Benarkah Virus HIV Bisa Menular Melalui Kain? Cek Faktanya di Sini!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Cara penularan HIV dari tubuh penderita ke tubuh orang lainnya ada berbagai macam. Namun, banyak orang yang salah kaprah soal penularan HIV sehingga muncul mitos-mitos yang keliru. Salah satunya mitos HIV menular melalui kain atau pakaian. Lantas, apakah hal ini benar dan bagaimana penjelasannya?

Mengenal HIV/ AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan pertahanan alami tubuh manusia. Tanpa kekebalan tubuh yang kuat, tubuh akan mengalami kesulitan dalam melawan penyakit.

Bagian yang paling penting dari sistem kekebalan tubuh adalah sel darah putih, sementara saat tubuh terserang virus HIV maka sel darah putih tertentu yang disebut sel CD4+ akan terinfeksi dan hancur. Jika sel ini hancur dalam jumlah banyak, tubuh tidak mampu lagi mempertahankan diri terhadap infeksi.

Seseorang yang positif mengidap HIV bisa menularkan virus ini melalui berbagai cara. Pasalnya, virus ini hidup pada beberapa jenis cairan tubuh manusia yaitu darah, air mani (sperma), cairan praejakulasi, cairan rektum, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI). Jadi bila cairan tubuh orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) berhasil masuk ke dalam tubuh Anda, Anda berisiko terinfeksi HIV pula.

Apakah mungkin virus HIV menular melalui kain atau pakaian?

Seperti dijelaskan di atas, cairan tubuh ODHA harus berhasil masuk ke dalam tubuh Anda, terutama melalui perantara cairan tubuh yang telah disebutkan, barulah ada risiko penularan. Dikutip dari Everyday Health, HIV tidak bisa disebarkan melalui beberapa hal, yaitu:

  • Sentuhan, jabat tangan, pelukan, dan ciuman dengan orang yang positif HIV selama penderita HIV tidak memiliki luka terbuka ataupun perdarahan di mulut dan di kulit.
  • Air mata, air liur, dan keringat yang tidak bercampur darah penderita HIV positif.
  • Gigitan nyamuk, kutu, atau serangga lainnya yang telah menggigit penderita HIV.
  • Tinggal serumah, tidur seranjang, berbagi toilet, saling pinjam pakaian atau handuk, dan berbagi alat makan dengan ODHA.
  • Berenang bersama ODHA.

Nah, jadi penularan HIV melalui kain memiliki kemungkinan yang sangat kecil. Pasalnya, HIV hanya dapat ditularkan melalui cairan tubuh tertentu seperti yang telah disebutkan di atas.

Menurut dr. Beverly Sha, seorang profesor divisi penyakit menular di Rush University Medical Center di Chicago, Amerika Serikat mengatakan bahwa seks anal berisiko tinggi untuk menularkan HIV karena memungkinkan iritasi pada selaput lendir. Di sisi lain, meskipun memiliki risiko yang lebih rendah, HIV juga dapat menular melalui seks oral. Hal ini mungkin terjadi jika ada luka mulut, luka kelamin, serta perdarahan gusi.

Intinya, virus HIV baru akan menular jika cairan dari tubuh penderita HIV bersentuhan dengan jaringan yang rusak, seperti luka di kulit atau melalui darah yang tertinggal pada jarum suntik.

Sedangkan kalau Anda menyentuh pakaian, handuk, atau selimut yang baru saja dikenakan ODHA yang tidak punya luka terbuka, Anda tidak akan tertular HIV. Pasalnya, handuk atau kain tersebut tidak mengandung virus. Sementara kalau kain tersebut kena darah atau cairan tubuh ODHA, kemungkinan HIV menular sangatlah kecil. Bahkan, belum ada contoh kasus di mana HIV menular ke orang lain melalui kain.

Bagaimana cara pencegahan yang tepat agar tidak tertular HIV?

Virus HIV sering kali disebarkan oleh penderita HIV positif yang tidak mengetahui kalau mereka mengidap HIV. Maka itu, penting untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dengan beberapa cara berikut ini:

  • Bicara dengan pasangan. Sebelum Anda melakukan hubungan intim untuk yang pertama kalinya, sebaiknya bicaralah dengan pasangan dan cari tahu apakah ia berisiko terinfeksi HIV.
  • Lakukan seks yang aman. Sebaiknya gunakan kondom setiap kali melakukan hubungan intim. Ini termasuk saat seks oral. Anda harus yakin dulu bahwa Anda dan pasangan tidak terinfeksi HIV ataupun penyakit kelamin lainnya.
  • Hindari berganti-ganti pasangan. Seks paling aman dilakukan hanya dengan satu pasangan saja, untuk menghindari risiko tertular HIV dan penyakit kelamin.
  • Hindari berbagi barang pribadi. HIV menular lewat darah. Nah, berbagi barang pribadi seperti pisau cukur dan sikat gigi yang rentan kena darah merupakan hal yang berisiko. Misalnya, saat penderita HIV mengalami luka atau gusi berdarah, maka darah yang menempel pada sikat gigi kemudian dapat menginfeksi orang lain. Selain itu, jangan berbagi jarum suntik dengan siapa pun.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca