Chia Seed, Makanan Super Penangkal Berbagai Penyakit

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/06/2020 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Apa itu chia seed?

Chia seed adalah bijian-bijian kecil dari tanaman Salvia hispanica, salah satu jenis tanaman mint.  Warna chia seed bervariasi dari hitam, abu-abu, maupun hitam dengan bercak-bercak putih. Bentuknya oval dengan ukuran sekitar 1-2mm. Chia seed berasal dari daerah Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Kata chia sendiri pun berasal dari bahasa suku Maya yang artinya kekuatan.

Pada awalnya, budidaya chia sebagai bahan pangan pokok hanya dilakukan oleh suku-suku di Mexico dan Guatemala, tetapi saat ini budidaya chia tidak terbatas di Amerika saja, melainkan sudah berkembang hingga Australia dan Asia Tenggara. Di Indonesia, chia seed bisa Anda dapatkan di supermarket maupun toko-toko khusus yang menjual bahan makanan sehat. Sediaannya pun bermacam-macam, ada yang masih berupa biji-bijian utuh ataupun berupa produk komersil lainnya seperti sereal, makanan ringan, dll.

Apa saja kandungan dan manfaat chia seed?

Chia seed mengandung banyak zat yang  bermanfaat bagi tubuh seperti asam lemak omega 3, serat, antioksidan, dan mineral.  Dalam 1 porsi chia seed (sekitar 30g) terkandung 138 kalori, 9 gram lemak (sebagian besar berupa lemak tidak jenuh – lemak sehat), 10 gram serat, dan 6 gram protein. Kelebihan chia seed lainnya yaitu tidak mengandung gluten dan kaya akan antioksidan.

Manfaat asam lemak omega 3 bagi tubuh antara lain:

  1. Menurunkan trigliserid dan kolesterol yang kemudian dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah penyakit jantung
  2. Membantu tubuh mengatasi radang
  3. Kardioprotektif  (melindungi jantung) dan hepatoprotektif (melindungi liver)
  4. Membantu tubuh mengatasi diabetes
  5. Melindungi tubuh dari kondisi radang persendian, auto immune disease, dan kanker.

Kandungan serat dan asam lemak omega 3 dalam chia seed sangat tinggi. Menurut penelitian, serat dan asam lemak omega 3 ini membantu mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung. Mekanisme masing-masing manfaat asam lemak omega 3 tersebut di atas masih perlu diteliti lebih lanjut.

Beberapa media mengklaim bahwa konsumsi chia seed juga bermanfaat untuk menahan rasa lapar, menyeimbangkan gula darah, memperbaiki kondisi jantung, menurunkan kolesterol, trigislerida, tekanan darah, dan membantu menurunkan berat badan. Sayangnya belum ada laporan ilmiah yang mendukung keterkaitan antara konsumsi chia seed dengan manfaat penurunan berat badan. Pada penelitian yang dilakukan oleh Nieman dkk, disimpulkan bahwa konsumsi chia seed sebanyak 50g/ hari setiap hari selama 12 minggu tidak ada pengaruhnya pada massa tubuh, komposisi tubuh, atau faktor-faktor risiko penyakit pada pria/wanita yang berberat badan lebih atau  obesitas.

Bagaimana cara menggunakan chia seed?

Chia seed dapat langsung dimakan mentah atau dicampurkan ke dalam masakan. Rasa chia seed mirip seperti rasa kacang, cocok digunakan baik dalam masakan manis maupun masakan gurih. Chia seed dapat ditaburkan pada sereal, salad, atau nasi. Chia seed juga dapat ditambahkan pada smoothies, yoghurt, maupun puding. Saat dicampur dengan cairan, chia seed akan mengembang dan berubah teksturnya menjadi seperti jeli.

Bagi Anda yang vegetarian atau alergi telur, chia seed juga dapat digunakan sebagai pengganti telur pada saat membuat adonan kue.  Caranya campurkan 1 sdt chia seed dengan 2 sdm air. Satu sdm campuran chia seed tersebut dapat menggantikan 1 butir telur. Bagi Anda yang memiliki alergi gluten, chia seed dapat dikonsumsi karena chia seed tidak mengandung gluten.

Berapa banyak chia seed yang boleh kita konsumsi dalam sehari?

Dosis konsumsi chia seed dipengaruhi usia dan kondisi kesehatan yang ada. Saat ini belum ada informasi ilmiah yang dapat dijadikan pedoman pasti range jumlah chia seed yang boleh dikonsumsi. Pada tahun 2000, the US Dietary Guidelines merekomendasikan penggunaan chia seed perhari tidak boleh melebihi 48g/hari. The European Commission mengizinkan penggunaan chia seed pada produk-produk roti maksimal sebanyak 5%.

Bagaimana cara  menyimpan chia seed?

Karena kandungan antioksidan yang tinggi, chia seed tidak mudah rusak, aman untuk disimpan sampai  beberapa bulan di tempat yang kering dan dingin.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Ikan Dori Lokal (Patin), Plus Resep Sehatnya untuk Variasi Menu Makan

Suka makan fillet ikan dori goreng di kafe-kafe kekinian? Psst... Tahu tidak kalau sebenarnya ikan dori itu tidak boleh dimakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 19/06/2020 . 6 mins read

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . 5 mins read

Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 mins read

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

diet eliminasi

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . 5 mins read
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 mins read
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 5 mins read