wajah. Meskipun ini bukanlah suatu kondisi yang mengancam nyawa, herpes zoster dapat sangat menyakitkan. 

Vaksin dapat membantu mengurangi risiko cacar api. Sementara pengobatan dini dapat membantu mempercepat masa infeksi virus herpes kulit ini dan mengurangi kemungkinan komplikasi.

Seberapa umumkah penyakit cacar api?

Kebanyakan penyakit herpes kulit ini dapat sembuh dalam 2-3 minggu. Herpes zoster jarang terjadi lebih dari satu kali pada orang yang sama, tetapi sekitar 1 dari 3 orang akan terkena herpes zoster di suatu saat dalam hidupnya.

Penyakit ini lebih umum terjadi pada lansia dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Dikutip dari DermaNet NZ, siapa pun yang pernah mengidap cacar air mungkin saja akan terserang cacar api. Herpes zoster dapat muncul pada anak-anak, tapi lebih umum pada orang dewasa, khususnya orang tua. 

Virus penyebab herpes zoster ini kembali aktif ketika Anda bertambah tua, biasanya setelah 50 tahun. Ini disebabkan oleh proses penuaan pada tubuh. 

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala herpes zoster?

Gejala awal herpes zoster biasanya adalah rasa nyeri, yang mungkin bisa parah karena berhubungan dengan satu atau lebih sistem saraf. Rasa nyeri tersebut mungkin hanya muncul pada satu tempat atau menyebar. 

Pada gejala awal, Anda mungkin merasa tidak enak badan, demam hingga sakit kepala. Kelenjar getah bening yang mengeringkan daerah terkena sering membesar dan melunak. 

Dalam satu hingga tiga hari merasakan nyeri, ruam yang melepuh akan muncul di area kulit yang sakit. Karakteristik ruam herpes kulit yang muncul adalah:

  • Belang merah yang terdiri dari bintik-bintik kemerahan yang mengumpul di satu bagian
  • Lepuhan berisi cairan yang mudah pecah (lenting)
  • Ruam yang menyelimuti dari sekitar tulang belakang hingga perut 
  • Ruam pada wajah dan telinga
  • Terasa gatal

Seperti gejala cacar air, ruam awalnya berupa papula (bintik) berwarna merah. Selama beberapa hari ruam akan melepuh menjadi lenting. Kemudian lenting akan pecah dan membentuk luka kering (keropeng).

Daerah dada, leher, dahi, dan daerah pasokan saraf sensoris adalah yang paling sering terdampak. 

Cacar api kadang-kadang juga menyebabkan lecet di dalam mulut, telinga, dan area genital. Gejala cacar api yang muncul juga bisa berupa sakit di kulit tanpa ruam atau ruam tanpa rasa sakit. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak.

Beberapa orang mengalami tanda-tanda dan gejala lebih daripada nyeri dan ruam dalam cacar api. Gejala ini dapat meliputi:

  • Demam
  • Panas-dingin
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Kelemahan otot

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda atau gejala herpes zoster yang disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi pada dokter. Terutama jika mengalami gejala herpes kulit seperti:

  • Ruam muncul di sekitar mata dan disertai rasa perih
  • Menunjukkan gejala cacar api dan berumur lebih dari 60 tahun karena lebih berisiko mengalami komplikasi
  • Mengalami gejala cacar api dan memiliki defisiensi sistem imun
  • Ruam atau lenting cacar menyebar ke banyak bagian tubuh dan menimbulkan rasa sakit yang kuat

Konsultasi ke dokter selalu menjadi langkah yang lebih baik untuk mengetahui pengobatan herpes zoster yang tepat untuk Anda.

Penyebab

Apa penyebab cacar api (cacar ular)?

Cacar api adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV) yang merupakan salah satu jenis virus Herpes. Oleh karena itu, penyakit ini dikenal juga dengan herpes zoster dan termasuk ke dalam penyakit herpes kulit bersama dengan herpes oral dan genital. 

Varicella-zoster sendiri adalah virus penyebab cacar air. Artinya, siapa pun yang pernah kena cacar air bisa juga terkena cacar api.

