Perselingkuhan bukan hanya memberikan masalah antara kedua belah pihak pasangan, anak pun akan terseret dalam masalah ini. Perselingkuhan memberikan dampak besar bagi anak. Jika anak masih terlalu kecil, mungkin ia belum terlalu paham, tetapi bukan berarti Ia tidak akan mendapatkan dampaknya. Apalagi jika anak sudah lebih dewasa dan mengetahui bahwa salah satu orang tuanya ada yang melakukan perselingkuhan. Tentu ini akan mengguncang kondisi psikologisnya yang berdampak pada kehidupan mereka selanjutnya. Lalu bagaimana cara mengatasi dampak perselingkuhan terhadap psikologis anak yang timbul? Simak di sini

Dampak perselingkuhan orangtua yang terjadi pada anak

Dilansir dalam laman Kindred, survey yang dilakukan pada 800 lebih anak secara online oleh Noagale, seorang psikolog klinis, tentang dampak yang dirasakan anak saat orang tuanya berselingkuh, dan hasilnya antara lain:

  • 88.4 persen dari mereka merasa sangat marah terhadap orang tua yang berselingkuh.
  • 70.5 persen dari mereka merasa mengalami penurunan kepercayaan terhadap orang lain (sulit percaya). Mereka merasa orang di sekitarnya banyak yang berbohong.
  • 62.5 persen merasa malu dengan lingkungannya karena kondisi orang tuanya.

Noagale menegaskan, para orang tua harus hati-hati, sebab bukan hanya pasangan yang merasa dikhianati, anak akan merasakan hal yang sama bahkan bisa lebih besar rasa yang dialaminya. Perasaan dikhianati itu menimbulkan berbagai dampak dari mulai marah, sulit percaya hingga merasa malu dengan lingkungannya sendiri.

Tentu hal ini akan memengaruhi perilaku hingga sifat si kecil, bahkan hingga ia dewasa dan menjalin hubungan dengan orang lain.

Lalu, bagaimana cara mengatasi dampak perselingkuhan tersebut?

Tak mudah memang untuk memulihkan kondisi mental anak yang baru saja mengetahui kenyataan pahit tentang orangtuanya tersebut. Namun, persoalan ini harus cepat ditangani supaya kesehatan mental si kecil tidak terganggu dan bertambah parah. Berikut adalah cara untuk mengatasi dampak perselingkuhan yang terjadi pada anak.

1. Bangun lagi kepercayaan anak

Dampak perselingkuhan akan membuat anak kehilangan rasa kepercayaan, bahkan mereka akan merasakan bahwa orang di sekitarnya itu bohong. Nah ini tugas Anda untuk membangun dan mengembalikan lagi rasa percayanya.

Kepercayaan adalah sebuah kebutuhan dan perasaan setiap orang. Rasa percaya juga bisa dipelajari dan dibentuk, meskipun membutuhkan proses. Hal yang paling penting, orangtua harus meyakinkan anak bahwa kepercayaan itu adalah sebuah kebutuhan.

cara mendidik anak

Di hadapan anak yang masih kecil dan belum terlalu mengerti keadaan dengan baik, mungkin akan sulit untuk menjelaskannya dengan kalimat panjang. Tunjukan pada anak bahwa Anda dapat diandalkan, selalu merespon segala tingkah lakunya.

Untuk anak yang sudah lebih dewasa, yakinkan bahwa mempercayai seseorang itu bukan hal yang buruk. Sebuah kepercayaan itu penting untuk membangun sebuah hubungan atau untuk membangun kerja sama dengan orang lain sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

Hal yang harus ditekankan padanya adalah harus bisa membedakan mana orang yang memang pantas dipercayai dan mana yang tidak. Begitupun sebaliknya, yakinkan anak untuk menjadi orang yang selalu dapat dipercayai teman, saudara, dan keluarga.

2. Hadapi segala kemarahan anak

Dampak perselingkuhan lainnya pasti adalah marah. Nah, Anda sebagai pendamping harus selalu bersedia untuk mendengarkan apa yang dikatakan anak, bahkan jika itu diungkapkan dengan kemarahan.

Berikut adalah cara menghadapi ketika anak sedang marah.

  • Jangan mengesampingkan perasaan marah anak Anda, tekan emosi Anda sendiri ketika menghadapi anak yang marah karena kondisi kedua orang tuanya.
  • Jika Anda adalah orang tua yang dikhianati dan anak Anda mengungkapkan sesuatu atau merasa rindu dengan pasangan yang yang mengkhianati Anda, izinkan mereka melakukannya tanpa Anda memberi opini negatif.
  • Dengarkan pertanyaan anak Anda dan tanggapi dengan kebenaran. Meskipun kebenaran itu mungkin tidak menyenangkan. Jujur dan terus terang secara langsung pada anak.
  • Selalu jadi pendengar yang baik bagi anak, dan selalu bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan anak apapun yang diungkapkannya.

3. Jangan menjelekan suatu pihak di depan anak

Jangan pernah mendorong anak untuk memihak atau menimbulkan permusuhan terhadap ayah atau ibunya yang melakukan perselingkuhan, meskipun Anda mungkin merasakan sakit yang luar biasa.

Jika perlu, lampiaskan amarah Anda sendiri pada konselor atau psikolog, bukan terhadap anak. Menjelaskan suatu pihak justru akan membangun perilaku negatif anak ke depannya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca