6 Cara Anda Bisa Tertular HIV

Oleh

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, tepatnya sel darah putih, yang kemudian menyebabkan kekebalan tubuh menjadi lemah. Dilansir dari data UNAIDS, di Indonesia pada tahun 2014 terdapat sekitar 9.589 perempuan dan 13.280 laki-laki yang terjangkit HIV/AIDS. Bagaimana seseorang bisa terkena infeksi HIV? Berikut adalah kondisi serta faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang tertular HIV positif.

1. Hubungan seksual melalui vagina tanpa memakai kondom

Jika Anda melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi HIV positif, maka Anda berisiko tinggi untuk terinfeksi virus HIV juga. Hubungan seksual yang tidak menggunakan pengaman seperti kondom, membuat penyebaran HIV lebih mudah. HIV menyebar melalui air mani, cairan vagina, darah, dan cairan dalam tubuh lainnya. Jika Anda tidak mengunakan kondom saat berhubungan seksual, maka pertukaran cairan vagina atau air mani yang mungkin saja mengandung virus lebih mudah terjadi yang kemudian menyebabkan penyebaran.

BACA JUGA: Apa Bedanya HIV dan AIDS?

2. Wanita memiliki risiko lebih besar untuk tertular HIV dari hubungan seksual

Hal ini dapat terjadi karena ketika melakukan hubungan seksual, membran atau selaput vagina lebih mudah robek. Tidak seperti pria yang melakukan hubungan seksual, tidak ada yang membuat penis ‘luka’ atau robek. Sehingga, tidak menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual akan membuat virus HIV lebih mudah menginfeksi vagina yang robek tersebut. Vagina yang ‘luka’ atau robek ini dimanfaatkan oleh virus HIV untuk masuk, menginfeksi tubuh, serta menyebar ke seluruh tubuh.

Tetapi, bukan berarti pria tidak dapat mengalami infeksi HIV yang ditularkan dari pasangan wanitanya. Tentu saja bisa. Jika pasangan wanita Anda memiliki HIV positif, maka penyebaran virus dapat terjadi melalui cairan vagina. Cairan vagina yang terinfeksi ini masuk melalui lubang penis yang kemudian menyebabkan virus masuk ke dalam tubuh.

3. Berhubungan seksual melalui anal

Faktanya, hubungan anal seks adalah cara hubungan seksual yang paling berisiko dalam penularan HIV. Pada orang yang terinfeksi HIV, virus ini dapat ditemukan di berbagai jenis cairan tubuh, seperti darah, air mani, cairan vaginal, dan cairan dari dubur atau anus.

Dalam hubungan seks anal, orang yang menerima anal lebih berisiko untuk terkena infeksi HIV dibandingkan dengan orang yang melakukan anal. Hal ini disebabkan oleh lapisan rektum mudah robek ketika melakukan anal seks. Robeknya lapisan rektum (anus) menimbulkan luka dan memudahkan virus HIV masuk serta menginfeksi tubuh.

BACA JUGA: Apa yang Terjadi Ketika Kita Terkena AIDS

4. Hubungan seks oral berisiko lebih rendah dalam penularan virus HIV

Peluang penularan virus HIV lewat hubungan seksual melalui oral dengan orang yang mempunyai HIV positif, sangatlah kecil. Secara umum, seks oral memang memiliki peluang yang rendah dalam penularan HIV. Namun tetap saja ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko tersebut, seperti melakukan hubungan seksual melalui oral ketika mengalami infeksi mulut.

5. Memiliki penyakit kelamin lainnya selain HIV

Ya, mempunyai penyakit kelamin juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena atau bahkan menyebarkan virus HIV. Beberapa penyakit kelamin tersebut antara lain gonorea, klamidia, sifilis, trichomoniasis, herpes genital, dan hepatitis. Jika Anda tidak mengidap HIV tetapi sudah 3 kali tertular penyakit kelamin, maka risiko untuk tertular HIV lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat penyakit kelamin.

BACA JUGA: Mendeteksi Gejala Awal HIV dan AIDS

6. Suntikan yang dipakai bersama-sama

Tidak semua penyakit HIV/AIDS ditularkan melalui hubungan seksual. Menggunakan suntikan bersama-sama juga dapat membuat Anda berisiko untuk terinfeksi HIV. Orang yang menyuntikan obat-obatan, hormon, steroid, atau silikon dengan menggunakan jarum suntikan yang dipakai bersama, berpeluang tinggi untuk mempunyai HIV positif.

Jarum yang telah digunakan oleh orang lain akan meninggalkan sisa-sisa darah. Jika orang tersebut mempunyai HIV positif maka darah yang tertinggal pada jarum adalah darah yang terinfeksi HIV. Sehingga, apabila Anda memakai jarum bekas tersebut, virus HIV akan menginfeksi tubuh melalui bekas darah yang terinfeksi.

7. Melakukan piercing (menindik bagian tubuh) dan membuat tato

Menindik bagian tubuh atau membuat tato juga dapat meningkatkan risiko terinfeksi HIV. Hal ini terjadi jika penggunaan peralatan bergantian dengan orang lain. Dalam proses menindik bagian tubuh atau membuat tato, biasanya kulit ditusuk dan kemudian terluka hingga mengeluarkan darah. Jika pemakaian alat bergantian, maka bisa saja orang yang terinfeksi HIV meninggalkan bekas darahnya yang mengandung virus HIV.

Sumber