Mengenal Sel Punca, Penyembuh Berbagai Penyakit Berbahaya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Di dalam tubuh, ada banyak sekali jenis sel-sel yang bekerja agar semua organ Anda berfungsi dengan baik. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang sel punca? Dalam dunia medis, sel punca saat ini menjadi topik yang cukup hangat dibicarakan, sebab sel ini mempunyai kemampuan yang ‘spesial’ dan dapat menjadi suatu terobosan terbaru dalam mengobati berbagai penyakit kronis.

Apa itu sel punca?

Pada dasarnya, semua individu berasal dari satu sel yang disebut zigot – sel gabungan antara sel telur wanita dengan sperma pria. Kemudian, sel ini membelah menjadi dua, lalu empat sel, dan seterusnya. Setelah membelah, sel-sel tersebut akan secara alami mengambil peran dan tanggung jawabnya masing-masing di dalam tubuh. Proses ini disebut dengan diferensiasi.

Sel punca atau sel stem merupakan sel yang masih ‘polos’ dan belum memiliki fungsi apapun. Jika Anda ingat pelajaran ketika di sekolah, setiap jaringan terdiri dari sel yang memiliki fungsinya masing-masing. Misal, sel otot yang berfungsi untuk mempertahankan fungsi otot.

Sementara, sel stem tidak seperti sel-sel lainnya. Sel ini ibaratnya murni dan belum diberikan tanggung jawab apapun, belum juga melewati proses diferensasi. Selain itu, sel jenis ini memiliki kemampuan untuk  dan dapat membelah sebanyak-banyaknya sesuai dengan kebutuhan. Kedua kemampuan ini membuat sel stem dianggap ‘spesial’ dan bisa digunakan untuk mengobati suatu penyakit.

Apa saja tipe sel punca?

Terdapat beberapa jenis sel stem yang bisa digunakan dalam penelitian medis, yaitu:

Sel punca embrionik

Sel yang diambil dari embrio – sel zigot yang sudah berkembang dan membelah – yang memiliki usia sekitar 3-5 hari. Biasanya sel ini didapatkan dari proses bayi tabung, jadi bukan diambil dari rahim perempuan yang telah mengandung embrio. Sel stem embrio ini mempunyai umur yang sangat panjang, dapat memperbanyak dirinya beratus-ratus kali lipat, dan bersifat pluripoten atau dapat berkembang menjadi sel apapun yang ada di tubuh. namun sampai saat ini penggunaan sel stem embrionik masih cukup kontroversi.  

Sel punca non-embrionik atau sel punca dewasa

Tak seperti namanya, sel jenis ini tetap diambil dari tubuh bayi atau pun anak-anak. Sel punca ini berasal dari berbagai jaringan yang masih dalam tahap perkembangan. Sel jenis ini hanya dapat memperbanyak diri sesuai dengan peran yang telah ia terima sebelumya. Contohnya seperti sel stem hematopoietic adalah sel stem dewasa yang berasal dari sumsum tulang dan berfungsi untuk membuat sel darah baru.

Sel punca dari tali pusar

Sel ini diambil dari tali pusar dan plasenta bayi yang baru lahir yang kemudian langsung disimpan di dalam bank sel stem untuk digunakan di kemudian hari. jenis sel tersebut dapat membantu pengobatan kanker darah dan kelainan darah pada anak.

bayi yang baru lahir

Apa kegunaan dari sel punca?

Sel tubuh yang sudah ‘bekerja’ pada suatu jaringan, memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri hanya beberapa kali saja sebelum mereka rusak. Sedangkan sel punca memiliki kemampuan untuk membuat dirinya banyak, hingga tak terbatas – sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jadi sel ini dianggap dapat membentuk kembali suatu jaringan yang rusak.

Kemampuan inilah yang dianggap dapat digunakan untuk membantu mengobati berbagai penyakit, khususnya penyakit kronis. Telah banyak penelitian yang mencoba untuk memahami serta melakukan uji coba kegunaan sel punca. Dari banyak penelitian tersebut, diketahui jika sel stem ini berpotensi untuk mengobati berbagai penyakit seperti:

Kontroversi pengobatan penyakit kronis dengan sel punca

Meskipun sel stem dipercaya memiliki potensi yang besar dalam bidang medis, namun pengobatan dengan menggunakan sel ini masih menimbulkan pro dan kontra. Kontroversi ini muncul karena sel punca yang dapat digunakan untuk mengobati segala penyakit ini didapatkan langsung dari embrio.

Embrio yang diambil sel puncanya dapat mengalami gangguan hingga kematian. Bagi sebagian orang yang kontra dengan terapi sel punca ini menganggap bahwa embrio adalah bentuk dari manusia yang paling awal, sehingga terapi ini tak ada bedanya dengan membunuh manusia.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
antibodi sars untuk covid-19

Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020