Setelah Anda sembuh dari cacar air, virus sebenarnya tidak sepenuhnya hilang dari tubuh. Virus akan menetap dalam sistem saraf dan tertidur (dorman). Selama dalam fase dorman, virus tidak aktif menginfeksi sehingga tidak menimbulkan penyakit.

Varicella-zoster yang tertidur dan kembali aktif menginfeksi akan menyebabkan herpes zoster. Sampai saat ini, belum diketahui apa yang membuat virus tersebut “bangun” kembali.

Para ahli menduga menurunnya kekebalan terhadap infeksi akibat penyakit dan pengobatan tertentu, termasuk pertambahan usia, merupakan faktor pemicu utama dari munculnya cacar air.  

Apakah cacar api (cacar ular) menular?

Dikutip dari Mayo Clinic, seseorang yang mengidap cacar api dapat menyebarkan virus Varicella-zoster pada siapa pun yang tidak melakukan imunisasi cacar air.

Penularan virus cacar air ini berlangsung melalui kontak langsung dengan luka terbuka dari ruam akibat cacar api. Namun, orang yang tertular akan mengalami cacar air bukan cacar api. 

Faktor-faktor risiko

Apa faktor risiko penyebab cacar api (cacar ular)?

Semua orang yang pernah mengalami cacar air berisiko mengalami cacar ular.

Namun, orang sehat yang pernah terkena cacar air biasanya tidak akan terkena kondisi yang sama di kemudian hari. Kemungkinan untuk infeksi penyakit kulit ini aktif kembali hanya sekitar 1%.

Meski begitu, ada beberapa faktor yang secara umum bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit herpes kulit ini, yaitu:

1. Berusia di atas 50 tahun

Herpes zoster paling umum terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Risiko ini semakin meningkat seiring bertambahnya usia.

Beberapa ahli memperkirakan bahwa setengah dari orang yang berusia 80 tahun ke atas akan terkena cacar api.

2. Penyakit tertentu dan stres

Penyakit tertentu yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS dan kanker meningkatkan peluang seseorang untuk terkena cacar ular. Begitupun dengan orang yang mengalami stres atau gangguan kecemasan.

3. Menjalani pengobatan kanker

Radiasi atau kemoterapi dapat menurunkan kekebalan tubuh terhadap penyakit dan memicu herpes kulit ini.

Orang dengan beberapa jenis kanker bisa berisiko 40% lebih besar dibandingkan mereka yang sehat.

4. Menggunakan obat tertentu

Obat yang dirancang untuk mencegah penolakan organ saat transplantasi juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena herpes zoster. Hal ini sama halnya dengan penggunaan streoid seperti prednison yang berkepanjangan.

Komplikasi

Apa komplikasi yang mungkin terjadi saat mengalami herpes zoster?

Beberapa komplikasi langka namun serius dari herpes kulit ini meliputi:

1. Neuralgia postherpetic

Pada sebagian orang, rasa nyeri yang disebabkan cacar ular terus berlanjut hingga lukanya sembuh.

Kondisi ini disebut dengan neuralgia postherpetic, dan ini muncul ketika serabut saraf yang rusak mengirimkan pesan rasa sakit yang membingungkan dan berlebihan dari kulit ke otak Anda. 

2. Kehilangan penglihatan

Nyeri atau ruam yang mencakup mata, yang harus diobati untuk menghindari kerusakan mata permanen

3. Masalah saraf

Tergantung dari saraf mana yang terkena, cacar ular dapat menyebabkan peradangan pada otak, wajah lumpuh, atau masalah pendengaran atau keseimbangan.

Anda bisa saja mengalami kehilangan pendengaran atau nyeri intens pada salah satu telinga, pusing, atau kehilangan rasa pada lidah, yang dapat menjadi gejala dari sindrom Ramsay Hunt.

4. Infeksi kulit

Jika luka cacar api tidak terawat dengan benar, infeksi bakteri pada kulit mungkin bisa berkembang dan menyebabkan infeksi pada kulit. 

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis herpes zoster?

Kebanyakan kasus herpes zoster dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik. Dokter juga akan mengajukan pertanyaan mengenai riwayat medis Anda seperti apakah pernah terinfeksi cacar air sebelumnya.

Dalam mendiagnosis, dokter utamanya melakukan pemeriksaan pada ruam atau lenting yang muncul dan melihat pola persebaran ruam.

Selain itu, dokter bisa melakukan beberapa tes lainnya jika diperlukan, seperti mengambil sampel cairan dari lenting untuk diperiksa apakah terdapat virus penyebab herpes zoster.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja pengobatan untuk herpes zoster?

Hingga saat ini belum ada obat khusus yang bisa sepenuhnya menghilangkan virus penyebab herpes zoster dari dalam tubuh.

Namun, pengobatan yang tepat untuk cacar ular adalah dengan menggunakan obat anivirus yang diresepkan dokter. Obat antivirus untuk herpes kulit ini dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.

Antivirus yang biasa diresepkan sebagai obat herpes zoster antara lain:

  • Acyclovir (Zovirax)
  • Valacyclovir (Valtrex)
  • Famciclovir (Famvir)

Herpes zoster dapat menimbulkan rasa nyeri berat. Itu sebabnya dokter mungkin juga akan meresepkan obat untuk meredakan nyeri akibat cacar api, seperti:

  • Krim capsaicin
  • Antikonvulsan, seperti gabapentin (Neurontin)
  • Antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline
  • Agen yang mematikan rasa, seperti lidocaine, tersedia dalam bentuk salep, gel, spray atau patch kulit
  • Injeksi termasuk kortikosteroid dan anestesi lokal

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah untuk mengatasi herpes zoster?

Terdapat beberapa cara perawatan rumahan yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi gejala cacar ular, yakni:

  • Mengoleskan losion calamine dapat memberikan sensasi menenangkan pada kulit yang terdampak.
  • Cobalah untuk mandi air dingin atau menggunakan kompres basah yang dingin saat lenting terasa gatal dan perih.
  • Mengoleskan larutan oatmeal pada bagian lenting juga dapat meringankan rasa sakit sekaligus membuat lenting cacar cepat kering. 
  • Selama mengalami gejala usahakan untuk mengendalikan stres yang Anda alami dengan memperbanyak istirahat dan tidur cukup. 

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah cacar api?

Terdapat dua vaksin yang dapat membantu mencegah cacar ular, yaitu vaksin cacar air dan vaksin herpes zoster. 

Vaksin cacar air

Vaksin varicella (Varivax) telah menjadi imunisasi rutin pada anak-anak untuk mencegah cacar air. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk orang dewasa yang tidak pernah terkena cacar air. 

Meski tidak dapat menjamin 100% bahwa Anda akan terhindari dari cacar air atau cacar api, vaksin tersebut dapat mengurangi kemungkinan komplikasi dan keparahan penyakit. 

Vaksin herpes zoster

Terdapat dua pilihan vaksin untuk mencegah aktivasi virus varicella-zoster yaitu Zostavax dan Shingrix. 

Zostavax telah terbukti dapat memberikan perlindungan terhadap herpes zoster selama sekitar lima tahun.

Sementara itu, Shingrix adalah vaksin ini tidak hidup yang terbuat dari komponen virus, dan diberikan dalam dua dosis, dengan dua hingga enam bulan di antara dosis. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Ampuh Mengatasinya

Penyebab gatal di selangkangan beragam. Mulai dari hal sepele karena Anda tidak menjaga kebersihan alat vital hingga tanda penyakit kelamin tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Mononukleosis

%%title%% adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegah %%title%% di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Herpes 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Herpes

Herpes adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Cari tahu gejala, penyebab, cara mengobati, hingga cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Infeksi, Herpes 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Cacar Air

Cacar air adalah penyakit akibat virus yang sering menyerang anak dan orang dewasa. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, dan cara mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Infeksi, Herpes 2 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Obat dan cara mengobati cacar api herpes zoster

Pilihan Obat dan Pengobatan Rumahan yang Ampuh Mengobati Cacar Api

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Perbedaan gejala cacar air dan cacar api

Perbedaan Cacar Air dan Cacar Api Berdasarkan Penularan dan Ciri-Cirinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
herpes genital adalah penyakit kelamin

Herpes Genital

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
herpes labialis di bibir dan mulut

Herpes Labialis (Mulut/Bibir)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit